Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Sorotan Mata


__ADS_3

" Hahahaha....aku ingin sekali membuka topeng nya itu." batin Charlotte.


Memang tubuh Charlotte mungil bahkan tingginya dengan Darius cuma sebatas dada. Mengingat itu membuat Charlotte cemberut apa mungkin waktu kecil dirinya susah di suruh minum susu oleh Mommy pikir Charlotte.


Tetapi ia langsung tepis pikiran tersebut yang paling penting Charlotte merasa senang melihat mata Zeline yang tampak sudah menahan amarahnya.


" Sepertinya aku ingin membuat suasana semakin menyenangkan." batin Charlotte setelah mendapatkan idenya.


" Kakak turunkan Char." ucap Charlotte sambil menarik lengan Darius yang di balutin dengan Jas hitam.


Darius yang mendengarnya sontak mengalihkan pandangannya ke Princess.


" Tidak boleh." ucap Darius menolak keinginan Charlotte.


Tetapi sayangnya Charlotte bukan orang yang pantang menyerah.


" Kumohon." ucap Charlotte sambil mengeluarkan Puppy eyes nya.


Pengawal yang sedari tadi menjaga anggota kerajaan di dalam ruangan terpekik gemas melihat keimutan Tuan Puteri mereka. Begitu juga Darius dan Raja Eduardo yang melihatnya seakan ingin mengurungkan nya di kamar untuk menjadi kan milik mereka sendiri.


Karena tidak tega melihat wajah Charlotte akhirnya Darius mengangguk kepalanya dengan pasrah dengan perlahan ia menurunkan Charlotte dari gendongannya.

__ADS_1


" Woah terima kasih Kakak cup...." ucap Charlotte sambil mencium pipi Darius.


Raja Eduardo yang melihatnya merasakan perasaan iri dirinya terus memandang Darius dengan tajam. Darius yang menyadari nya langsung menyeringai kemenangan.


" Lihatlah Pak tua aku pemenangnya." ucap Darius melalui tatapan nya.


Melihat tatapan Darius yang seakan mengejeknya Raja Eduardo langsung mendekati Charlotte.


Charlotte yang merasakan ada seseorang yang mendekati nya langsung membalikan badannya dan menatapnya sambil mengedipkan mata nya dengan lucu.


Raja Eduardo yang merasa gemas kepada Puterinya langsung mencium keningnya dan memeluknya dengan erat.


" Papa..." ucap Charlotte sambil berpura-pura terkejut.


Melihat itu membuat suasana para pengawal merasa menghangat melihat Raja yang sudah membuka hatinya untuk menerima Puteri kandungnya. Begitu juga Darius yang melihatnya dalam hati merasa senang akhirnya setelah sekian tahun Ayahnya bisa menerima kehadiran Princess kecilnya.


Tetapi sayangnya kebahagiaan itu membuat Zeline merasa marah menurutnya tidak seharusnya Gadis kampung yang berada di hadapannya mencuri perhatian kepada Ayahnya.


" Aku berjanji akan membalas semua apa yang kamu ambil dariku Charlotte, dan ku singkirkan kamu dari istana ini." batin Zeline sambil tersenyum licik.


Zeline tidak menyadari bahwa gerak-geriknya sedang di lihat oleh Darius dan Charlotte. Darius yang melihat tatapan Zeline merasa marah ia yakin dia akan melakukan sesuatu kepada Princess nya.

__ADS_1


" Cih....tidak akan kubiarkan kamu melukai adik polos ku. jika dia sampai berani menyentuhnya akan ku pastikan kamu akan menyesal." batin Darius sambil menatap benci Charlotte.


Charlotte yang menyadari tatapan kebencian Darius kepada Zeline bersmirk diam-diam.


" Hahaha....satu pulau terlampaui....tinggal rencana selanjutnya yang pasti membuat mu hancur Zeline." batin Charlotte.


" Papa sampai kapan Char di peluk?" tanya Charlotte dengan suara kecil.


Raja Eduardo yang merasakan puterinya mulai tidak nyaman dengan perlahan melepaskan pelukannya. Ia berdehem untuk memulai pembicaraan.


" Aku akan mengadakan pesta penyambutan Charlotte sebagai Puteri Slovenia." ucap Raja Eduardo.


Deg....Deg ..


.


.


.


" Sayang maafkan aku yang telah membuat hidupmu hancur dan dengan teganya membunuh anak kita. Aku berjanji akan membalas perbuatan mereka kepadamu. Tunggu lah sebentar lagi aku akan menampakkan diri di hadapanmu." ucap Seseorang sambil memegang selembar foto bergambar seorang wanita.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2