Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Siapa Dia


__ADS_3

Apalagi sekarang beliau sedang menunjukkan senyuman miring dengan mata cokelat yang berkilat tajam seakan menusuk siapapun yang melihatnya. Sean yakin bahwa Raja nya tidak akan membiarkan orang itu lolos dengan mudah.


" Biarkan saja ia melakukan semua rencananya, Sepertinya dia akan membuat kekacauan di pesta ulang tahun ku bulan depan." ucap Damian sambil memikirkan rencana musuhnya.


Sean menggangguk kepalanya ia yakin bahwa Raja nya sudah memperkirakan bahwa musuh mereka akan muncul jika ada sebuah perayaan besar yang bisa menarik semua kalangan dunia. Salah satu nya adalah ulang tahun Raja Damian yang akan di selenggarakan bulan depan. Pastinya musuh akan membuat Raja Damian malu terhadap pendiri negara lain.


" Sean, saya ingin anda mencari identitas tentang Dominic Mcknight." ucap Damian sambil menaruh dagunya di kedua tangannya.


Sean yang mendengarnya menyerngitkan dahinya.


" Buat apa anda mencari identitas milik Dominic, Yang Mulia?" tanya Sean penasaran tentang pemikiran sang Raja.


" Nanti kau akan melihatnya sendiri, Sean." ucap Damian dengan senyum misterius terpatri di wajahnya.


...****************...


Sinar matahari membuat sepasang manusia yang sedang tertidur di ranjang terganggu. Sehingga sang wanita yang merasakannya membuka matanya.

__ADS_1


" Auuh.... kepala ku sakit sekali." ucap nya sambil memegang kepalanya yang tampak kesakitan.


Tidak lama kemudian ia menyadari bahwa sekarang dirinya bukan berada di kamarnya, dan bertapa terkejutnya melihat bahwa sekarang ia hanya di tutupi selimut.


" Apa yang terjadi kepadaku?" tanya nya sambil melirik seseorang yang sedang tertidur di sebelah nya.


Ia cukup terkejut melihat wajah seorang pria tampan dengan banyaknya luka bakar di sebelah kanan wajahnya. Ia terus memandangi nya sampai tidak menyadari bahwa sang pria mulai membuka matanya.


" Sedang apa kau berada di sini?" tanya nya dengan nada suara dingin dan datar.


Sang pria yang melihatnya memutar bola matanya malas sambil bangun dan mengambil jubah tidur yang terletak di gantung samping ranjang.


" Bersihkan tubuhmu dulu dan lupakan kejadian kemarin malam. Aku tidak ingin seseorang mengingatnya termasuk dirimu." ucapnya sebelum berjalan keluar meninggalkan sang perempuan yang menatapnya dengan geram.


" Ternyata dia laki-laki brengsek yang hanya seenaknya memperlakukan ku seperti wanita malam. Padahal dia lah yang mengambil nya. Semoga saja aku tidak mengandung, aku tidak mau memiliki anak yang sikapnya sepertinya." ucap nya yang santai.


Memang tidak seperti wanita kebanyakan yang akan menangis jika kehilangan mahkotanya. Ia hanya bersikap biasa saja seolah bukan masalah yang besar. Menurutnya ia sudah cukup lelah membuang air matanya yang sudah terkuras cukup banyak di masa lalunya.

__ADS_1


" Sepertinya aku harus bekerja sekarang, Jangan sampai bos itu memecatku." ucapnya sambil berjalan memasuki kamar mandi dengan tubuhnya dililit oleh selimut.


...****************...


Charlotte yang baru saja menghadiri acara pembukaan memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk membeli kue di tempat biasanya.


Ia sangat menyukai kue yang di tempat mengingat rasanya yang enak. Walaupun masakan koki istana tidak kalah. Tapi tetap saja Charlotte ingin merasakan kehidupan nya sebelumnya yang bebas sebelum menjadi seorang Ratu.


Tiba di toko kue Charlotte menyuruh sang sopir dan pengawal untuk menunggunya di luar toko. Ia tidak mau membuat keributan.


Kring...


Ketika Charlotte memasuki dalam toko ia merasakan seseorang sedang memperhatikannya dari jauh.


" Siapa dia?...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2