
"Siapa mereka." ucap Darius sambil mengelus foto itu. Tetapi ia menebak gadis kecil itu adalah adiknya. Darius tersenyum melihat wajah adiknya yang menggemaskan.
" Kakak." ucap Charlotte sambil berlari menghampiri Darius.
Darius berjengkit terkejut mendengar suara teriakan Charlotte. Apalagi sekarang Charlotte melompat ke arahnya untuk saja tubuhnya kuat menangkap tubuh mungil Adiknya.
" Kakak sedang melihat apa?" tanya Charlotte sambil melirik Darius yang memegang sebuah bingkai foto.
Darius terkekeh pelan sambil menunjukan bingkai foto yang berisi sebuah keluarga. Mata Charlotte terbelakak melihat foto tersebut dan tidak lama matanya mulai berkaca-kaca. Darius langsung panik melihatnya dan meletakkan kembali foto tersebut di tempatnya semula.
" Princess mengapa menangis?" tanya Darius dengan lembut sambil mengelus punggung mungil Charlotte.
Charlotte tidak menjawab melainkan ia meletakkan kepala nya di lekukan leher Darius.
" Char merindukan Dad dan Mom hiks..." ucap Charlotte sambil terisak pelan.
Darius terkejut mendengar ucapan Charlotte ia tidak menyangka bahwa pernah di adopsi oleh orang lain. Tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang mereka dimana.
" Memangnya dimana Dad dan Mom Princess berada?" tanya Darius dengan hati-hati.
Charlotte tidak menjawab malahan tangisannya semakin keras. Darius yang panik berusaha menghentikan tangisannya sambil terus menepuk-nepuk punggung Charlotte.
__ADS_1
Tidak beberapa lama kemudian Darius mendengar suara dengkuran halus. Darius melihat Charlotte sudah tertidur dengan menampilkan wajah polosnya. Mungkin Charlotte ketiduran karena kelelahan menangis.
Tetapi yang menjadi pertanyaan siapa orang yang mengadopsi Princess kecilnya dan dimana mereka sekarang berada pikir Darius.
" Mungkin aku akan mencari tahu nanti." gumam Darius sambil melirik Charlotte.
" Kakak akan selalu melindungi Princess. Maafkan Kakak yang tidak pernah mempedulikan mu ya. Selamat tidur Princess." ucap Darius sambil mencium pelan kening Charlotte.
...****************...
" Enngh...." lenguhan Charlotte ketika membuka matanya.
Saat membuka matanya pemandangan pertama kali ia lihat ada awan di balik jendela. Hei tunggu awan jangan bilang pikir Charlotte.
" Wuah.... ternyata Kakak yang membuat Char kaget." ucap Charlotte sambil mengelus dadanya dengan pelan.
Darius yang melihat Charlotte terkejut tertawa hal itu membuat Pramugari terkejut karena tidak biasanya Pangeran Mahkota Slovenia tertawa tidak seperti biasanya yang selalu menampilkan wajah datarnya.
Darius duduk di samping Charlotte dan mengangkat tubuh mungil Adiknya untuk berada di pangkuannya. Charlotte yang di perlakukan seperti itu hanya diam bergeming walaupun dalam hatinya merasa kesal karena seseorang dengan lancang memegang tubuh nya.
" Hmmm...kakak sekarang kita berada di mana?" tanya Charlotte sambil mengerjap matanya lucu.
__ADS_1
" Kita sekarang berada di pesawat menuju Slovenia." jawab Darius sambil mengelus rambutnya dengan pelan.
Charlotte yang mendengarnya hanya mengangguk kepalanya.
" Tapi Kakak apa Ayah akan suka dengan Char?" tanya Charlotte dengan polosnya.
Darius yang mendengar pertanyaan dari Charlotte hanya diam. Membuat Charlotte diam-diam tersenyum kecut.
" Sudah kuduga dia tidak akan berubah." batin Charlotte.
...****************...
" Apa dia sudah bertemu dengan anak itu?" tanya seorang pria paruh baya yang merupakan Raja Slovenia Eduardo Sephora.
Sedangkan Orang yang merupakan Sekretaris Raja mengangguk kepalanya.
" Benar Yang Mulia, Pangeran Darius bertemu dengan Gadis itu di sebuah Campus di London. Apa anda ingin tahu namanya Yang Mulia?" tanya Sekretaris nya.
Raja Eduardo yang duduk di singgasana mengetuk jarinya sambil mengeluarkan aura suram.
" Siapa nama Gadis itu?" tanya Raja Eduardo dengan tatapan malas.
__ADS_1
" Namanya Charlotte Audrey....
Continue....