
Setelah menghabiskan waktu seharian di kebun binatang. Mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke istana dan masalah orang yang mengikuti sedari tadi hanya diam tanpa melakukan penyerangan.
Menurut Charlotte mungkin tugas orang itu hanya mengamatinya dan mencari sesuatu untuk melemahkan dirinya ataupun Damian.
Sedangkan Darell dan Celline sudah tertidur setelah menghabiskan es krim. Membuat perasaan Charlotte senang karena bisa menghabiskan waktu bersama kedua anaknya. Setidaknya mereka berdua memiliki kenang-kenangan sebagai orang biasa.
Sampai di depan istana Charlotte bisa melihat Damian yang sedang berdiri. Langsung saja Charlotte keluar dari mobil dan menyuruh dua pelayan untuk menggendong anaknya untuk membawanya ke kamar masing-masing. Sedangkan Charlotte berjalan menuju ke arah Damian yang tampaknya sedang merenung.
" Sepertinya kau sedang banyak pikiran?" tanya Charlotte sambil menepuk bahu Damian pelan.
Damian terkejut merasa seseorang menepuk pundak nya dengan tiba-tiba. Tapi ketika mengetahui bahwa Charlotte pelakunya ia bernafas lega.
" Lebih baik kita bicarakan di kamar saja." ucap Damian sambil merengkuh pinggang Charlotte dan membawanya masuk ke dalam istana.
...****************...
" Oh astaga ini adalah mimpi buruk ku." ucap seorang wanita yang berada di depan wastafel menampilkan raut wajah frustasinya dengan memegang sebuah benda berbentuk stik menunjukkan garis dua merah.
__ADS_1
Hal itu sukses membuatnya stres mengetahui kondisinya saat ini. Tujuannya berada di sini adalah untuk menempuh kehidupannya yang baru tanpa bayangan siapapun. Sayangnya sekarang dirinya terjebak dengan seorang bayi yang sedang berkembang di dalam tubuhnya.
" Bagaimana ini kau bodoh Michaela...kau bodoh...hiks...." ucapnya sambil meringkuk di lantai kamar mandi miliknya.
...****************...
" Jadi sekarang kita berada di kamar, apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan Damian?" tanya Charlotte sambil melipat tangannya di dada menatap Damian dengan tatapan menurut jawaban.
Damian menghela nafasnya sambil mengambil sebuah surat yang di dapatkan tadi.
" Akhirnya mereka menyetujuinya, aku bisa bertemu dengannya tengah malam nanti." ucap Damian sambil menyerahkan surat di tangannya kepada Charlotte.
" Aku tidak tahu harus mengatakan tapi ikutin kata hatimu. Jika kau ingin bertemu dengan nya temui saja. Lagipula kalian sudah lama tidak bertemu dan saling menyapa satu sama lain. Kalian saudara walaupun berbeda ibu tetapi kalian harus saling kompak. Seperti kau ajarkan kepada di kembar." ucap Charlotte sambil tersenyum.
Damian yang mendengarnya termenung jujur saja dia ingin sekali bertemu dengan kakak tirinya. Mengingat mereka sering menghabiskan waktu bersama ketika masih kecil. Meski dia saat itu belum tahu mengenai kakaknya.
Damian dengan lembut menarik tangan Charlotte dan mengecup telapak tangannya lembut. Sebelum menciumi bibir nya.
__ADS_1
" Kau benar sayang, aku akan menemuinya nanti malam. Mungkin ini saatnya aku bertemu dengannya." ucap Damian yang tersenyum.
Hanya bersama Charlotte dan kedua anaknya dirinya bisa tersenyum tulus. Mengingat hanya mereka yang adalah satu-satunya harga berharganya.
Charlotte mendengarnya menggangguk kepalanya dengan bangga kepada sikap dewasa Damian. Menurutnya Damian sudah sangat berubah dengan kehidupannya sebelumnya.
Meskipun dulunya dirinya berusaha untuk melupakan Damian. Tapi dirinya tidak mengapit ketika pertemuan mereka pertama kalinya setelah sekian lama. Charlotte merasakan perasaan rindunya.
Dengan perlahan Charlotte mencium Damian membuat sang empu terkejut sebelum membalasnya.
Tidak berapa lama mereka berdua mengakhiri ciumannya, dan saling menempelkan dahi masing-masing.
" I Love You Husband." ucap Charlotte sambil menatap cinta Damian.
Membuat Damian merasakan perasaan bahagia.
" I Love You too Wife."
__ADS_1
Countine....