Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Jangan Menghalangi Ku Untuk Menjatuhkan Mereka


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar Raja. Damian tiba-tiba saja mengajak Charlotte berbincang dan akhirnya mereka sekarang berada di taman istana dengan di temani secangkir teh dan kue.


Charlotte meminum teh tersebut dengan anggun semua gerak-geriknya di perhatikan Damian membuatnya merasa tidak nyaman apalagi sedari tadi pria itu tidak berbicara membuatnya marah saja. Charlotte meletakkan cangkir teh yang dipegangnya di atas meja.


" Jadi, bagaimana bisa kamu melakukannya tanpa persetujuan darimu." ucap Charlotte to the points sambil menampilkan ekspresi marah.


Damian yang mendengar pertanyaan Charlotte terdiam sambil meletakkan cangkir teh itu di atas meja.


" Saya melakukannya karena demi Raja, apa kau tahu semuanya berubah saat kedatangan kita kembali di zaman ini." ucap Damian dengan datar.


Membuat Charlotte seketika terdiam sambil berpikir bahwa yang di ucapkan Damian semuanya kebenaran. Karena sejak kedatangannya kembali ia bisa ada orang yang tulus berada di sisinya tidak seperti yang dulu dia hanya di manfaatkan oleh Ayahnya sendiri. Mengingat itu Charlotte mengepalkan tangannya bertanda bahwa dia sangat kesal.

__ADS_1


" Mungkin kita memang bisa mengubah masa depan termasuk tidak menikah denganmu." ucap Charlotte sambil bersmrik.


Damian yang mendengar ucapan Charlotte akhirnya tidak bisa menahan amarahnya lagi sudah cukup dia bersabar menghadapi sikap Charlotte yang selalu mengacuhkannya. Ia pun berdiri dari kursi yang tadi dia duduki kemudian berjalan mendekat.


Ketika sudah berdiri di depan Charlotte, Damian langsung mencengkram dagu nya dengan kuat membuat Charlotte merasakan sakit tapi ia bisa menahannya. Karena dia sudah biasa akan lukanya dulu dan sekarang.


" Saya sudah cukup bersabar menghadapi mu Charlotte. Jangan sampai saya melakukan sesuatu yang akan membuat mu menyesal." ucap Damian sangat dingin.


Tetapi Charlotte sama sekali tidak takut dengan tatapan Damian yang sangat dingin itu. Ia pun menatap berani Damian yang tidak kalah tajam.


Damian yang mendengar nada suara Charlotte yang sama sekali tidak takut kepadanya menggeram dan dengan cepat ia mencium Charlotte dengan kasar.

__ADS_1


Membuat Charlotte terkejut ia berusaha melepaskan ciumannya tapi tenaganya tidak sebanding dengan Damian. Akhirnya Charlotte memutuskan menggunakan teknik bela diri yang ia kuasai saat menjadi Agen. Charlotte menarik dasi Damian seolah-olah membalas ciumannya.


Damian yang mengetahui bahwa Charlotte membalas ciumannya tersenyum senang. Tapi tidak sedetik kemudian tubuhnya merasakan sakit karena hantaman di tanah. Damian membuka matanya dan melihat Charlotte yang berdiri angkuh.


Charlotte langsung membanting tubuh Damian ketika pria itu sedang lengah. Kemudian Charlotte berjongkok di hadapan Damian yang masih berbaring.


" Baiklah, aku menerima menikah denganmu tapi satu hal yang harus kamu ketahui jangan harap mendapatkan cinta dari saya, dan jika kamu tidak ingin memenuhi syarat itu bisa saja kamu menyukai Zeline atau wanita rubah itu seperti di masa lalu. Sampai menjadi seorang yang bodoh karena di manfaatkan. Tapi jangan sampai juga kamu menghalangi rencana yang ku buat untuk menjatuhkan mereka atau tidak saya akan membunuhmu." ucap Charlotte dengan pelan tapi sorot matanya yang dingin.


Setelah mengatakan itu Charlotte berjalan pergi tanpa membantu Damian sama sekali.


Damian tertawa lirih melihat bagaimana tadi sikap Charlotte kepadanya.

__ADS_1


" Memang aku pernah membuat mu merasakan sakit tapi tidak bisa kamu memaafkan ku Audrey." ucap Damian dengan pelan.


Continue...


__ADS_2