Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Berhati-hatilah


__ADS_3

Selesai acara penobatan Charlotte memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Karena ia sudah tidak nyaman menggunakan gaun yang di kenakannya sekarang.


Ketika Charlotte sedang melepaskan perhiasan yang terpasang di telinganya. Tiba-tiba saja ada suara deringan Ponsel.


Drrt....Drrrt...


Charlotte langsung mengambil ponsel yang ia letakan di atas meja hias. Ia pun langsung mengangkat nya setelah melihat nama seseorang atau tertera di layar ponselnya.


" Hallo, apa bos sudah mendapatkan nya?" tanya Charlotte to the points.


" Hahaha....kau memang tidak berubah Char, Meskipun sekarang adalah Ratu Perancis."


Charlotte memutar bola matanya malas ketika mendengar suara tawa dari bosnya.


" Cepatlah ini keadaan genting, Bos. Saya perlu mencari bukti untuk menangkapnya." ucap Charlotte dengan geram.


" Baiklah, aku akan memanggil mu Ratu karena sekarang kau sudah menjadi salah satu pemimpin negara. Jadi aku tidak mau berbasa-basi lagi. Ini bencana...."


Mendengar perkataan terakhir Bos, Charlotte langsung memasang telinganya baik-baik.


" Jadi apa yang bencana?" tanya Charlotte serius sekaligus penasaran.


...****************...

__ADS_1


Malam harinya istana mengadakan pesta atas penyambutan Raja dan Ratu baru. Charlotte sedang memasang mahkota di kepalanya sebenarnya ia sama sekali tidak ingin mengenakan nya. Tapi karena tuntutan nya sebagai Ratu akhirnya dengan setengah hatinya Charlotte memakainya.


Tiba-tiba saja Damian masuk dengan menggunakan pakaian bangsawan berwarna hitam dengan banyak ornamen-ornamen yang terpasang di kedua dadanya dan bahunya.


" Apa kau sudah siap?" tanya Damian kepada Charlotte yang terlihat merapikan gaun biru mudanya.


" Sudah, tapi aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu?" tanya Charlotte sambil menatap dalam manik Damian.


Damian yang melihat keseriusan Charlotte langsung menggangguk kepalanya mempersilahkan dia untuk bertanya.


" Pertanyaan ku adalah bagaimana bisa kau mati?" tanya Charlotte yang serius.


Deg...Deg...


" Mengapa kau ingin tahu, Ratu?" tanya Damian serius tanpa memanggil nama Charlotte.


Charlotte menghembuskan nafasnya lelah sudah ia duga pasti Damian akan menanyakannya.


" Baiklah, aku akan jujur sebenarnya..." jeda Charlotte ketika seseorang memasuki kamarnya.


Ceklek....


" Pesta sudah akan mulia, Yang Mulia. Mereka semua menunggu anda." ucap Sean sambil membungkuk hormat.

__ADS_1


Dalam hati Charlotte berdecak kesal karena ia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya.


" Sialan jika aku tidak memberitahu nya secepatnya semua nya akan menjadi bencana." batin Charlotte yang mengumpat.


" Baiklah, saya akan pergi sekarang." ucap Damian kepada Sean.


Sean yang mendengarnya menggangguk mengerti sebelum akhirnya kembali ke keluar kamar.


Damian mengalihkan pandangannya ke Charlotte yang sepertinya sedang merasa kesal. Hal itu membuat nya Damian mengangkat alisnya bingung.


" Apa kau baik-baik saja, Audrey?" tanya Damian yang sepertinya sudah kembali memanggil nama tengah Charlotte.


" Tidak ada, Tapi kita harus cepat dan mengucapkan satu hal berhati-hati lah." ucap Charlotte yang berjalan duluan keluar dari kamarnya.


Damian yang melihat tingkah Charlotte menggelengkan kepalanya. Meskipun ia bingung mendengar ucapan Charlotte. Tapi Damian yakin pasti ada sesuatu yang ia tidak tahu sama sekali.


" Apa ada seseorang yang ingin menyelakai ku." ucap Damian.


...****************...


" Apa kau sudah siapkan?" tanyanya seseorang di balik kegelapan.


" Sudah Tuan saya yakin Raja baru itu akan mati." ucapnya sambil tersenyum sinis dan matanya yang memendam penuh kebencian.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2