Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Siapa Pria Itu


__ADS_3

" ARRGG....sialan bagaimana aku bisa melupakan kalung itu." ucap Charlotte sambil mengacak rambutnya frustasi.


Setelah tadi pertemuan dengan Damian yang berakhir tidak baik. Charlotte yang sangat kesal dengan Damian sampai melupakan bahwa kalungnya berada di tangan pria itu.


Saat ini Charlotte sibuk mengutuk dirinya di kamar nya tanpa seorang pun yang mendengarnya jika ada yang mendengarnya pasti Charlotte dikatakan gila.


Setelah puas mengutuk dirinya yang ceroboh Charlotte menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Tenang Char semua akan baik-baik saja, besok kau tinggal bertemu dengan pria itu dan meminta kembali kalungmu itu." ucap Charlotte yang berusaha menenangkan diri.


Drrrt Drrrt...


Tiba-tiba handphone milik Charlotte berbunyi ia pun langsung mengambil handphone nya yang berada di saku gaunnya dan senyumannya langsung mengembang ketika melihat nama yang tertera di layar Handphonenya. Langsung saja Charlotte angkat panggilan tersebut dengan senang.


" Hallo Mom bagaimana keadaan mu di sana apa kau tidak merindukan diriku?" tanya Charlotte sambil tersenyum.


Sedangkan orang yang di seberang sana malah tertawa mendengar ucapan Charlotte.

__ADS_1


" Hahahaha....tentu saja aku sangat merindukanmu. Char bagaimana bisa aku tidak merindukan mu jika kau sudah dianggap sebagai Puteri kita sendiri."


Charlotte yang mendengarnya tertawa sudah sejak lama ia tidak bertemu dengan wanita itu.


" Jadi apa yang membuat Mom menelepon ku?" tanya Charlotte.


" Char, apa besok lusa kamu bisa kembali ke London. Kami akan mengadakan peringatan kepergian nya yang ke dua tahun."


Seketika tubuh Charlotte terasa kaku mendengar ucapan wanita yang menghubungi nya itu.


" Tapi Mom...." ucap Charlotte terpotong ketika orang yang menghubungi nya mengucapkan sesuatu yang membuatnya merasa sesak.


Charlotte hanya diam ia tidak tahu harus mengatakan apa.


Sedangkan orang yang menghubungi nya menghembuskan nafasnya lelah.


" Baiklah kami menunggu kehadiran mu sebagai kekasih anak ku Char."

__ADS_1


Setelah itu orang tersebut mematikan panggilannya. Sedangkan Charlotte masih berdiam kaku sampai ia menyadari bahwa wanita tersebut sudah mematikan panggilannya.


Charlotte menaruh Handphone nya di dalam lacinya dan beranjak menuju ke kamar mandi ia harus mendinginkan pikirannya yang sedang kacau. Ia melepaskan semua pakaiannya dan mengguyur tubuhnya di bawah shower dengan tubuhnya yang di basah. Diam-diam Charlotte meninttikan air mata nya dan tidak lama kemudian ia pun menangis.


Tangisannya terdengar pilu tidak ada seseorang pun mendengarnya. Malam ini Charlotte menumpahkan rasa sakitnya di bawah air shower yang dingin.


Untuk hari ini biarkan Charlotte mengeluarkan sisi rapuhnya setelah menutupinya selama dua tahun. Ia merasakan kehilangan untuk ke sekian kalinya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Damian saat ini sedang berada di kamar yang gelap. Ia hanya memandang isi foto yang berada di kalung tersebut. Ia bisa melihat pancaran kebahagiaan Charlotte saat memeluk pria itu. Dalam hatinya Damian merasa cemburu seandainya ia lebih dulu bertemu dengan Charlotte mungkin sekarang ia bisa mendapatkan cintanya kembali.


Sambil meminum Alkohol nya Damian mengambil Handphone nya untuk menghubungi seseorang. Setelah panggilan tersambung Damian langsung mengucapkan sesuatu.


" Cari identitas pria yang berada di foto yang aku kirim, aku tunggu selama dua puluh empat jam untuk mencari informasi nya." ucap Damian yang langsung mematikan panggilannya.


Sejak tadi pikiran Damian sangat kacau mengingat Charlotte bisa bahagia dengan orang lain. Ada sebagian hatinya tidak terima melihat Charlotte tersenyum dengan pria lain.

__ADS_1


" Siapa pria itu...


Continue...


__ADS_2