Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Keinginan Terakhir


__ADS_3

Selama di perjalanan menuju Perancis Charlotte bisa melihat raut wajah cemas Damian. Sebenarnya Charlotte bisa tersenyum lega karena Damian yang sekarang masih peduli kepada Ayahnya. Mengingat dulu bagaimana pria itu tidak mempedulikan Ayahnya bahkan sampai beliau meninggal, Damian sama sekali tidak mengeluarkan raut wajah sedihnya.


Sedangkan Damian merasa cemas memikirkan kondisi Ayah nya. Sambil berpikir siapa orang yang dengan beraninya melakukan penyerangan terhadap Raja. Jika sampai Damian menemukan nya ia pastikan orang itu akan menderita seumur hidupnya.


Ketika Damian berusaha menahan amarahnya tiba-tiba saja ia merasakan sebuah genggaman tangan yang terasa hangat. Ketika ia mengalihkan pandangannya bisa di lihat Charlotte yang menyentuh tangannya seolah memberikan nya sebuah kekuatan membuat nya merasa tenang.


" Tenang, semua akan baik-baik saja, Raja merupakan orang yang kuat. Aku jamin itu." ucap Charlotte sambil tersenyum tipis.


Mendengar semua ucapan Charlotte membuat perasaan Damian merasa sedikit tenang meskipun dalam hatinya masih resah. Tapi ia segera menepis pikiran tersebut. Menyakinkan dirinya bahwa Ayahnya baik-baik saja.


" Terima kasih." ucap Damian sambil tersenyum tipis.


...****************...


Sampai di ibu kota Perancis, Paris. Damian segera turun dari jet pribadi nya sambil menggandeng tangan Charlotte.


Charlotte tidak mempermasalahkan nya karena ia harus membuktikan bahwa hubungannya romantis. Meskipun dalam hatinya ia masih sedikit merasa tidak nyaman. Tapi sekarang jangan memikirkan hal itu karena kini kondisi Raja sedang tidak baik-baik saja.


Ketika berada di depan bandara mereka di kerumunin oleh para wartawan yang melihat ke datangan mereka. Untung saja ada para bodyguard yang terlatih untuk menghalangi para wartawan bertanya kepada mereka.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju istana Charlotte melirik Damian yang masih terlihat linglung.


Tapi Charlotte tidak ingin mengucapkan apapun.


Bahkan sampai di istana mereka langsung bergegas masuk ke dalam kamar Raja.


Ceklek.


Ketika masuk ke dalam kamar Raja, Charlotte di buat prihatin melihat seorang pria paruh baya yang berbaring tidak berdaya di ranjangnya dengan keadaan di infus dan mulutnya di pasang masker oksigen.


Raja Arnold yang melihat kedatangan mereka berdua berusaha untuk menggerakkan tangannya membuka masker oksigen yang menghalanginya berbicara.


" Jangan melakukan hal gegabah, Yang Mulia. Anda membuat semua orang khawatir." ucap Damian dengan datar.


Charlotte menepuk dahinya melihat sifat Damian yang sama sekali tidak ingin menunjukkan perasaan khawatir nya.


" Dasar memang lelaki yang memiliki sifat gengsi yang tinggi setinggi langit." batin Charlotte.


Sedangkan Raja Arnold yang melihat bahwa Damian mengkhawatirkan nya merasa senang. Terbitnya senyuman di wajah keriputnya. Kemudian dia menggenggam tangan Damian.

__ADS_1


" Jadilah Raja, Damian." ucap Raja Arnold yang meminta Damian menjadi seorang Raja untuk menggantikan nya.


Deg....Deg...


Jantung Damian berdegup sangat cepat begitu juga dengan Charlotte. Mereka berdua saling melirik satu sama lain.


" Jangan bilang." batin Damian dan Charlotte secara bersamaan.


Tetapi kemudian Damian menampilkan ekspresi datarnya, ia sama sekali tidak ingin menunjukkan ekspresi khawatir nya kepada seseorang selain Charlotte.


" Saya menolak, karena saya belum siap untuk menjadi seorang pemimpin, Lebih baik sekarang anda beristirahat supaya cepat sehat kembali." ucap Damian yang menolak keinginan Raja Arnold.


" Tetapi Ayahanda sudah tidak sanggup lagi, Ibunda mu sudah menunggu Ayah di sana. Jadi Ayah meminta Kamu dan Charlotte menjadi seorang pemimpin yang baik Hahhh..." jeda Raja Arnold yang tiba-tiba saja merasakan sakit pada dadanya.


" Yang Mulia." ucap Damian dan Charlotte yang khawatir melihat kondisi nya.


" Inilah keinginan terakhir ku....


Continue....

__ADS_1


__ADS_2