
Cahaya matahari membuat tidur Charlotte terganggu ia mengeram sambil memeluk guling yang berada di sampingnya. Tetapi tunggu kenapa guling terasa hangat dan keras.
Charlotte yang tiba-tiba merasakan keanehan itu langsung membuka matanya. Bertapa terkejutnya ketika matanya melihat sebuah dada bidang yang di tutupi oleh sebuah piyama dark biru.
" KYHHA...."
BRUK...
" ADUUUH..."
Saking terkejutnya tanpa sengaja Charlotte menendang nya hingga terjatuh dari ranjangnya.
Sedangkan Damian merasakan sakit pada punggungnya ketika dengan teganya seseorang menendangnya. Ketika Damian ingin memarahi Orang tersebut langsung ia urungkan ketika melihat Charlotte yang sedang memandangi nya dengan mata melotot.
" Apa." ucap Charlotte yang berusaha tetap tenang meskipun dalam dirinya ia merasa sangat malu mengingat dengan beraninya ia memeluk pria yang berada di bawahnya.
Damian menghembuskan nafasnya sebelum berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Tetapi sebelum itu Damian mengucapkan sesuatu.
" Bersiaplah, kita akan bertemu dengan Raja ada sesuatu yang ingin dia bicarakan." ucap Damian sebelum memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Charlotte yang mendengar ucapan Damian langsung mengalihkan pandangannya melihat sekeliling ruangan. Ia merasa familiar dengan ruang kamar ini.
" Ini bukannya kamar Damian." ucap Charlotte setelah melihat sekeliling kamar itu.
Setelah puas melihat akhirnya Charlotte memutuskan untuk membersihkan dirinya juga. Untung tidak ada yang membantunya karena dirinya sama sekali tidak suka tubuhnya di sentuh oleh orang lain.
Sekitar 30 menit berlalu akhirnya Charlotte sudah terlihat rapi dengan dress berwarna hitam sampai ke paha dan jas berwarna putih. Ia juga menggunakan kalung berbentuk mahkota kecil dan rambutnya yang di biarkan tergerai indah sampai ke bahunya.
Damian yang melihat penampilan Charlotte terpaku di lihat sekarang kelihatan sangat cantik dengan bergaya seperti wanita dewasa dan juga tatapan matanya yang tajam.
" Apa kau sudah selesai?" tanya Damian yang berdiri di belakang Charlotte.
Charlotte yang melihat pantulan Damian mengangkat bahunya.
Damian yang melihat ekspresi Charlotte ingin tertawa tapi ia tahan karena tidak ingin menyiakan kesempatan ini.
" Bernafas lah." ucap Damian yang mengetahui Charlotte sejak tadi menahan nafasnya.
Charlotte pun langsung bernafas setelah sudah merasa tenang tiba-tiba ia di buat terkejut lagi ketika dengan Damian menciumnya. Charlotte hanya diam tanpa menolak atau membalas ciumannya.
__ADS_1
Membuat Damian diam-diam tersenyum sambil terus memangut bibir Charlotte yang terasa manis. Apalagi yang membuatnya senang ketika Charlotte membalas ciumannya.
Charlotte yang sudah tidak bisa menahannya langsung membalas ciuman Damian. Tetapi tiba-tiba saja bayangan Justin hinggap di kepalanya membuat Charlotte langsung melepaskan ciumannya dengan kasar.
Damian terkejut ketika tiba-tiba Charlotte melepaskan ciuman mereka dengan kasar apalagi melihat tatapan nya yang terlihat menyesal. Seketika rahangnya mengeras mengetahui bahwa sekarang Charlotte pasti memikirkan kekasihnya. Karena tidak melampiaskan kemarahannya kepada Charlotte .
" Ayo kita akan bertemu dengan Raja." ucap Damian sambil memberikan tangannya.
Charlotte langsung memeluk tangan Damian. Damian yang melihat apa yang dilakukan Charlotte menghembuskan nafasnya.
Selama perjalanan Charlotte merasa gugup karena untuk kesekian tahunnya akhirnya bertemu dengan Raja orang yang menerimanya.
Ketika sampai di depan pintu kamar Raja Charlotte di buat bingung bukannya mereka harus bertemu dengan Raja di ruang singasana.
" Buat, apa kita ke kamar Raja?" tanya Charlotte yang penasaran.
" Kamu akan melihat nya Audrey, Tapi sebelum itu kamu harus menerima apa keputusan Raja." ucap Damian dengan datar.
Mendengar ucapan Damian membuat Charlotte sedikit curiga.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang akan terjadi....
Continue...