
Menteri tersebut mendengarnya badannya sedikit gemetaran. Apalagi melihat tatapan dingin dan menusuk dari Raja Damian.
" Apa beliau sudah mengetahuinya." batin Menteri tersebut bertanya.
Damian yang melihatnya dalam hati tersenyum puas. Melihat salah satu menterinya membuka topengnya dengan perlahan. Sebentar lagi permainan akan di mulai.
" Karena anda tidak bisa menjawabnya, maka saya mengganggap kalian semua setuju. dan saya harapkan jangan sampai di antara kalian yang berani bermain-main dengan saya atau kalian akan merasakan penderitaannya." ucap Damian sambil bersmirk yang terlihat menyeramkan.
Bahkan para menteri yang memandangi nya badannya kembali bergetar. Karena menurut mereka Raja Damian lebih tegas daripada Raja sebelumnya. Karena beliau tidak akan ragu-ragu menghukum seseorang yang berani melawannya atau menyusahkan rakyat nya.
Damian yang melihat bahwa semua orang diam langsung berdiri dari kursi kebesarannya.
" Rapat ini di tutup, kalian boleh melaksanakan tugas masing-masing." ucap Damian dengan datar sebelum keluar dari ruang pertemuan.
Trap...
Trap...
Damian berjalan di sepanjang dengan pelan dan kepalanya diangkat melihat lurus ke depan menunjukkan wibawanya sebagai pemimpin.
Sean yang berjalan di belakangnya pun tidak kalah.
__ADS_1
" Anda hebat sekali telah membuatnya marah, sepertinya dia akan melakukan sesuatu yang akan membahayakan nyawa anda." ucap Sean yang memperingatkan Damian mengenai nya.
" Sayangnya ini belum cukup, hari ini saya cuma ingin melihat wajahnya yang ketakutan." ucap Damian sambil melirik sekilas Sean.
Ekspresi wajah Sean sedikit pucat karena dirinya mengetahui bahwa Raja nya akan melakukan sesuatu yang akan menggemparkan seluruh Perancis. Seperti kejadian hampir lima tahun lalu.
Di sisi lain Charlotte yang sedang berjalan menuju keluar istana bersama dengan kedua anaknya. Tanpa sengaja berpapasan dengan Damian.
" Audrey, kalian mau pergi ke mana?" tanya Damian yang melihat pakaian Charlotte dan kedua anaknya yang tampak sederhana.
Charlotte yang melihatnya sedikit canggung sebelum mulai menjawabnya.
" Hari ini kami akan berjalan-jalan ke kebun binatang di kota. Karena sepertinya anak-anak sudah tampak bosan terkurung di sini." ucap Charlotte sambil melirik Darell dan Celline.
" Baik Daddy akan mengijinkan tapi dengan satu syarat kalian akan di awasi oleh beberapa pengawal dari belakang." ucap Damian yang memberikan syaratnya untuk mengijinkan Charlotte keluar bersama kedua anaknya.
" Tapi Damian itu akan menjadikan kami pusat perhatian." ucap Charlotte yang protes dengan syarat Damian.
Damian menghela nafasnya sebelum menggelengkan kepalanya.
" Tidak kalian akan pergi bersama para pengawal. Tenang saja para pengawal akan menjaga jarak dengan kalian dan mereka akan memakai pakaian bisa supaya orang-orang tidak akan mengetahuinya." ucap Damian dengan tegas tanpa bantahan lagi.
__ADS_1
Charlotte yang mendengarnya cemberut sebelum menggangguk kepalanya. Sepertinya membujuk seseorang seperti Damian membutuhkan ekstra kesabaran yang besar.
" Baiklah kalau begitu." ucap Charlotte yang akhirnya mengizinkan para pengawal ikut.
...****************...
" Sialan Raja muda itu tidak mudah di tipu, bahkan dia sudah curiga kepadaku." ucap seseorang yang murka.
Orang itu terus berteriak dan menghancurkan barang-barang yang ada di ruang kerjanya.
Sampai seseorang datang berkunjung ke ruangannya.
" Anda sangat kacau pak Menteri, apa anda butuh bantuan saya?" ucapnya yang menawarkan sebuah bantuan.
Membuat Menteri itu mendengarnya merasa tertarik dengan penawaran tersebut.
" Apa tawaran itu?" tanya nya dengan tidak sabaran.
Orang itu yang melihat keantusiasannya menyeringai keji sebelum menjawabnya.
" Menyingkirkan Raja Damian beserta seluruh anggota keluarganya...
__ADS_1
Countine...