Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Memonopoli Mommy


__ADS_3

Akhirnya Charlotte bisa juga membawa kedua anaknya keluar dari istana. Meskipun dia harus membawa pengawal yang mengikutinya dari belakang. Tapi setidaknya dia bisa membiarkan mereka memantau dari jauh.


" Celline sudah tidak sabar untuk melihat gajah, harimau, panda, koala.." ucap Celline yang menyebut nama-nama hewan di kebun binatang.


Sedangkan Darell mendelik mendengar ocehan Celline yang tidak ada habisnya. Charlotte yang mendengarnya malah merasa gemas dengan tingkahnya.


" Tentu saja kita akan melihat mereka dan kita akan piknik bertiga." ucap Charlotte dengan antusias.


Tentu saja ucapan Charlotte di sambut baik oleh kedua anaknya. Termasuk Darell yang menyeringai karena akhirnya dirinya bisa menghabiskan waktunya bersama Mommy nya tanpa gangguan dari Daddy nya.


" Yes.. akhirnya aku bisa menghabiskan waktu bersama Mommy. Meskipun ada Celline tapi pastinya tidak akan ada orang semenyebalkan Daddy nya. Selalu melarang ku menyentuh Mommy dengan alasan cemburu." batin Darell licik.


Kemudian Darell mengeluarkan smartphone nya dari kantong celananya dan memfoto Charlotte yang sedang berbicara dengan Celline. Setelah mendapatkan nya kemudian Darell mengirim foto tersebut kepada Daddy nya.


Daddy....

__ADS_1


Lihatlah akhirnya aku bisa memonopoli Mommy.


Setelah itu Darell mengirimkan pesan tersebut kepada Damian. Dengan senyuman licik terbit di wajahnya.


" Darell mengapa tersenyum seperti itu?" tanya Charlotte yang merasa aneh dengan senyuman Darell terkesan licik.


Darell tersentak mengetahui bahwa Mommy nya melihat ekspresi nya tadi. Tapi ia berusaha bersikap tetap tenang Mommy nya jangan sampai tahu bahwa ia menjahili Daddy nya.


" Tidak ada Mom, aku cuma memikirkan pelajaran yang diajarkan Mister kemarin." ucap Darell yang menjawabnya dengan tenang.


Hal itu membuat sifat Darell menjadi lebih dewasa daripada seusianya. Mungkin ia harus membicarakan lebih tentang pengurangan pelajaran Darell kepada Damian nanti.


" Darell boleh belajar atau membaca buku sesuai kesukaan mu. Tapi ingat jangan memaksakan diri. Mommy tidak mau sampai Putera nya sakit. Mengerti." nasihat Charlotte yang langsung dianggukan oleh Darell.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan Damian yang baru saja selesai rapat langsung mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya. Dia begitu fokus sampai ada suara deringan pesan Handphonenya membuat nya menghentikan sejenak.


Dahi Damian mengerut melihat pesan yang dikirimkan oleh Puteranya. Memang Damian memberikan Darell secara dia merupakan anak tertuanya. Dia tidak membedakan diantara Darell dan Celline. Tapi Damian mempunyai alasannya supaya jika terjadi sesuatu Darell akan mengirimkan sinyal pelacak melalui Smartphone pemberiannya.


" Cih...anak licik." ucap Damian sambil berdecih.


Melihat foto yang dikirimkan oleh Darell membuat Damian ingin menyusul mereka ke sana dan menghabiskan waktu bersama-sama. Tapi sayangnya pekerjaan nya belum selesai malah semakin hari semakin banyak saja. Membuat nya tidak bisa menghabiskan banyak waktunya untuk bersantai bersama keluarganya.


" Mungkin dia harus menempati kursi ini, aku sudah tidak sabar ingin menghabiskan sisa hidupku bersama Charlotte secara sederhana." ucap Damian memikirkan kehidupannya sebagai orang biasa dan bukannya seorang Raja.


Kehidupan yang selama ini diidamkannya walaupun dulunya dia hidup dengan ambisinya sebagai Raja. Tetapi sekarang dia ingin merasakan hidupnya tenang tanpa satupun orang yang ingin mencelakakan keluarganya.


Harapan yang entah sampai kapan terwujud....


Countine....

__ADS_1


__ADS_2