Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Apa Aku Harus Cemburu Kepada Orang Yang Sudah Mati


__ADS_3

Seketika rahangnya mengeras mengetahui bahwa pria yang berada di foto Charlotte merupakan kekasihnya.


" Justin Wiliams merupakan anak dari pasangan Jack dan Nichole Wiliams. Ia anak yang memiliki fisik yang lemah. Saat ia berusia 17 tahun dia dinyatakan memiliki penyakit kanker otak. Selama lebih dia berada di rumah sakit ia bertemu dengan anak dari pengusaha terkenal Charlotte Audrey Hepburn." ucap Damian yang terhenti setelah membaca nama belakang Charlotte.


Astaga. Siapa yang tidak mengenal keluarga Hepburn yang memiliki perusahaan properti terbesar di dunia. Tetapi sayangnya pemilik perusahaan tersebut Mikael Hepburn dan isterinya meninggal saat kecelakaan mobil di Paris, dan sekarang yang Damian tahu bahwa perusahaan tersebut di ambil kelola oleh anak angkatnya.


" Hahaha....Audrey kamu memang orang yang penuh akan rahasia." ucap Damian sebelum melanjutkan membaca laporan nya kembali.


Damian merasa marah ketika mengetahui bahwa Charlotte sudah menjalani hubungan selama 1 tahun sampai akhirnya Justin menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Charlotte. Apalagi yang membuatnya merasa cemburu adalah dijelaskan bahwa Charlotte dan Justin merupakan pasangan yang romantis.


" Sepertinya kamu sangat mencintai nya sampai saat dia meninggal kau datang dan membacakan nya pidato. Tapi tidak akan lama lagi akan ku buat Audrey melupakan mu Justin. Karena selamanya Audrey hanya milikku di kehidupan ini maupun di kehidupan lalu." ucap Damian sambil bersmirk.


Flashback Off....


Mengingat itu tangan Damian mengepal erat sampai Charlotte yang berada di sampingnya menatapnya dengan bingung.


" Kau kenapa?" tanya Charlotte dengan datar.

__ADS_1


" Tidak ada." jawab Damian sambil memalingkan wajahnya ke kaca.


Charlotte yang melihat sifat aneh Damian mengangkat kedua bahunya acuh.


Akhirnya suasana perjalanan terasa sunyi sampai jet mereka berangkat menuju London mereka tidak saling berbicara.


Charlotte yang merasa suasana di dalam jet terasa sunyi membuat nya merasa jengkel karena biasanya jika dia akan berlibur pasti suasananya tidak sesuram ini apalagi Charlotte melihat bahwa Damian sibuk dengan Laptopnya.


" Sepertinya kau sibuk?" tanya Charlotte yang seperti menyindir Damian.


Damian langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap Charlotte dengan datar. Ia mencondongkan tubuhnya ke Charlotte.


" Cih....jauhkan tubuhmu dariku." ucap Charlotte dengan wajah memerah marah.


Damian yang melihatnya terkekeh pelan. Ia pun menjauhkan tubuhnya dari Charlotte.


" Baiklah." ucap Damian dengan tenang.

__ADS_1


Akhirnya setelah perjalanan yang menghabiskan waktu 5 jam akhirnya mereka sampai Bandara Internasional Heathrow London.


" Salam, Yang Mulia Pangeran dan Puteri saya adalah Alver yang akan mengantarkan kalian ke Mansion." ucap Alver sambil membungkuk hormat.


Damian dan Charlotte hanya membalas dengan anggukan kepalanya. Akhirnya mereka memasuki mobil selama di perjalanan lagi-lagi suasana hening sampai akhirnya Damian membuka pembicaraan.


" Buat apa kau ke sini, apa kamu ingin mengunjunginya?" ucap Damian yang berusaha menyembunyikan perasaan cemburu nya.


Charlotte yang mendengar pertanyaan dari Damian hanya menatapnya sekilas sebelum mengalihkan pandangannya.


" Iya." ucap Charlotte dengan pandangan sendu.


Melihat pandangan sendu dari Charlotte. Damian memutuskan untuk tidak bertanya lagi.


Sampai mereka berada di Mansion Charlotte langsung saja menaiki tangga untuk masuk ke dalam salah satu kamar.


Damian yang sedari tadi memperhatikan hanya menghela nafasnya ia tahu pasti saat ini Charlotte akan mendekam di kamarnya sambil mengingat kekasihnya yang sudah berada di bawah tanah.

__ADS_1


" Apa aku harus cemburu kepada orang yang sudah mati....


Continue...


__ADS_2