
Setelah perjalanan panjang dari bandara akhirnya mereka sampai di istana. Damian membantu Zeline turun dari mobil. Tanpa sengaja pandangan Damian mengarah ke perut Zeline. Ia merasa ada janggal sampai diam-diam senyum miring terbit di wajahnya.
" Ternyata dia hamil anak dari pria itu. Dasar murahan." batin Damian yang menilai Zeline menjijikan.
Sedangkan Zeline merasa bahagia mendapatkan perhatian dari Damian. Ia merasa seperti Ratu yang di puja oleh sang Raja.
" Damian romantis sekali." batin Zeline sambil berteriak.
" Terima kasih, Yang Mulia." ucap Zeline sambil tersenyum malu-malu.
Damian hanya menampilkan senyum tipisnya karena sudah tidak sabar membuat gila wanita di hadapannya.
" Mari kita minum teh ada sesuatu yang ingin ku katakan." ucap Damian.
Di balas anggukan semangat Zeline, Mereka menuju ke taman untuk meminum teh.
Tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya lewat CCTV yang di pasang khusus di istana langsung terhubung di Tab miliknya.
" Hahahaha lihatlah wajahnya yang menaruh beban itu Hahaha...." ucap Darius sambil tertawa melihat bagaimana Damian yang terlihat frustasi menghadapi Zeline.
Charlotte yang melihat tingkah Kakaknya menggelengkan kepalanya. Sejak pagi tadi akhirnya mereka saling memaafkan dan memulai semuanya dari awal.
__ADS_1
" Tenanglah, ini belum semuanya pasti nanti lebih seru." ucap Charlotte sambil menyeringai.
Membuat Darius yang melihatnya sedikit ketakutan. Tapi di sisi lain ia bangga kepada Princess kecilnya karena dia berhasil sukses tanpa campur tangan dari keluarga kerajaan.
" Hei Char, Apa kau membenci Ayahanda?" tanya Darius kepada Charlotte.
Charlotte terdiam sampai dia tersenyum tipis.
" Entahlah, Aku pun tidak tahu. Meskipun aku sudah berusaha untuk membenci.Tapi dia juga memberikan diriku sebuah keluarga yang tidak pernah ku bayangkan sama sekali." ucap Charlotte sambil tersenyum sendu.
Mengingat bagaimana kebahagiaan nya saat masih ada orang tua angkatnya. Di satu sisi ia benci kepada Ayahandanya karena telah membuangnya dan menghancurkan kehidupan nya. Tapi di sisi lain dia bersyukur memiliki kesempatan hidup kembali ke masa anak kecil dan memiliki sebuah keluarga yang memberikan nya kasih sayang.
Darius hanya tersenyum miris sambil mengusap rambut Adiknya yang surai nya mirip sang ibu.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Damian berusaha supaya tidak memukul wajah wanita ular yang berada di hadapannya. Ia berdehem untuk mengontrol emosinya dan menampilkan ekspresi ramahnya.
" Bagaimana kabar mu, Aku dengar kau gagal menikah karena pria itu sudah mati?" tanya Damian sambil meminum secangkir teh.
Zeline langsung menampilkan ekspresi sedih dan terluka. Supaya Damian menaruh simpati kepadanya.
__ADS_1
" Begitulah, Yang Mulia. Saya sudah mengikhlaskan kepergian calon suami saya. Lagipula saya berharap bisa memiliki pasangan yang baik seperti anda misalnya hahaha..." ucap Zeline sambil tersenyum dan tertawa.
Tapi bukannya menaruh simpati Damian malah menatap jijik Zeline. Sudah ia duga pasti di balik wajah polosnya tersimpan berbagai tipuan licik.
Sedangkan Zeline memakan cemilan manis yang di sediakan di atas meja. Sebelum memulai pertanyaan kepada Damian.
" Dimana Charlotte bukannya seharusnya dia juga menyambut kedatangan ku. Apa kalian memiliki masalah?" tanya Zeline sambil berpura-pura menampilkan ekspresi khawatir.
Damian tidak menjawab melainkan ia mengeluarkan sebuah kotak hitam kecil dan memberikan nya kepada Zeline.
" Aku seperti nya akan bercerai dengan Charlotte karena dengan beraninya di selingkuh di belakang ku." ucap Damian sambil mengepalkan tangannya.
Zeline yang melihatnya diam-diam merasa bahagia karena rencananya berhasil. Kemudian dia berdiri dan menghampiri Damian sambil memeluknya.
" Maafkan atas kesalahan Charlotte. Mungkin saat ini ia masih belum menerima pernikahan kalian." ucap Zeline menenangkan Damian.
Damian tersenyum dan membalas pelukannya sambil mengelus punggung Zeline dengan lembut.
" Terima kasih Zeline, sebagai sahabat yang baik aku ingin memberikan mu hadiah." ucap Damian sambil membuka kotak yang berisikan cincin di dalamnya.
" Jadi, maukah kau menikah dengan ku Zeline...
__ADS_1
Continue...