
"Baiklah, aku akan mengucapkan sejujurnya kepadamu Darius. Sebenarnya aku sudah mengetahui tentang Keluarga kandung ku sejak lama. Makanya saat kau datang untuk menjemput ku kembali ke Slovenia. Aku menyembunyikan identitas ku dan mengubah sifat ku seperti Anak-anak, dan aku ingin mengatakan satu hal berhati-hati terhadap sekitar mu Darius." ucap Charlotte yang memperingatkan Darius.
Darius yang mendengarnya cukup terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Charlotte sudah lama mengetahui Keluarga nya. Tapi ia sama sekali tidak menyalahkan Charlotte. Karena mungkin adiknya membutuhkan waktu untuk bisa memaafkan mereka.
Darius mengambil sebuah kotak kecil yang berada di sakunya.
" Aku ingin memberikan sesuatu untukmu. Sebenarnya waktu itu aku ingin memberikan nya saat dirimu masih berada di istana. Tetapi ternyata kau sudah pergi ke London. Mungkin karena kamu membenci ku, aku sama sekali tidak mengharapkan kau menerima nya." ucap Darius sambil membuka kotak tersebut.
Charlotte yang melihatnya terkejut ketika kotak tersebut di buka. Di sana terdapat sebuah gelang kecil berbentuk salju putih yang cantik. Seketika pikirannya melayang saat kehidupannya yang lalu. Saat itu ketika dirinya sedang sedih karena Ayahnya lebih mementingkan Zeline. Tiba-tiba saja ada sebuah kotak kecil yang berada di depan pintu kamarnya. Charlotte pun mengambilnya dan membukanya. Di dalam kotak itu terdapat sebuah gelang yang persis di pegang oleh Darius.
Mengingat itu matanya mengeluarkan air mata, Charlotte sama sekali tidak menduga bahwa seseorang yang memberikan gelang bertuliskan selamat datang ternyata adalah Kakaknya.
Dengan perlahan Charlotte mengambil gelang tersebut dari tangan Darius, dan memakainya di tangan kirinya yang terbalut sarung tangan.
" Terima kasih." ucap Charlotte sambil tersenyum tipis.
Membuat Andrew dan kedua orang tua nya tersenyum bahagia. Terutama Darius yang tidak menduga bahwa Charlotte menerima pemberiannya.
__ADS_1
" Sama-sama princess kecilnya kakak." ucap Darius sambil tersenyum lebar.
...****************...
Setelah pertemuan yang menegangkan sekarang Charlotte sedang berada di kereta kuda yang akan membawanya ke sebuah tempat pernikahan nya di adakan.
Michael yang melihat kegugupan keponakannya mengelus rambutnya yang di tutupi veil dengan lembut.
Ketika sudah berada di tempat upacara Charlotte turun dengan di bantu oleh Michael.
Charlotte yang mengetahui bahwa Uncle berusaha menghiburnya tersenyum. Meskipun pernikahan ini sama sekali bukan keinginan nya. Tetapi tetap saja ia merasa gugup.
Ketika Charlotte berjalan di atas karpet merah dengan di bantu oleh Michael. Di sana ia melihat Damian yang menggunakan pakaian pangeran nya berwarna hitam dengan berbagai ornamen yang di pasang di kedua dada dan bahunya.
Sedangkan Damian terpaku melihat kecantikan Charlotte. Ia sama sekali tidak menduga bahwa sekarang diri nya bisa menikahi wanita yang selama ini ia sia-siakan. Meskipun sekarang Charlotte sudah tidak memiliki perasaan kepadanya lagi. Tetapi Damian akan berusaha membuat Charlotte jatuh hati kepadanya.
Ketika Charlotte sudah berada di hadapannya Michael menyerahkan tangan Charlotte kepada Damian.
__ADS_1
" Tolong jaga keponakan ku baik-baik. Jangan sampai kau melukainya." ucap Michael kepada Damian.
Charlotte meringis mendengar ucapan dari Uncle nya.
" Sayangnya dia sudah menyakiti hatiku Uncle." batin Charlotte.
Damian menerima tangan Charlotte dan menggenggam nya dengan erat.
" Saya berjanji akan menjaganya baik-baik Mr. Hepburn." ucap Damian dengan tegas.
Setelah itu prosesi upacara pernikahan berlangsung. Ketika Damian dan Charlotte saling mengucapkan sumpahnya.
Terdapat seorang gadis yang menatapnya dengan tajam.
" Awas kau Charlotte, aku akan membuatmu di benci oleh Damian." ucap nya sambil tersenyum licik.
Continue...
__ADS_1