
Pagi ini entah mengapa menjadi hari yang menyebalkan bagi Charlotte. Karena ia harus sarapan bersama semua orang munafik bahkan Darius yang melihat bahwa saat ini Princess nya sedang dalam keadaan mood yang buruk memutuskan untuk tidak bertanya.
Suasana sarapan pagi ini terasa hening apalagi mereka sedang kedatangan Pangeran Mahkota Perancis yang akan menjadi menantu dari Raja Slovenia. Sampai sarapan berakhir akhirnya dengan menghembuskan nafasnya Charlotte telah memutuskan.
" Yang Mulia, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepada anda." ucap Charlotte To the points.
Semua orang yang berada di ruangan terkejut melihat raut wajah serius dari Puteri Charlotte yang biasanya menampilkan ekspresi ceria seperti anak kecil itu.
Begitu juga Raja Eduardo yang melihatnya sempat terkejut tetapi ia bisa mengendalikan ekspresi nya.
" Baik ada apa?" tanya Raja Eduardo sambil meletakkan secangkir teh herbal ke atas meja.
" Saya ingin izin untuk kembali ke London selama 3 hari." ucap Charlotte sambil memandang Raja Eduardo.
Deg...Deg....
Darius dan Raja Eduardo yang mendengarnya terkejut begitu juga Damian walaupun raut wajahnya tetap datar.
" Buat apa anda ke sana Puteri?" bukan Raja Eduardo yang bertanya melainkan Damian.
Mengetahui bahwa Damian yang bertanya langsung saja Charlotte dengan tajam seolah-olah berkata.
__ADS_1
" Jangan mengikuti urusanku."
Tetapi sayangnya Damian malah tertawa geli melihat raut wajah Charlotte yang terlihat menggemaskan di matanya. Semua orang melihat interaksi Damian dan Charlotte langsung membuatnya terkejut.
Tidak lama kemudian Raja Eduardo berdehem seolah semua orang untuk diam. Entah mengapa sebagian hatinya tidak suka interaksi Damian kepada Charlotte.
" Ada urusan apa kamu ke sana Puteri?" tanya Raja Eduardo.
Charlotte yang tadinya memandang Damian langsung mengalihkan pandangannya ke Raja Eduardo.
" Saya harus mengunjungi seseorang yang sangat berarti bagi saya." ucap Charlotte.
Deg...Deg...
Begitu juga Damian dan Darius yang langsung menatap tajam Charlotte. Tetapi tidak untuk Zeline yang terlihat tenang menampilkan raut wajah polosnya walaupun dalam hatinya ia merasa senang bahwa saat ini Charlotte akan di marahin.
Tidak lama kemudian Darius kembali berdehem untuk mencairkan suasana.
" Dengan siapa kau ke sana Princess?" tanya Darius dengan khawatir.
" Send ..." ucap Charlotte sebelum terpotong oleh seseorang.
__ADS_1
" Denganku." ucap Damian dengan cepat.
Semua orang langsung mengalihkan pandangannya setelah mendengar ucapan Damian begitu juga dengan Charlotte yang menatapnya dengan tajam.
" Apa anda yakin ingin menemani Princess ku?" tanya Darius dengan tajam.
Melihat tatapan tajam dari Darius sama sekali tidak membuatnya terpengaruh malahan saat ini Damian malah fokus menatap Charlotte yang sedang memandangi nya tajam ia mengendipkan sebelah matanya membuat Charlotte mengerjap matanya polos.
" Lagipula saya yakin menemani Tunangan saya sebelum ke kembali ke Perancis. Kami butuh hiburan sebelum kembali ke upacara pernikahan betulkan sayang." ucap Damian sambil menatap Charlotte.
Charlotte terkesiap apalagi tatapan semua orang tertuju kepadanya akhirnya dengan pasrah ia menganggukkan kepalanya.
Damian yang melihatnya tersenyum puas, sedangkan Raja Eduardo langsung berdiri dari kursinya.
" Baiklah, Charlotte siapkan barang-barang mi mulai besok kau akan pergi bersama Pangeran Damian menuju Perancis untuk melaksanakan pelatihan Ratu." ucap Raja Eduardo sebelum meninggalkan ruangan yang di ikuti oleh Darius dan Zeline yang memandangnya dengan tersenyum miring.
Charlotte yang melihatnya mengepalkan tangannya dengan gemas sambil memandang Damian tajam.
" Sialan kau Damian...
Continue....
__ADS_1