
Damian yang mendengar pertanyaan Charlotte menyeringai kembali.
" Akhirnya dirimu curiga sayang kepadaku juga ya." ucap Damian sambil melonggarkan pelukannya. Tapi ia tidak mau melepaskannya.
Charlotte yang mendengarnya sudah dia duga pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Damian. Hanya ada satu pertanyaan yang hinggap di pikirannya sekarang.
" Apa kau sudah tahu semuanya tentang diriku, dan kau yang selalu mengikuti diriku dari belakang bukan?" tanya Charlotte yang seperti pernyataan.
Damian yang mendengar pertanyaan Charlotte akhirnya melepaskan pelukannya, dan memandang wajah Isterinya yang tampak pucat.
Kemudian tiba-tiba saja Damian menggendong Charlotte ala bridal style. Membuat sang empu terpekik.
" Kyhha. Hei..." ucap Charlotte sambil menepuk bahu Damian.
Damian hanya tertawa melihat wajah merah Charlotte. Meskipun wajah pucatnya masih berdominasi. Damian berjalan menuju ranjang dan meletakan Charlotte secara perlahan seakan ia adalah sebuah kaca yang mudah pecah.
Setelah meletakan Charlotte setelahnya Damian juga membaringkan tubuhnya di sampingnya dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
" Kamu akan mengetahuinya nanti, Tapi yang pasti aku tidak akan melepaskan mereka yang telah membuat hidup kita sengsara. Inilah dendam ku kepada mereka." ucap Damian dengan pelan sambil mengelus punggung Charlotte.
Charlotte yang mendengar jawaban Damian terkejut. Tetapi karena ia merasa nyaman atas helusan Damian membuatnya terkantuk. Sebelum matanya tertutup ia sempat mendengar ucapan Damian.
" Aku mencintaimu sejak dulu, Audrey?" tanya Damian.
Sebelum mata Charlotte benar-benar terpejam.
...****************...
Melihat Charlotte yang sudah tertidur pulas membuat Damian tidak bisa menghentikan senyuman yang terus bertengger di wajahnya.
Mulai sekarang Damian akan bersumpah akan terus melindungi Charlotte dan buah hati mereka. Jangan sampai ular itu selangkah lebih maju darinya.
" Rencana pertama ku berhasil membuat, Audrey berada di sisiku untuk kedua kalinya, dan sekarang rencana berikutnya pembalasan." gumam Damian sambil matanya memandang Charlotte.
Puas memandangi wajah Charlotte. Damian memutuskan untuk mengambil piyama untuknya dan Isterinya supaya hangat. Ia tidak ingin calon anaknya kenapa-kenapa.
__ADS_1
Selesai mengganti piyama Damian membantu Charlotte menggenakan piyama nya. Meskipun ia harus melawan ***** binatang nya untuk menerkam Charlotte. Tapi ia tidak ingin melukai anaknya.
Damian kembali membaringkan tubuhnya dan memeluk Charlotte yang sudah menggunakan piyama putih berbahan sutra lembut. Damian menyingkirkan helai rambut putih Charlotte yang mengganggu pemandangan nya untuk melihat wajah dari wanitanya.
" Selamat malam sayang, besok kita akan mengecek keadaan baby." ucap Damian sambil mengecup kening Charlotte dengan lembut.
...****************...
" Bagaimana apa kau sudah membereskannya?" tanya seseorang sambil meminum secangkir teh di kamarnya.
Sedangkan orang yang merupakan bawahan dari orang itu pun menggangguk kepalanya sambil membungkuk.
" Tentu sudah, Tuan Puteri. saya sudah menyelesaikannya apa yang anda perintahkan. Bahkan saya sudah menyingkirkan buktinya." ucap nya pada majikannya.
Orang itu yang ternyata Zeline tersenyum sinis sambil memandang bulan.
" Siapkan bukti baru untuk menjebaknya. Saya ingin dia mati di tangan orang yang di cintainya Hahahaha....
__ADS_1
Continue...