
Hari ini Charlotte dan Damian beserta kedua anak mereka memutuskan untuk kembali ke Perancis. Mengingat tanggung jawab Damian sebagai Raja mengharuskannya tidak boleh pergi dari negaranya lama-lama.
Mereka berempat saat ini sudah berada di bandara. Tidak hanya mereka Darius dan Shakira mengantarnya.
" Oh, aku akan merindukanmu Char." ucap Shakira sambil memeluk Charlotte.
" Aku juga akan merindukanmu lain kali kau harus mengunjungi ku." ucap Charlotte sambil membalas pelukan Shakira yang saat ini sudah menjadi keluarga nya.
Damian dan Darius saling berbincang satu sama lain membahas tentang Politik sebelum tiba-tiba saja Andrew datang menghampirinya.
" Hei anda juga mau kembali Damian." ucap Andrew yang sekarang mulai tampak santai berbicara dengan Damian.
Damian hanya menjawab dengan anggukan kecil saja. Andrew yang melihatnya hanya memaklumi dengan saudara iparnya. Kemudian setelah itu Andrew memandang Darius.
" Tolong bahagiakan Shakira, aku mempercayakan nya kepadamu. Jangan pernah membuatnya sedih seperti apa yang aku lakukan kepadanya. Jika itu terjadi aku tidak akan segan-segan untuk merebutnya darimu." ucap Andrew yang menasehati Darius.
Darius yang mendengarnya hanya tersenyum tipis sambil menggangguk kepalanya.
__ADS_1
" Tentu saja aku akan membahagiakan nya dan aku juga tidak akan membiarkan kau untuk mengambilnya." ucap Darius serius menatap sinis Andrew.
Andrew yang melihatnya hanya terkekeh pelan sebelum mendengar suara dari bandara.
" Ah sepertinya aku harus pergi, aku tidak bisa meninggalkan Aluna terlalu lama. Kalau begitu bye semuanya lain kali aku akan berkunjung." ucap Andrew yang sudah lebih dulu masuk ke dalam.
Charlotte dan Shakira melambaikan tangan nya mereka saling melirik sambil bernafas lega karena setidaknya sekarang Andrew sudah mulai mencintai isterinya.
" Aunty, Cellin mau pulang dulu jangan kangen ya." ucap Celline percaya diri sambil memasang mimik wajah sedih.
Sontak perilakunya membuat Charlotte dan Shakira tertawa, sedangkan Darell memutar bola matanya menghadapi tingkah aneh kembaranya.
...****************...
Karena waktu menunjukkan makan malam jadi Damian memutuskan untuk mengajak keluarganya. Makan malam di sebuah restoran yang tempatnya tidak jauh dari pusat kota Paris.
Darell dan Celline yang mendengarnya menggangguk kepalanya semangat. Karena baru pertama kali nya mereka makan malam di luar, sebab selama ini mereka selalu makan malam di istana.
__ADS_1
" Apa kau yakin Dami mengajak anak-anak makan malam di luar?" tanya Charlotte yang khawatir bahwa seseorang akan menyerang dan melukai anak-anaknya.
Damian yang mengerti kekhawatiran Charlotte langsung menggenggam tangan nya sambil memberikan helusan menenangkan.
" Tenang saja aku tidak akan membiarkan keluarga ku dalam bahaya. Jadi tidak perlu khawatir." ucap Damian sambil menaruh kepala Charlotte perlahan untuk bersandar di bahunya.
Charlotte yang mendengar penjelasan Damian sedikit tenang. Namun kendati demikian ia tetap khawatir setelah mengetahui bahwa ada seseorang yang mengincar nyawanya.
...****************...
" Tuan, ini pesanan anda." ucap Bartender sambil menyerahkan sebuah Vodka kepada seseorang yang berada di depannya.
Pria yang adalah Dominic meminum Vodka itu sambil matanya melirik seorang perempuan yang tampaknya sedang kebingungan di pojokan.
" Siapa dia." ucap Dominic kepada Bartender yang penasaran dengan perempuan yang terlihat aneh baginya.
" Saya kurang tahu Tuan, sepertinya dia merupakan orang baru di sini." ucap Bartender menjawab pertanyaan Dominic.
__ADS_1
Dominic melirik sekilas lagi ke arah perempuan tersebut sebelum sebuah senyuman miring terbit di wajahnya.
Countine...