
Flashback On....
Beberapa saat yang lalu....
Raja Eduardo beserta dengan Darius dan Zeline sedang menunggu di salah satu ruangan yang berada di istana.
" Ayahanda, apa ini yang terbaik bagi Char?" tanya Darius yang tidak yakin. Karena sebenarnya dia tidak menyetujui rencana Ayahandanya untuk menikahkan Charlotte dan Damian. Darius sangat tahu bahwa Damian di kenal sebagai pria yang dingin bahkan tidak peduli terhadap sekitar nya. Ia takut bahwa Princess nya akan dilukai.
Sedangkan Raja Eduardo yang mendengarnya menyunggingkan senyumannya atau lebih tepatnya menyeringai.
" Aku sama sekali tidak peduli padanya bagiku anak itu adalah seorang pembunuh. Seharusnya dia bersyukur karena akan di nikahkan oleh Pangeran Mahkota dari negara besar." ucap Raja Eduardo dengan santai.
Darius yang mendengarnya langsung merasa kesal. Bagaimana bisa seorang Raja yang dikenal baik oleh Rakyatnya. Bisa melakukan hal keji kepada Puterinya sendiri.
" Kau tega kepada anakmu sendiri Ayahanda. Aku cuma bisa berharap bahwa Charlotte sama sekali tidak benci dengan mu suatu hari nanti." gumam Darius dengan pelan.
Entah mengapa ucapan Darius membuat Raja Eduardo merasakan perasaan sakit. Tetapi ia bisa mengendalikan ekspresi nya dan menyangkal bahwa perasaannya untuk. Charlotte adalah benci.
Tiba-tiba saja ada seorang pelayan datang menghampiri mereka.
__ADS_1
" Salam, Yang Mulia Raja Eduardo, Pangeran Darius dan Puteri Zeline." salam pelayan itu sambil membungkuk hormat.
Mereka semua menjawab dengan anggukan kepala. Sampai Zeline berbicara.
" Apa kami boleh bertemu dengan Saudara ku?" tanya Zeline yang di buat-buat.
" Maaf, Puteri. Tuan Puteri Charlotte tidak mengijinkan kalian untuk mendatangi nya. Karena Keluarga Puteri Charlotte sudah datang menemuinya." ucap Pelayan itu sambil menundukkan kepalanya takut.
Deg....Deg....
Raja Eduardo dan Darius yang mendengarnya terkejut. Mereka tidak mengetahui siapa yang di maksud pelayan itu. Mereka saling melirik satu sama lain.
Sampai akhirnya Raja Eduardo berdiri dari kursinya.
Tanpa menyadari bahwa Darius dan Zeline yang mendengar ucapan Raja Eduardo terkejut.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti Raja Eduardo dari belakang.
Ketika Raja Eduardo sudah berada di depan pintu kamar Charlotte. Ia pun langsung masuk dan terkejut bagaimana Puterinya sedang tertawa terbahak-bahak bersama seorang pria paruh baya yang seusianya dengannya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Darius yang melihat keakraban Charlotte dengan pria yang seusia nya.
Flashback Off...
Mereka semua saling menatap satu sama lain. Sampai dimana Zeline berdehem.
" Char siapa mereka, mengapa mereka sangat dekat denganmu?" tanya Zeline dengan lembut.
Tetapi semua keluarga Hepburn tahu bahwa gadis di depannya merupakan seseorang yang licik. Karena sejak kecil keluarga Hepburn akan di ajarkan bagaimana mengenal karakter seseorang. Supaya mereka tidak di tipu oleh orang kepercayaan mereka.
Andrew yang mendengar suara gadis di depannya bergidik ngeri. Bagaimana tidak pakaiannya yang berwarna merah darah dengan bagian dada rendah. Apalagi dia melihat semua perhiasan yang di pasang kan gadis itu kebanyakan.
" Dasar ******." batin Andrew yang mengumpat kepada Zeline.
Charlotte berdehem sebentar sambil pandangannya ke arah Raja Eduardo. Ia pun tersenyum.
" Baiklah saya akan memperkenalkan mereka bertiga, di sana ada Michael Hepburn dan isterinya Alice Hepburn, pria yang muda itu adalah anak mereka yang bernama Andrew Hepburn. Mereka adalah keluarga ku." ucap Charlotte sambil tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.
Membuat Raja Eduardo dan Darius yang melihatnya terkejut.
__ADS_1
Deg ... Deg....
Continue...