
Sampai di kebun binatang Celline tidak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya melihat banyak berlalu lalang dan terdapat banyak binatang berbeda jenis.
" Mommy, Celli melihat gajah ayo kita kesana." ucap Celline sambil menarik tangan Charlotte untuk mendekati kandang gajah.
Darell mengikuti mereka dari belakang sambil pandangannya tertuju ke beberapa orang yang bersembunyi di pohon.
" Cih....dia sepertinya ingin bermain dengan kami." ucap Darell sambil bersmirk misterius melihat beberapa orang yang mengenakan jaket hitam beserta topi dan kacamata memperhatikan mereka dari jauh.
Charlotte yang merasa ada seseorang yang mengikuti mereka. Langsung memperhatikan sekitar dan melihat orang yang sama dilihat oleh Darell.
" Mencurigakan, Tapi aku tidak bisa membuatnya menjadi pusat perhatian. Jika tidak mereka akan tahu penyamaran kami." batin Charlotte yang melihat sekilas orang itu.
Kemudian pandangan Charlotte ke arah Darell yang sepertinya menyadari gerak-gerik orang itu. Ia tahu bahwa peindraan Darell termasuk tajam.
" Mommy, Celli ingin menaiki gajah itu." ucap Celline sambil menunjuk ke arah seekor gajah yang sedang dinaikin sepasang ayah dan anak.
Charlotte yang melihat pandangan Celline tersenyum.
__ADS_1
" Kita tidak bisa menaikinya sekarang Celline, karena tidak mungkin bukan kalau Celline naik sendiri tanpa bantuan orang dewasa." ucap Charlotte yang menasehati Celline.
" Tapi Mommy adalah orang dewasa berarti Celli naiknya bersama Mommy saja." ucap Celline sambil tersenyum senang dengan pemikiran kecilnya.
Charlotte terggangga mendengarnya jujur saja di kehidupan keduanya ketika dirinya berusia 7 tahun. Pernah orang tua angkatnya mengajak nya pergi ke Thailand, dan kebetulan sekali di sana ada wisata menaiki gajah. Saat itu Charlotte yang belum pernah menaikinya di kehidupan pertamanya penasaran dan meminta orang tuanya untuk mendampinginya menaiki gajah.
Tetapi sayangnya saat itu ketika Charlotte menaiki gajah. Tiba-tiba saja ada suara tembakan yang membuat gajah itu panik dan berlari dengan Charlotte di atasnya. Charlotte yang panik langsung menangis dan untung saja Daddy nya menyelematkan nya. Sejak saat itu Charlotte tidak akan pernah mau menaiki gajah lagi.
" Sayangnya Mommy tidak bisa, lain kali saja ketika Daddy ikut Celline bisa menaikinya bersama dengan Daddy." ucap Charlotte yang berbicara pelan-pelan supaya Celline mengerti.
Celline yang mendengarnya sedikit sedih sebelum kembali mengangkat kepalanya dan menggangguk pelan.
Membuat Charlotte diam-diam merasa lega karena dirinya tidak jadi menaiki gajah besar itu.
...****************...
Sedangkan di sebuah ruang besar terdapat seorang pria dengan luka di wajahnya sedang fokus mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
Sampai datanglah seorang pria yang merupakan asistennya masuk dengan membawa sebuah surat.
" Tuan, anda mendapatkan surat dari pihak kerajaan Perancis." ucapnya sambil membungkuk.
Pria yang adalah Dominic langsung menghentikan pekerjaannya dan mengulurkan tangannya menyuruh Asistennya untuk memberikannya surat tersebut.
Asistennya langsung memberikannya dengan pelan.
Dominic yang menerima surat tersebut meneliti dan ada sebuah cap khusus yang di gunakan oleh Raha Perancis.
Kemudian Dominic membukanya dan membacanya. Raut wajah Dominic seketika menegang melihat isi di dalam surat tersebut.
Selesai membacanya Dominic dengan cepat mengambil korek api yang ada di mejanya dan membakar surat tersebut.
Membuat Asisten nya terkejut melihat Tuan nya dengan berani membakar surat dari Raja. Tetapi sayangnya ia tidak berani bertanya karena melihat tatapan sang Tuan yang sangat dingin.
" Daniel, kita akan menemui mereka." ucap Dominic sambil tersenyum miring dengan pandangan mata ke arah surat yang perlahan menjadi abu tersebut.
__ADS_1
Countine...