
Sampai mobilnya berhenti di sebuah pemakaman. Damian memakirkan mobil tersebut ke tempat yang aman.
Setelah mobil itu berhenti Charlotte yang ingin keluar di cegah oleh Damian.
" Buat apa membawa ku kesini Audrey?" tanya Damian yang penasaran.
" Kamu akan tahu nanti." jawab Charlotte yang langsung turun dari mobil sambil mengenakan kacamata hitam.
Tetapi sebelum Charlotte pergi ke makam ia sudah membeli bunga lily putih. Charlotte berjalan menyusuri makam dengan di ikuti Damian dari belakang.
Sebenarnya Damian tidak tahu untuk apa Charlotte membawanya ke tempat pemakaman sampai matanya melihat sepasang makam yang bertuliskan Mikael Hepburn dan Sarah Hepburn.
Matanya terbelalak membaca tulisan tersebut Damian tidak menduga bahwa Charlotte akan membawanya ke makam orang tua angkatnya.
" Apa mereka orang tua yang telah mengasuhmu Audrey?" tanya Damian sambil memandang Charlotte dengan pandangan yang sulit.
__ADS_1
Charlotte memandang Damian datar sampai ia berjongkok meletakkan bunga Lily putih tersebut di atas makam.
" Aku harus memperkenalkan mu kepada mereka. Meskipun aku harus menikah dengan orang yang sama dalam kedua Kehidupan. Tapi kali ini aku sudah berjanji kepada Daddy dan Mommy. Jika aku akan menikah berjanji akan memperkenalkan nya di hadapan mereka. Walaupun aku sudah memperkenalkan Justin saat kita berjanji akan menikah ketika sembuh, tapi ternyata Tuhan tidak ingin membagikan pria baik itu kepadaku." ucap Charlotte dengan mata berkaca-kaca.
Deg ... Deg ....
Damian yang mendengar semua ucapan Charlotte di buat terpaku. Ia bisa melihat pancaran mata penuh cinta untuk pria yang bernama Justin. Diam-diam Damian memegang sebuah amplop yang di berikan oleh Bibi Amy di balik jasnya.
Charlotte yang merasa akan mengeluarkan air matanya langsung menghapus nya dengan ibu jarinya. Ia tahu bahwa sampai kapanpun dia tidak bisa bersatu sama Justin meskipun ia sudah berusaha melupakannya. Tapi hatinya sudah tersimpan nama pria tersebut.
Setelah Damian mendekati makam tersebut ia langsung berjongkok.
" Hallo, namaku Damian, Apa kalian senang mendengar bahwa Char akan menikah? Apa jika kalian mengetahui bahwa aku pernah melukai perasaan Puteri kalian, apa kalian akan merestui kami? Itulah seluruh pertanyaan yang di hinggap di otak mu saat ingin menemui kalian. Sekarang aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian yang telah membuat Audrey bahagia. Aku berjanji akan membahagiakan nya meskipun aku pernah melukainya. Aku mohon izinkan kami menikah, dan aku tidak akan pernah melukai perasaannya lagi." ucap Damian.
Charlotte yang mendengar ucapan Damian di buat terkejut tapi setelah nya ia tersenyum tipis. Setelah berdoa mereka memutuskan untuk kembali ke Mansion.
__ADS_1
Saat sampai di Mansion Charlotte ingin kembali ke kamarnya. Tetapi tiba-tiba Damian memanggilnya.
" Audrey, aku ingin mengatakan bahwa besok kita harus kembali Perancis. Karena persiapan pernikahan kita tinggal 12 hari lagi." ucap Damian yang mengungkapkan keinginannya kepada Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya sempat terpaku sampai beberapa detik kemudian ia mengangguk kepalanya.
" Baiklah, tapi apa bisa kita berangkat nya besok sore karena aku harus mengurus pekerjaan ku di sini?" tanya Charlotte.
" Baik, kita berangkat besok sore." ucap Damian yang menyetujui keinginan Charlotte sebelum pergi kembali ke kamarnya.
Meninggalkan Charlotte yang masih berdiri di atas anak tangga.
" Apa keputusan ku sudah benar....
Continue....
__ADS_1