
"Sebenarnya apa yang di sembunyikan oleh mereka berdua dariku?" batin Charlotte bertanya.
Ketika Charlotte sibuk berpikir tiba-tiba saja suara bunyi dari Handphonenya membuat seketika tersadar. Charlotte mengambil Handphonenya yang berada di nakas ia melihat nama yang tertera di layar Handphonenya. Ia langsung berdecak sebal saat mengetahui siapa yang menghubungi nya.
" Hallo." ucap Charlotte dengan malas.
Sedangkan orang yang di belahan dunia lain menahan kesal mendengar nada malas Charlotte.
" AGEN KU YANG SUKA KABUR SAMPAI KAPAN KAMU BERSEMBUNYI SEPERTI KUCING HA..."
Mendengar suara teriakan di seberang Handphonenya membuat telinga Charlotte seketika terbengun.
" Sialan pak tua itu ingin membuat telinga ku apa ya." ucap Charlotte sambil mengumpat dengan pelan.
Charlotte berdehem sebentar sebelum kembali fokus kepada Handphonenya yang saat ini ada seseorang yang menghubungi nya.
" Ayolah Boos, sampai beberapa bulan ini aku tidak bisa kembali kau tahukan saat ini aku sudah berada di rumah keluarga ku." ucap Charlotte dengan tenang.
" Tunggu, bukannya kedua orang tua mu sudah meninggal. Jangan bilang..."
__ADS_1
" Tepat sekali." ucap Charlotte dengan singkat.
" Oh damn it, bagaimana bisa kamu bersama orang telah membuang mu Char?"
" Aku harus melakukan nya bukannya dan aku minta carikan informasi alasan Raja Eduardo mengadopsi Puteri Zeline." ucap Charlotte yang rasanya ingin muntah memanggil Zeline dengan embel-embel Puteri.
" Apa imbalannya."
Charlotte yang mendengarnya berdecak sebal sudah ia duga pasti pria paruh baya itu meminta imbalan dari nya.
" Baiklah aku akan memberikan salah satu Villa ku yang berada di Hawai." ucap Charlotte dengan pasrah karena merelakan Villanya demi balas dendamnya.
" Baiklah senang bekerjasama denganmu Charlotte Audrey Hepburn, dan kupastikan kamu akan mendapatkan kepuasan dari layanan kami Hahahaha...."
Ceklek....
Charlotte berdiri di Balkon sambil melihat Matahari yang sudah mulai terbenam. Tiba-tiba ia mengingat seseorang yang telah membuka kembali hatinya setelah penghianatan dari kehidupan nya yang lalu.
Charlotte memegang sebuah kalung berbentuk hati yang selalu ia pasangkan di lehernya, di sana tampak sebuah foto yang terdapat gambar pasangan yang bahagia saling melontarkan senyum dan saling memeluk satu sama lain seolah mencari kehangatan.
__ADS_1
Melihat tanpa terasa air mata Charlotte menetes ia memegang kuat kalung tersebut.
" Aku merindukanmu J." ucap Charlotte dengan sendu.
...****************...
Sedangkan di sisi lain terdapat seorang Pria tampan yang mempunyai rambut berwarna hitam dengan mata biru sedang mengerjakan tugasnya. Ketika ia sedang sibuk dengan sebuah berkas tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
*Tok....Tok....
Ceklek*...
Seorang Pria yang cukup tampan memasuki ruangannya dan membungkuk badannya sedikit
" Pangeran anda di panggil oleh Raja untuk datang ke ruang kerjanya." ucap nya dengan sopan.
Sedangkan Pria yang dipanggil Pangeran langsung menggangguk kepalanya sebagai jawaban.
Setelah kepergian Asistennya, Pangeran tersebut melepaskan kaca matanya yang sedari tadi bertengger di wajahnya sambil memijit pelipisnya. Kemudian pandangannya berubah ke arah foto seorang wanita yang selalu di bawa kemanapun dia berharap dirinya akan di pertemukan lagi olehnya. Tetapi tidak lama kemudian dia tertawa lebih tepatnya tertawa miris.
__ADS_1
" Sepertinya kamu sudah melupakan diri ku bukannya bahkan saat pertemuan terakhir kita kamu sama sekali tidak mengingat ku. Tetapi itu bagus agar kamu....
Continue....