
Matahari sudah terbenam menyisakan ribuan kelap-kelip bintang menghiasi langit malam di Perancis. Setelah makan malam tadi Charlotte sedang berdiri di balkon sambil memandang bintang-bintang di langit.
Selagi Damian sedang ada urusan di ruang kerjanya. Charlotte mengelus perutnya senyuman tipis terbit di wajahnya mengingat ia akan menjadi seorang ibu untuk kedua kalinya di berbeda kehidupan. Dulunya ia akan selalu lemah di hadapan semua orang. Tapi tidak kali ini ia akan berusaha menjadi kuat dan melindungi calon anaknya.
Dirinya tidak ingin kehilangan calon anaknya untuk kedua kalinya. Saat asik menatap bintang tiba-tiba saja ada suara deringan teleponnya berbunyi.
Charlotte langsung mengambil telepon nya yang tertera nomor tidak kenal baginya dan ia memutuskan untuk mengangkat nya.
" Hallo. Ada apa kau menghubungi saya." ucap Charlotte kepada sang penghubung.
" Hahahaha....Kau akan hancur Charlotte. Ingat itu aku akan menghancurkan kehidupan mu dan membuat semua orang pun tidak akan mempercayai mu hahahaha....."
Charlotte yang mendengarnya menutup mulutnya bukan takut melainkan ia sedang menahan tawanya. Mendengar nada bicara yang terlalu percaya diri dari sang penghubung.
" Benarkah kau akan menghancurkan kehidupan ku. Aku tolong jangan hancurkan kehidupan ku. Memang apa salahku?" tanya Charlotte yang berpura-pura berbicara dengan nada sedih.
Tidak berapa lama ia mendengar suara orang tertawa dari balik teleponnya. Charlotte sampai menggelengkan kepalanya bagaimana mendengar suara jahat yang seakan dia akan menang.
__ADS_1
" Terlalu bodoh." batin Charlotte yang mengejeknya.
Karena sudah bosan mendengar ocehan orang itu akhirnya Charlotte tidak ingin bermain-main lagi.
" Terserah, kau ingin mengucapkan apa padaku, Aku yakin bahwa Raja akan melindungi ku. Ingat Zeline aku memilik kartu As. Kawan." ucap Charlotte dengan datar sebelum mematikan teleponnya.
Damian yang baru saja memasuki kamar di buat terheran-heran melihat Charlotte yang sedang menggerutu.
" Apa sedang kau lakukan, Audrey. Bukannya sudah ku bilang untuk tidak tidur terlalu malam. Kau bisa menyelakai anak kita." ucap Damian dengan nada sebal.
Charlotte yang mendengarnya tiba-tiba saja mengeluarkan air matanya dan tidak lama kemudian dia menangis keras. Entah apa yang membuatnya ketakutan dengan suara Damian.
" Kenapa kau menangis?" tanya Damian dengan lembut supaya Charlotte tidak lagi menangis.
Tetapi sayangnya Charlotte malah menangis lebih keras.
" HUAAA.....kau sa..ngat jahat Dam...i hiks huaaa...." ucap Charlotte sambil menangis.
__ADS_1
Sampai tiba-tiba saja ada yang berteriak khawatir.
" CHARLOTTE APA KAU BAIK-BAIK SAJA." teriak nya.
Membuat seketika tangisan Charlotte terhenti ia terkejut melihat kedatangan orang itu.
" Darius." gumam Charlotte tidak percaya.
...****************...
Sedangkan di sisi lain malam ini Zeline sedang melakukan perawatan wajahnya supaya Damian terpikat oleh nya. Mengingat dimana Damian menatapnya benci bahkan menjauhinya membuat Zeline merasa kesal. Akhirnya menyalahkan Charlotte karena telah merebut Damian darinya.
" Aku akan mendapatkan Damian untukku, dan siapkan upacara kematian mu Charlotte." batin Zeline sambil tersenyum puas.
Sampai dimana ia menelepon Charlotte memberikan peringatan supaya menjauhi Damian. Tetapi sayangnya peringatan itu tidak di tanggapi oleh Charlotte sendiri.
Karena merasa kesal Zeline membanting Handphonenya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.
__ADS_1
" SIALAN KAU CHARLOTTE. KAU TELAH BERANI MELAWAN RATU MASA DEPAN, DAN SETELAH ITU AKU AKAN MEMBUAT HIDUPMU MENDERITA. JIKA AKU MENDAPATKAN HATI DAMIAN HAHAHAHA." ucap Zeline sambil tertawa keras.
Continue....