Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Memulai Semuanya Dari Awal ( End )


__ADS_3

Dua bulan berlalu setelah kejadian ketangkapan Zeline dan Raja Eduardo yang berujung sakit lumpuh. Hari ini di Slovenia akan diadakan penobatan Raja yang baru semua orang bersuka cita menyambut nya.


Charlotte dan Damian menyaksikan penobatan Darius. Melihat kakaknya yang sebentar lagi akan menjadi Raja membuat Charlotte senang.


Akhirnya ia bisa mengubah takdirnya.


Seorang ketua memasangkan mahkota di kepala Darius yang sudah menggunakan pakaian bangsawan berwarna merah dengan jubah yang senada jangan lupa ada lambang Anggota kerajaan Slovenia di bahunya.


"MARI KITA SAMBUT RAJA BARU KITA DARIUS DESMON SEPHORA" ucap nya yang mengumumkan keberadaan Raja baru.


Plok....Plok....


Suara tepuk tangan terdengar di seluruh ruangan. Charlotte melirik ke arah Ayahnya yang sedang duduk di kursi roda dengan keadaan cukup mengenaskan.


Tapi Charlotte sekarang belum bisa memaafkan atas semua kesalahan Ayahnya.


" Kakak selamat kau telah menjadi Raja, Char harap Kakak bisa membuat negara ini berubah." ucap Charlotte sambil memeluk Darius.


Damian yang hanya diam sambil berdiri di belakang Charlotte. Darius yang melihat adiknya memeluk nya langsung membalasnya.


" Kakak, janji akan mengubah semuanya dan tidak akan ada kejadian ini terulang lagi di masa depan." ucap Darius sambil membalas pelukan Charlotte.


Charlotte yang mendengarnya senang sambil melirik Eduardo yang menatap nya dengan sendu.


" Tentu saja, kakak." ucap Charlotte sambil melepaskan pelukannya dan membiarkan Damian maju.


Damian maju kemudian memegang bahu Darius seperti seorang sahabat.

__ADS_1


" Terima kasih telah menjaga Audrey dua bulan yang lalu dan membantu mengumpulkan bukti untuk menangkapnya." ucap Damian sambil tersenyum tipis.


Darius hanya membalasnya dengan senyuman nya dan ia juga memegang bahu Damian.


" Tentu saja, aku akan melakukan semua hal semoga ular itu bisa pergi dalam kehidupan Adikku, dan tolong jagalah dia jangan sampai kau menghianati nya. Jika iya aku akan membawa Adik ku dan keponakan ku pergi ke tempat yang jauh." ucap Darius yang mengancam Damian.


Tapi Damian sama sekali tidak marah karena dia tahu Darius melakukannya karena menyayangi Charlotte.


" Baiklah, kalau begitu aku harus pergi ke suatu tempat dan carilah calon isteri yang baik." ucap Damian yang langsung menarik tangan Charlotte dengan lembut dan keluar dari ruang pesta.


Darius yang melihat kejauhan hanya menampilkan senyumannya.


" Semoga kalian akan terus bahagia, dan kejadian dulu tidak terulang lagi." ucap Darius.


...****************...


Damian yang melihatnya tersenyum kemudian ia memeluk Charlotte dari belakang. Sambil mengelus perut Charlotte yang sudah sedikit bulat akibat kandungan nya hampir beranjak ke ketiga bulan.


" Apa kau menyukainya, Audrey?" tanya Damian sambil meletakkan dagunya di atas kepala Charlotte.


Charlotte yang merasakan tangan Damian mengelus perutnya tersenyum dan menyandarkan tubuhnya di dada bidang Damian.


" Iya sangat indah." ucap Charlotte sambil tersenyum.


Damian yang mendengarnya bahagia. Kemudian dia tiba-tiba saja melepaskan tangannya dari Charlotte dan berjalan mendepani nya.


Charlotte yang melihatnya memasang raut wajah bingung. Sampai akhirnya ia terkejut ketika tiba-tiba saja Damian membungkuk di hadapannya.

__ADS_1


Damian menghela nafasnya sebelum berbicara.


" Audrey, terima kasih telah memberikan sebuah kehidupan yang baik dan membuatku mengerti apa artinya sebuah perasaan cinta yang tulus. Maafkan kesalahan ku yang mungkin tidak bisa kau lupakan, Audrey, maafkan aku yang telah membuat Putera kita pergi dan membunuh mu dengan kejam." jeda Damian yang sudah tampak mengeluarkan air matanya karena dia sudah sensitif ketika mengingat wajah Puteranya yang sudah berada di surga. Walaupun kehidupannya sudah berubah. Tapi tetap saja Damian tidak bisa melupakan perilaku jahatnya di kehidupan sebelumnya seakan-akan itu akan terus terbayang seumur hidupnya.


Charlotte yang melihat Damian meneteskan air matanya juga mengeluarkan air matanya. Sepertinya hormon kehamilan nya mempengaruhi emosi Charlotte yang mudah menangis. Tapi ia juga ikutan sedih karena tidak bisa menyelamatkan Puteranya di kehidupan sebelumnya. Itu akan menjadi sebuah penyesalannya paling besar di sepanjang hidupnya.


Kemudian setelah beberapa lama saling terdiam dan merenungi kesalahan masing-masing. Akhirnya Damian melanjutkan perkataannya.


" Sekali lagi maafkan aku, dan aku juga meminta sebuah kesempatan untuk mengubah semuanya. Ijinkan aku untuk selalu melindungi mu dan calon anak kita. Aku berjanji akan selalu setia kepadamu. Kau seperti matahari yang akan selalu menyinari kehidupan ku dan maka dari itu maukah kita memulai semuanya dari awal. Membangun sebuah keluarga yang selama ini kita impikan. Jika kamu menolaknya aku akan pergi dari kehidupan kalian dan berusaha untuk tidak memunculkan diriku di hadapan kalian lagi." ucap Damian yang sudah mengambil semua resiko dengan jawaban Charlotte. Tapi setidaknya ia merasa lega sudah mengucapkannya semua yang berada di lubuk hatinya.


Charlotte sempat terdiam sebelum menampilkan senyumannya yang manis.


" Terima kasih telah meminta maaf kepadaku, dan aku mau memulainya dari awal. Membangun sebuah keluarga yang bahagia." ucap Charlotte sambil tersenyum.


Mendengar jawaban dari Charlotte langsung saja Damian mengangkat tubuhnya dan memutarnya.


Akhirnya suasana pantai kali ini hanya terdengar suara tawa kebahagiaan dari sepasang sejoli ini.


" Mungkin aku bodoh telah memberikan nya sebuah kesempatan kepadanya. Tapi aku mengingat ucapan seseorang yang mengatakan. Jadikan masa lalu mu untuk sebuah pelajaran dan kita harus berusaha memaafkan orang tersebut meskipun awalannya sulit. Tapi pasti perasaan kita akan bebas untuk melangkah kehidupan yang selanjutnya."


Charlotte Audrey Hepburn....


End....


Terima kasih yang telah membaca ceritaku sampai habis.


Author juga mau meminta maaf jika cerita ini kurang memuaskan.

__ADS_1


See you again by extra Part...


__ADS_2