
18 +
Dilarang baca yang belum cukup umur. Dosa di tanggung sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak lama setelah minum teh pemberian Damian. Charlotte merasakan tubuhnya panas seperti ada sesuatu yang terbakar dalam dirinya.
Seketika mata Charlotte terbelakak ketika mengetahui bahwa sekarang dirinya terpengaruhi oleh obat perangsang. Ia langsung memandang tajam Damian yang terlihat sedang berdiri sambil tersenyum kearahnya.
" DASAR KAU BRENGSEK, BERANINYA KAU MENIPUKU AHH." teriak Charlotte sambil mendesah ketika gairahnya muncul.
Damian hanya diam tapi kakinya terus melangkah mendekat sambil jarinya yang lihai melepas satu-persatu kancing yang berada di piyamanya. Setelah kancing terbuka langsung saja Damian melepaskannya dan membuangnya ke sembarang arah.
" Aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi, Audrey." ucap Damian yang sudah menindih Charlotte di bawah tubuhnya.
Charlotte yang melihat tatapan mata Damian sudah di liputin api gairah. Charlotte langsung berusaha mendorong tubuh Damian agar menjauh darinya.
__ADS_1
Tetapi sayangnya Damian tidak mau melepaskan Charlotte. Malah ia meletakkan kepalanya di lehernya sambil mengecupnya dan memberi tanda kepemilikan. Berusaha merangsang Charlotte.
Charlotte akhirnya mendesah juga ketika Damian mencium selangka nya dan memberinya tanda.
" Ahh...henti...kan ahh...Dami....an...aku tidak mau ohhh" desah Charlotte yang semakin keras ketika Damian menyentuh miliknya yang sudah basah.
Damian yang melihat bahwa Charlotte sudah terlihat pasrah tersenyum sinis, dan menarik lingerie yang di gunakan Charlotte hingga sobek.
SRRRRT....
" Beautiful." ucap Damian melihat gundukan kembar milik Charlotte yang tampak besar. Membuat nya ingin mengecupnya, menjilatinya, memberikan tanda. Supaya semua pria tahu bahwa wanita yang berada di kungkungan nya adalah miliknya.
" Akhirnya setelah sekian lama aku menunggu, aku bisa lagi membelai, mencium, dan merasakan tubuhmu yang sangat nikmat hmm" jeda Damian sambil memasukkan lidahnya menggerakkannya berputar.
"Ahhh....Dami...an ohh." desah Charlotte sambil memegang bahu Damian dengan kuat.
" Mari kita akan melakukan malam pertama yang terkesan." ucap Damian sambil tersenyum.
__ADS_1
Kemudian setelah itu mereka melakukan nya dengan perasaan gairah menggembung tinggi. Walaupun saat ini Charlotte sedang terpengaruh obat perangsang. Tapi tidak membuat gairah Damian tersulut malah ia semakin semangat melakukannya.
Tidak beberapa lama kemudian mereka telah sampai kepuncak masing-masing. Damian mengeluarkan cairannya di dalam tubuh Charlotte sebelum tubuhnya tumbang.
Charlotte hanya menghela nafasnya dengan dada yang naik turun. Sebenarnya ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Damian merasa bahagia karena virgin Charlotte dia yang mengambil nya untuk kedua kalinya. Ia menarik tubuh Charlotte untuk masuk ke dalam pelukannya.
" Terima kasih sayang, Tidurlah." ucap Damian dengan lembut sambil tangan kekarnya mengelus surai putih Charlotte.
Tidak beberapa lama kemudian Charlotte akhirnya tertidur akibat kelelahan. Tetapi Damian sama sekali belum memejamkan matanya, ia hanya mampu memandang wajah Charlotte. Sebelum pandangannya mengarah ke perut rata Charlotte, Damian mengelusnya seolah merasakan bahwa di dalamnya ada sebuah kehidupan.
" Cepatlah hadir sayang, Daddy dan Mommy tidak sabar menunggu kedatangan mu. Kali ini Daddy berjanji akan menjaga kalian dan menghancurkan semua orang yang telah membuat kehidupan kita berantakan." ucap Damian sambil tersenyum sinis.
Mengingat perbuatan Zeline dan Raja Slovenia kepadanya. Sebentar lagi ia pasti akan menghancurkan mereka berdua.
Tidak peduli bahwa Raja Slovenia merupakan Ayah mertuanya. Baginya siapapun yang telah mengganggu kehidupan tenangnya mereka bersiap-siap akan mati.
__ADS_1
Continue...