Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Bimbang


__ADS_3

" Tadi Daddy dan Mommy cuma sedang berlari mengelilingi istana." ucap Charlotte yang setidaknya masuk akal.


Damian yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya ketika menyadari bahwa Celline melihatnya.


" Yah.... seharusnya Mom ajak Celli juga, Celli kan ingin olahraga bersama kalian." ucap Celline cemberut.


Charlotte melihat Celline dengan canggung sambil berjongkok di hadapannya.


" Kita bisa melakukannya lain kali bukannya nanti sore kita harus menemui paman mu." ucap Charlotte sambil mengelus rambut Celline.


Celline sontak matanya berbinar mendengar Mommy nya akan mengajaknya bertemu Paman kesayangannya.


" Benarkah kita akan Slovenia bertemu dengan paman Darius." ucap Celline senang.


" Iya sayang lagipula kita kesana untuk menghadiri acara pernikahan paman mu itu." ucap Charlotte.


" Ok...kalau begitu Celline akan bersiap terlebih dahulu bersama Pengasuh. Sampai berjumpa nanti Dad Mom." ucap Celline yang berlari menuju kamarnya.

__ADS_1


Charlotte dan Damian yang melihatnya bernafas lega. Setidaknya kali ini mereka berdua tidak ketahuan pergi sepanjang malam. Charlotte melirik tajam Damian membuat sang empu yang melihatnya mengangkat alisnya bingung.


" Jika ini terjadi lagi aku akan menghabis mu, Tuan tidak peka." ucap Charlotte yang melangkah pergi menuju kamarnya.


Damian memperhatikan Charlotte dari jauh ia sebenarnya tidak mengerti mengapa isterinya mengatainya tidak peka untuk kesekian kalinya. Tapi setidaknya bebannya kali ini sedikit ringan sebab dia sudah membongkar satu rahasia. Meskipun ia masih menyimpan rahasia yang lainnya salah satunya berkas tadi.


Kemudian setelahnya Damian langsung berjalan menuju ruang kerjanya untuk menemui Sean.


Ceklek...


Ketika Damian masuk ke dalam ruangannya ia melihat Sean Asisten nya yang sudah berada di ruangannya.


" Selamat pagi, Yang Mulia. Apa perjalanan semalam bersama Ratu menyenangkan?" tanya Sean yang berusaha mencairkan suasana.


Damian melirik Sean sambil berjalan menuju kursi kerjanya dan duduk dengan ekspresi datar.


" Buruk, aku sama sekali tidak menyangka. bahwa dia akhirnya muncul lagi setelah enam tahun yang lalu." ucap Damian sambil menyerahkan sebuah berkas kepada Sean.

__ADS_1


Sean membaca berkas yang di terimanya dari Raja. Bertapa terkejutnya dia ketika membaca isinya.


" Saya juga tidak percaya bahwa anda dengannya bisa berselisih paham seperti ini, Yang Mulia. Bukannya dia cukup dekat dengan anda ketika kecil dulu." ucap Sean sambil memperhatikan ekspresi sulit Damian.


Damian menghela nafasnya sambil memutar kursinya ke belakang dan memperhatikan Charlotte beserta keduanya sedang bermain bersama-sama. Ia bisa melihat keceriaan Charlotte yang telah kembali setelah dirinya mengambil suatu hal yang sangat berharga baginya dan juga dirinya. Andaikan ia tidak mengalami kesempatan ini mungkin saja dirinya akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.


Dan alasan hidupnya sekarang memastikan keluarga dan seluruh rakyatnya tetap aman meskipun ia harus melawannya.


" Aku tetap harus melakukan yang seharusnya Ayahanda lakukan sejak dulu." ucap Damian dengan datar.


" Yang Mulia." ucap Sean dengan khawatir bahwa sekarang Raja nya sedang bimbang.


" Saya tidak yakin bahwa saran yang akan saya ucapkan bermanfaat bagi anda. Tapi setidaknya anda harus berusaha membuat jalur damai tidak mungkin, Yang Mulia. ingin melakukan kesalahan yang sama dengan mendiang Ayahanda anda. Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu." ucap Sean sambil membungkuk sebelum membalikan badannya pergi.


Mendengar saran dari Sean membuat Damian diam-diam tersenyum miris.


" Aku tidak tahu dia akan memaafkan diriku atau tidak. Karena masalah ini sangat rumit untuk di selesaikan." gumam Damian sambil tangannya memegang sebuah foto lama yang di dalamnya terdapat sepasang anak laki-laki tersenyum bahagia.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2