
" Apa kamu mau es krim?" tanya Raja Eduardo yang menawarkan es krim kepada Charlotte.
Semua orang yang melihatnya terkejut melihat Raja Eduardo yang mau berbicara dengan Charlotte anak di bencinya. Sedangkan Charlotte yang mendengarnya matanya yang berbinar cerah mendengar kata es krim sontak ia langsung mengangguk kepalanya semangat.
" Mau...mau Char mau..." ucap Charlotte sambil melompat senang di dalam pelukan Darius.
Raja Eduardo yang mendengarnya tanpa sadar tersenyum tipis tanpa di siapapun yang mengetahuinya.
" Baiklah ikut dengan ku." ucap Raja Eduardo yang kembali dengan tatapan nya datar.
Charlotte langsung mengikuti Raja Eduardo dari belakang di ikuti oleh Darius. Zeline yang di tinggalkan sendirian diam-diam ia mengepalkan tangannya walaupun wajahnya polos tetapi mereka sama sekali tidak tahu bahwa dalam hatinya busuk.
Mata Charlotte terus berbinar melihat keindahan istana bahkan Darius yang melihatnya saja tertawa kecil. Bahkan para pekerja istana banyak terkejut melihat Pangeran Mahkota yang sudah tidak lama tertawa.
" Es krim...es krim....nananna...." ucap Charlotte sambil bersandung ria.
Raja Eduardo diam-diam juga tersenyum melihat kelucuan Charlotte.
Sampai akhirnya mereka ada di ruang makan semua anggota kerajaan sedang mengadakan makan siang Charlotte yang melihat es krim langsung mengambilnya dan memakannya dengan lahap.
__ADS_1
Melihat itu Darius langsung tertawanya terbahak-bahak melihat Charlotte yang wajahnya sudah di penuhi noda es krim.
Charlotte yang melihat Darius menyerngitkan dahinya bingung.
" Kakak kenapa tertawa?" tanya Charlotte dengan lugu tanpa menyadari wajahnya yang sudah di penuhi noda es krim.
" Hahahaha.... wajah mu Char.... hahaha..." ucap Darius yang tidak jelas karena keasikan tertawa.
Raja Eduardo yang melihatnya menggelengkan kepalanya ia mengambil sapu tangan di atas meja..
" Char menghadap ke sini." ucap Raja Eduardo dengan nada perintah
" Hu'um."Charlotte yang mengangguk kepalanya sambil membalikkan badannya ke arah Raja Eduardo.
" Lain kali makanlah yang rapi kamu adalah seorang Puteri sekarang." ucap Raja Eduardo ketus sambil membersihkan wajah Charlotte dengan sapu tangan tadi.
Melihat apa yang dilakukan Raja Eduardo membuat suasana hening mereka semua terkejut melihat bahwa sudah sejak lama tersenyum tulus.
" Terima kasih heem...aku harus memanggil ku apa?" tanya Charlotte sambil menunjuk Raja Eduardo dengan lucu.
__ADS_1
" Panggil Papa saja." jawab Raja Eduardo dengan ketus.
Sontak Charlotte yang mendengarnya mengangguk kepalanya dengan semangat.
" Baik papa hoam...." ucap Charlotte sambil menguap. Padahal dia baru saja bangun tidur setelah tertidur selama perjalanan.
Melihat Princess kecilnya mengantuk sontak Darius langsung menggendong ala koala. Charlotte sama sekali tidak protes ia menenggelamkan wajahnya di lekukan leher Darius sebelum akhirnya tertidur.
" Permisi Yang Mulia saya akan membawa adik ke kamarnya." ucap Darius yang langsung meninggalkan ruang makan tanpa mempedulikan jawaban Raja Eduardo.
...****************...
Sampai di kamar Charlotte ia di baringkan di sebuah ranjang besar dengan banyak boneka yang menjadi penghias kamar. Memang Darius sudah menyuruh para pelayan untuk mendekorasi kamar Charlotte seperti keinginan Princess kecilnya yang menginginkan banyak boneka.
Setelah itu Darius mencium kening Charlotte sambil menyelimuti tubuh Charlotte di selimut.
" Selamat tidur Princess." ucap Darius pelan sebelum berjalan meninggalkan kamar.
Setelah Darius pergi tiba-tiba Charlotte membuka matanya yang tadinya tatapan matanya yang polos menjadi tajam.
__ADS_1
" Musuh ku akhirnya kita bertemu....
Continue....