
" Perasaan Char belum pernah kesini." ucap Charlotte sambil memiringkan kepalanya polos.
Di kehidupan sebelumnya Charlotte memang di larang keruang itu di karenakan sang Raja mengatakan bahwa dirinya tidak pantas untuk memasuki ruangan tersebut. Tetapi yang menjadi pertanyaan baginya apa isi dalam ruangan tersebut.
" Apa aku masuk saja ya lagipula Raja belum melarang ku." ucap Charlotte sambil tersenyum seakan menemukan ide cemerlang.
Charlotte melihat sekeliling yang terlihat sepi memang bagian koridor ini jarang di lewati. Setelah memastikan sekitarnya aman Charlotte dengan perlahan memegang gagang pintu tersebut dan membukanya.
Ceklek....
" Woah ....
...****************...
" Darius apa menurutmu dia tidak mencurigakan?" tanya Raja Eduardo kepada Darius yang sedang duduk di seberang nya.
Memang setelah acara makan malam Raja Eduardo menyuruh Darius datang ke kamarnya untuk bermain catur. Meskipun hubungan mereka berdua tidak sedekat hubungan antara Ayah dan Anak tapi masalah tentang kerajaan mereka akan saling kompak dalam memecahkan masalah.
" Princess sama sekali tidak bahaya seperti yang anda kira Yang Mulia." ucap Darius yang membantah ucapan Raja Eduardo.
" Benarkah, sepertinya kau sudah menyayangi nya?" tanya Raja Eduardo yang seperti mengejek Darius.
Darius diam sambil menggerakkan bidak catur, seketika bayangan nya mengingat Charlotte yang tersenyum lebar kepadanya dengan tatapan polosnya. Mengingat hal itu membuat Darius tersenyum tipis tanpa di sadari olehnya.
Raja Eduardo yang melihat Darius tersenyum tipis menyeringai.
" Kamu tidak bisa membencinya bukan Darius?" tanya Raja Eduardo sinis.
" Saya tidak membencinya karena dia adalah peninggalan ibu satu-satunya dan seharusnya yang saya benci adalah anda Yang Mulia karena dengan teganya membuang Princess ke panti asuhan dan membiarkannya hidup tanpa kasih sayang Orang tuannya." ucap Darius dengan serius.
Sedangkan Raja Eduardo langsung dibuat bungkam oleh Darius. Memang ucapan Darius sama sekali tidak salah tetapi entah mengapa sebagian hatinya menyetujui bahwa dirinya pantas membenci Charlotte karena perbuatan wanita itu membuatnya harus kehilangan wanita yang di cintai.
__ADS_1
Darius yang melihat Raja Eduardo yang diam saja di tempat langsung berdiri dan berjalan menuju ke pintu tapi sebelum itu ia mengatakan sesuatu.
" Pasti Ibunda kecewa kepada Ayahanda yang telah tega membuang anaknya sendiri dan mementingkan anak pungut nya." ucap Darius tajam.
Setelah melihat kepergian Darius. Raja Eduardo hanya diam di tempat duduknya.
...****************...
" Woah piano." ucap Charlotte sambil berlari mendekati sebuah piano yang berada di tengah ruangan.
Charlotte menyentuh piano tersebut sambil matanya melihat sekeliling dan matanya tertuju ke sebuah lukisan yang di dalam ada foto wanita berambut putih dengan mata berwarna biru terang. Jari Charlotte dengan perlahan menyentuh lukisan tersebut dengan hati-hati.
" Mama." ucap Charlotte dengan sendu.
Memang benar lukisan tersebut adalah lukisan Violet Ratu Slovenia yang meninggal akibat melahirkan anak perempuan nya.
Charlotte yang melihatnya tersenyum sendu sambil mengalihkan pandangannya ke piano dan dengan perlahan Charlotte berjalan menuju ke arah nya.
When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?
You left with no goodbye.
Kamu pergi tanpa mengucap selamat tinggal
Not a single word was said,
Tanpa mengucap sepatah katapun
No final kiss to seal any sins.
__ADS_1
Tidak ada ciuman terakhir untuk mengakhiri kebersamaan
I had no idea of the state we were in.
Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kita
I know I have a fickle heart and a bitterness,
Aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head.
Dan mataku tidak mau diam, dan kepalaku yang penuh masalah
But don't you remember,
Tapi tidakkah kamu ingat
Don't you remember
Tidakkah kamu ingat
The reason you loved me before?
Alasan mengapa kamu mencintaiku sebelumnya?
Baby, please remember me once more.
Sayang, tolong ingat aku sekali lagi
Charlotte terus beryanyyi tanpa menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikan nya dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Continue...