
Dominic dan wanita tersebut saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya saling menggangguk.
Setelah itu Charlotte dan Damian keluar dari toko menuju ke mobil menunggu sampai pembicaraan mereka selesai.
Dominic melirik sekilas perut wanita yang sudah menghabiskan waktu satu malam bersamanya yang terlihat menggembung.
" Apa kau hamil?" ucap Dominic yang bukan seperti pertanyaan melainkan pernyataan.
Wanita tersebut menggelengkan kepalanya sambil memeluk perutnya seolah-olah melindungi seseorang yang hidup di dalamnya.
" Tidak, aku hamil dengan suamiku." ucap nya sambil memalingkan wajahnya menghindari tatapan intimidasi dari pria di depannya.
Wanita itu tidak menduga bahwa pria yang mengambil mahkotanya merupakan orang yang penting bagi keluarga kerajaan.
Dominic yang mendengarnya tersenyum miring wajahnya yang ditutupi oleh topeng. Dia berjalan perlahan membuat wanita yang sedang terpaku kepada pikirannya tidak menyadari bahwa dirinya sudah berdiri di depannya.
__ADS_1
Wanita itu terkejut ketika melihat pria tersebut sudah berdiri di depannya. Ia bisa melihat sorot mata tajam dan gelap dari topeng yang dikenakan nya. Sejujurnya wanita itu ketakutan dengan apa yang akan pria itu lakukan.
" Sayang sekali aku tidak mempercayainya Michaela Skyler." ucap Dominic sambil tersenyum miring dengan tangannya dengan pelan mengelus perut nya.
Michaela yang melihat nya menahan nafasnya merasakan perasaan aneh di dalam perutnya. Apa mungkin karena calon anaknya bertemu ayah kandungnya.
Melihat reaksi Michaela langsung saja Dominic menarik pinggangnya mendekat ke arahnya sampai tubuhnya saling menempel. Jika saja perut Michaela menjadi penghalang di antara keduanya.
" Aku akan mengurus pernikahan kita dan kau jangan berani-berani nya pergi. Karena aku akan tahu kemana kau pergi dan setelah itu aku akan mengambil anakku. Kau mengerti." ucap Dominic dengan datar.
Michaela yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya kaku merasakan perasaan takut dengan aura yang di keluarkan Dominic.
Michaela yang tangannya di tarik langsung panik.
" Hei...tunggu aku belum menutup toko, aku tidak ingin kehilangan pekerjaan untuk kesekian kalinya." ucap Michaela yang memberontak.
__ADS_1
Sayangnya Dominic tidak melepaskannya melainkan semakin menggenggamnya meskipun ia tidak begitu keras takut melukai tangan wanitanya. Ia setelah kejadian malam itu Dominic merasa tidak bisa melepaskan wanitanya apalagi bagaimana mereka menghabiskan malam panas bersama yang semakin membuatnya bahagia adalah dia pria pertama bagi Michaela.
" Tidak biar orang ku yang akan mengurusnya kita harus segera pergi sebelum orang itu datang dan mengancam nyawa kalian." ucap Dominic sambil membawa Michaela ke arah Charlotte dan Damian yang sedang menunggu didepan mobil.
Melihat kedatangan kakak iparnya sambil menggenggam tangan pelayan toko yang membantunya tadi Charlotte langsung menghampiri nya.
" Apa kau baik-baik saja? pria itu tidak melukai mu bukan?" tanya Charlotte sambil memasang wajah panik.
Michaela dibuat terkejut karena tidak seorangpun yang bertanya seperti itu dan membuatnya merasa tidak enak.
" Saya baik-baik saja dan terima kasih telah menghawatirkan saya Ratu." ucap Michaela dengan pelan.
Sedangkan Dominic berjalan menghampiri Damian yang menatapnya sambil tersenyum miring. Membuat Dominic yang melihatnya merasa kesal dibuatnya.
" Aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal seperti itu kepada seorang perempuan yang masih polos." ucap Damian yang melirik Dominic yang sedang mengenakan topeng sekilas.
__ADS_1
" Iya aku sendiri bahkan tidak menyangka bisa melakukan hal yang sama seperti ayah kita lakukan." ucap Dominic tanpa sadar.
Countine...