Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Terpaksa Menyetujui


__ADS_3

Ketika Charlotte sedang sibuk dengan pikirannya Damian membuka pintu kamar sang Raja. Seketika mata Charlotte membelakak melihat kondisi Raja yang sedang terlihat lemah terbaring di ranjangnya.


Sedangkan Damian hanya menampilkan ekspresi datarnya ia membungkuk badannya sedikit.


" Salam, Yang Mulia Raja." ucap Damian memberikan salamnya.


Charlotte yang melihatnya langsung saja juga membungkuk badannya.


" Salam juga, Yang Mulia." ucap Charlotte yang memberikan salamnya sambil tersenyum.


Raja yang melihatnya tersenyum tapi ada perasaan sedih ketika melihat tatapan datar dari Puteranya.


" Apakah kamu Puteri Charlotte?" tanya Raja dengan suara lemahnya.


Charlotte tersenyum sambil mengangguk kepalanya. Ia langsung menghampirinya saat ketika Raja menyuruhnya untuk mendekati nya.


Ketika berada di samping Raja, Charlotte menggenggam tangan pria paruh baya itu dengan lembut.


" Apa kabar anda baik, Yang Mulia?" tanya Charlotte.


" Saya baik-baik saja Puteri." ucap Raja sambil tersenyum lemah seolah mengatakan dia baik-baik saja.

__ADS_1


Tetapi Charlotte tahu bahwa Raja itu berbohong. Sedangkan Damian hanya menyadarkan tubuhnya di dekat jendela yang menuju ke arah taman.


" Damian." panggil Raja yang memanggil Damian dengan nama.


Damian yang mendengar bahwa Raja memanggil namanya setelah sekian lama tersentak tetapi ia segera mengembalikan ekspresi nya.


Raja yang melihat bahwa Damian mengacuhkan nya hanya bisa tersenyum miris. Menurutnya ini bukan salah Damian karena awal semua permasalahannya adalah dirinya yang tidak bisa menghabiskan waktunya dengan Puteranya.


Charlotte yang melihat interaksi antara Ayah dan Anak seperti orang asing. Hanya tersenyum paham karena ia juga tidak bisa mendekatkan dirinya dengan Ayah kandungnya apalagi setelah kejadian di kehidupan lalunya. Karena dia tidak bisa memaafkan Ayah yang tega membuangnya demi anak Angkatnya.


" Puteri, apa saya boleh meminta sesuatu?" ucap Raja yang meminta keinginannya kepada Charlotte.


" Baiklah, Saya akan melaksanakan keinginan anda, Yang Mulia. Karena anda sudah saya anggap Ayah saya sendiri." ucap Charlotte yang menyetujuinya.


" Saya ingin melihat pernikahan kalian secepatnya." ucap Raja to the points.


Deg...Deg...


Jantung Charlotte seketika berdegup kencang mengetahui apa yang di inginkan oleh Raja. Tetapi tidak untuk Damian karena ia sudah tahu terlebih dahulu.


Seketika Charlotte merasa gugup di satu sisi ia sama sekali tidak ingin menikah dengan Damian lagi. Tapi di sisi lain ia tidak bisa menolak keinginan Raja apalagi melihat kondisinya yang memperihatinkan.

__ADS_1


Dengan tekat yang kuat Charlotte menghembuskan nafasnya. Akhirnya setelah lama berpikir Charlotte sudah putuskan.


" Saya akan menerima pernikahannya dengan Pangeran Damian, Raja." ucap Charlotte yang menyetujui keinginan Raja. Meskipun hatinya terasa berat.


Sang Raja yang mendengarnya menghembuskan nafas lega kemudian ia melirik Damian yang terlihat senang mendengar ucapan Charlotte.


Dalam hati Raja bersyukur akhirnya ia bisa melihat anak satu-satunya menikah meskipun perjodohan.Raja berharap suatu hari nanti mereka akan menjadi keluarga kecil yang bahagia dan bisa membuat negara ini menjadi lebih maju.


" Saya senang mendengarnya." ucap Raja sambil tersenyum bahagia.


Charlotte yang melihatnya hanya membalasnya dengan senyuman canggung.


...****************...


Setelah keluar dari kamar Raja, Charlotte hanya berdiam mematung di depan pintu.


Damian yang melihatnya hanya mampu diam karena ia tahu bahwa saat ini Charlotte masih terlihat terkejut tentang pernikahan mereka yang di percepat.


" Audrey, saya ingin berbicara denganmu....


Continue...

__ADS_1


__ADS_2