Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Saudara Atau Musuh


__ADS_3

Jika saja aku tidak lahir Ayah akan senang karena bisa membawa putera kesayangan nya ke tahta dan juga Ibu tidak akan meninggal." ucap Damian sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya menyembunyikan air matanya yang sejak tadi berusaha keluar. Ia berusaha menjadi sosok yang kuat demi Charlotte dan kedua anaknya.


Charlotte yang mendengarnya tersenyum kecut ia akhirnya menyadari bahwa kehidupan Damian dengannya memiliki kesamaan. Mungkin dia lebih beruntung mendapatkan sebuah keluarga angkat yang sangat menyayangi nya, sedangkan Damian hanya sendirian ia berusaha menjadi yang sempurna untuk membuat ayahnya bangga. Makanya sekarang Charlotte tidak merasa heran di kehidupan sebelumnya Damian berusaha menutup hatinya untuk nya mungkin ia tidak ingin merasakan perasaan kehilangan untuk kedua kalinya.


Tapi di dalam hati Charlotte tersimpan sebuah pertanyaan yang masih ada sejak pernikahan mereka lima tahun lalu.


" Damian." ucap Charlotte memanggil suaminya.


Membuat Damian yang menutupi wajahnya melepaskan tangannya dan memperlihatkan wajahnya yang sudah memerah menyimpan kesedihan.


Melihat Damian sudah menatapnya Charlotte menghela nafasnya berusaha untuk membuka suaranya.


" Mungkin ini pertanyaan yang aku simpan selama pernikahan kedua kita sekarang, dan aku sudah tidak bisa menahannya lagi." ucap Charlotte sambil menatap Damian serius.

__ADS_1


Damian mengangkat alisnya melihat keseriusan di wajah Charlotte kemudian ia menggenggam tangan nya.


" Silahkan jika pertanyaan ini membuatmu lega, aku bersedia menjawabnya isteriku." ucap Damian sambil memasang wajah tenangnya.


" Apa kau pernah merasakan perasaan cinta kepada Zeline?" tanya Charlotte yang sudah mendapatkan persetujuan dari Damian.


Deg...


Mendengar itu seketika wajah Damian kaku membuat Charlotte merasa khawatir bahwa Damian pernah mempunyai perasaan kepada Zeline. Tapi seketika perasaan itu hilang ketika melihat Damian yang tertawa.


Charlotte yang mendengarnya juga tersenyum sendu mengingat kematian anak pertamanya. Tapi ia segera memasang senyum hangatnya kepada Damian.


" Itu sudah berlalu Damian, apa kau ingat bahwa anak kita sudah memaafkan mu. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah lagi." ucap Charlotte.

__ADS_1


" Tapi..." ucap Damian terpotong ketika Charlotte menaruh jarinya di depan bibir nya.


" Tenang saja semuanya sudah berlalu, dan masalah kakakmu tadi kita bisa urus nanti. Aku yakin ada sesuatu yang di sembunyikan darimu. Sekarang lebih baik tidur dulu besok kita harus kembali ke Prancis lagi." ucap Charlotte sambil membantu Damian membaringkan tubuhnya. Setelah itu ia juga membaringkan tubuhnya di sampingnya dan memeluknya untuk mencari posisi nyaman.


Melihat Charlotte sudah tertidur membuat Damian yang melihatnya tersenyum sambil mengelus rambut nya dengan lembut.


" Aku tidak tahu jika pertemuan mu nanti kita sebagai saudara atau musuh. Tapi yang pasti aku akan melindungi keluargaku. Aku tidak akan membiarkan kedua anakku menderita seperti ku dan Audrey." ucap Damian sebelum menutup matanya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain terdapat seorang pria yang sedang menikmati segelas sampanye sambil berdiri di balkon dengan menggenakan jubah tidurnya yang tidak dapat menutupi perutnya sepenuhnya.


Ia menyunggingkan senyumnya sambil menatap langit malam.

__ADS_1


" Aku tidak tahu kamu mengganggap aku apa adik. Tapi semoga kita bisa bertemu kembali...


Countine....


__ADS_2