
Setelah dari rumah Keluarga Andrew saat ini Charlotte dan Damian sedang berkendara menuju bandara. Sebenarnya Mommy Andrew sudah menyuruh mereka untuk bermalam tetapi karena Damian ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan dia pun dengan berat hati menolaknya. Tetapi Damian berjanji akan mengundang mereka ke acara pernikahan nya sebagai Keluarga Charlotte.
Sampai di bandara mereka langsung memasuki pesawat jet milik Damian. Charlotte cukup terkesima melihat interior dalam jet tersebut. Di jet tersebut terdapat 3 buah kamar,ruang makan, dapur, ruang istirahat.
Charlotte duduk di salah satu bangku penumpang sambil membaca sebuah majalah. Damian yang duduk di samping Charlotte hanya terdiam. Membuat Charlotte yang melihatnya menyeringitkan dahinya.
Sebenarnya dalam hatinya Charlotte ingin menanyakan sesuatu yang selama ini ia pendam. Tetapi ia belum mempunyai keberanian takut menyinggung perasaan Damian.
Damian yang melihat bahwa Charlotte ingin menanyakan sesuatu kepadanya langsung berbicara.
" Jika, Audrey ingin bertanya lah. Mungkin aku bisa menjawabnya?" tanya Damian sambil menatap manik abu-abu Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya terkesiap sebelum akhirnya ia mengangguk kepalanya.
__ADS_1
" Bagaimana kamu bisa mengingat kehidupan lalu mu dan sekarang sepertinya kamu membenci Zeline. Bukannya seharusnya kamu bahagia bersama nya dan memiliki Anak-anak kalian?" tanya Charlotte sambil mengalihkan pandangannya.
Damian yang mendengar pertanyaan Charlotte terdiam cukup lama sampai beberapa saat kemudian dirinya baru menjawab.
" Mungkin ini adalah hukuman Tuhan untuk ku." ucap Damian yang membuat Charlotte mengalihkan pandangannya.
Damian yang melihat raut penasaran Charlotte terkekeh pelan sebelum kembali berbicara.
" Mungkin setelah kepergian mu aku akan bisa bahagia bersama Zeline. Tetapi entah tiba-tiba perasaan terasa hampa setelah kepergian mu. Sampai beberapa tahun setelahnya Zeline hamil." ucap Damian terhenti setelah melihat raut kaget Charlotte.
Damian yang melihat raut wajah sedih Charlotte merasakan beribu-ribu kali menyesal. Andaikan ia tidak bodoh mungkin sekarang dia sudah mendapatkan Keluarga yang selama ini ia dapatkan? Andaikan ia bisa membalas cinta dari seseorang yang tulus mencintai nya mungkin sekarang hidupnya tidak akan hampa.
Damian hanya bisa berandai mungkin Tuhan mengembalikannya ke Masa Lalu untuk mengubah sifatnya dan bisa membalas perasaan orang yang berada di sampingnya meskipun orang tersebut sudah tidak mencintainya lagi. Tetapi sekarang Damian akan berusaha untuk melelehkan hati Charlotte dan membuat Zeline merasakan penyesalan yang sebenarnya ia akan membuat wanita ular tersebut tersiksa.
__ADS_1
" Setelah mengetahui Zeline hamil aku merasa senang karena sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah akan tetapi bayi yang berada di kandung Zeline bukanlah anak ku." ucap Damian yang melanjutkan ceritanya.
Charlotte yang mendengar fakta itu di buat terkejut bagaimana bisa Zeline yang di katakan mencintai Damian bisa melakukan hal rendah seperti itu.
" Benarkah?" tanya Charlotte yang menanyakan kepastian.
Damian menjawab dengan anggukan kepalanya setelah itu ia menceritakan bagaimana dia mati di tangan Zeline dan kembali dan mengingat kehidupannya di masa lalu saat berusia 18 tahun.
Damian asik bercerita sampai tidak menyadari bahwa sekarang Charlotte sudah tertidur nyenyak. Damian yang tersadar bahwa Charlotte sama sekali tidak menanggapi nya langsung mengalihkan pandangannya dan melihat bagaimana Charlotte yang tertidur pulas sambil kepalanya bersandar di bahunya.
Damian mengelus rambut putih Charlotte sambil pandangannya ke arah kaca dan melihat awan-awan.
" Aku berjanji tidak akan membuat kamu menangis selain tangis bahagia....
__ADS_1
Continue...