
Namamu sekarang adalah Dominic Maxvier dan kau akan menjadi pewarisku." ucap Raja Arnold yang kemudian langsung pergi keluar meninggalkan Dominic kecil sendirian.
Setelah itu Dominic kecil selalu di didik keras oleh Raja Arnold untuk mempersiapkan dirinya sebagai calon Raja sebelumnya. Sebenarnya Dominic kecil sama sekali tidak ingin menjadi Raja. Tetapi apalah daya karena hanya di sini dirinya bisa menjalani hidup walaupun Ayah nya terkesan cuek kepadanya. Dia tidak peduli setidaknya beliau tidak memukulnya seperti ibu.
Karena terlalu lelah setelah belajar Dominic kecil memutuskan untuk berjalan-jalan menuju ke hutan yang sangat jarang di kunjungi. Kata pelayan pribadi nya bahwa hutan tersebut berhantu dan memiliki banyak hewan buas di sana. Perkataan itu sama sekali tidak mempengaruhi Dominic kecil sebab rasa penasarannya lebih tinggi dari hanya sekedar cerita hantu.
Ketika Dominic berjalan-jalan masuk ke dalam hutan dirinya mendengar suara orang tangisan, dan memutuskan untuk berjalan mendekat. Dominic terkejut melihat seorang anak laki-laki kecil yang sedang menangis melingkup di bawah pohon
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Dominic kepada anak laki-laki itu.
Anak laki-laki itu mengadahkan kepalanya dan menatapnya dengan polos. Sungguh itu membuat Dominic merasa perasaan aneh yang belum ia rasakan karena selama ini hanya tatapan tajam dan jijik yang di perlihatkan orang kepadanya.
" Siapa kau mengapa? dan kau berada di sini?' tanya Dominic sambil berlutut menyamakan tingginya dengan anak laki-laki itu.
__ADS_1
Anak laki-laki itu terus melingkup di bawah pohon sambil menangis. Membuat Dominic terlihat kebingungan untuk menghentikan nya.
" Hei...anak laki-laki tidak boleh menangis." ucap Dominic yang berdiri di hadapan anak laki-laki itu.
" Siapa kau?" tanya anak laki-laki itu dengan tampang wajah polosnya.
" Kau lucu namaku Dominic." ucap Dominic sambil mengulurkan tangannya.
Anak laki-laki itu dengan cepat membalas jabatan tangan darinya sambil memberitahu namanya.
Dominic yang mendengarnya tersenyum sambil menggendong Damian kecil dengan pelan.
" Baiklah, aku akan membawamu kembali ke rumah." ucap Dominic yang langsung di angguki oleh Damian.
__ADS_1
Saat di perjalanan mereka saling bercanda entah mengapa Dominic merasa begitu nyaman berbicara dengan Damian. Akhirnya sampai perjalanan yang cukup menghabiskan waktu Dominic melihat sebuah kastil kecil di tengah hutan.
" Apa ini rumah mu?" tanya Dominic sambil melirik Damian yang berada di punggungnya.
" Iya, Kakak aku tinggal di sini sendirian karena ayah ku sama sekali tidak mempedulikan ku, kau lihat kak bangunan besar itu adalah tempat tinggal ayah ku." ucap Damian sambil menunjuk ke arah sebuah bangunan istana utama yang sedikit terlihat.
Dominic yang mendengarnya langsung bisa menyimpulkan bahwa Damian adalah salah satu kerabat nya. Tiba-tiba saja ada seorang wanita yang datang berlari menuju ke arah mereka dan mengambil Damian dari gendongan nya. Lagi-lagi Dominic melihat tatapan itu membuat nya merasa jengah dan memutuskan untuk kembali ke istana.
Sejak saat itu Dominic tidak pernah bertemu dengan Damian lagi. Mengingat Raja Arnold sudah menutup akses nya memasuki hutan. Hal tersebut membuat nya sedikit rindu dengan ocehan Damian.
Saat Dominic ingin kembali ke kamar setelah menyelesaikan pelajaran nya bertapa terkejutnya ketika melihat Damian bersama Raja Ayah kandungnya.
" Mereka ada hubungan apa....
__ADS_1
Countine...