
Ketika Charlotte sedang berkeliling Villa. Ia melihat sebuah lukisan yang di dalamnya terdapat seorang wanita cantik mengenakan gaun berwarna hijau dan memakai sebuah tiara dikepalanya. Charlotte menyentuh lukisan tersebut dengan lembut.
Sampai tidak menyadari bahwa ada Damian berdiri di belakangnya.
" Itu lukisan ibuku." ucap Damian.
Charlotte terkejut mendengar suara Damian di belakangnya. Kemudian ia pun membalikkan badannya dan melihat Damian memandang lukisan itu sebelum melihat kepadanya.
" Aku tidak pernah melihat lukisan itu sebelumnya. Bukan seharusnya ada sebuah lukisan Ratu yang tersimpan di istana?" ucap Charlotte sambil memiringkan kepalanya.
Damian terdiam mendengar pertanyaan dari Charlotte sebelum senyum tipis terbit di wajahnya.
" Karena Ayahanda tidak ingin terus mengingat wajah ibunda. Bahkan dia membakar semua lukisan ibunda yang berada di istana. Tapi suatu hari saat aku berkunjung di sini. Ternyata ada sebuah lukisan ibunda yang terpasang di dinding. Saat pertama aku mendapatkan penghasilan dari membangun perusahaan. Aku ingin sekali membeli sebuah Villa untuk tempat beristirahat." jeda Damian sambil pandangannya kembali ke lukisan itu dan mengelusnya dengan lembut. Seolah-olah ia sedang mengelus ibunya.
Charlotte yang melihatnya merasa iba. Ia tahu bagaimana kehidupan Damian tanpa seorang ibu. Untung saja di kehidupannya kali ini dirinya masih mendapatkan kasih sayang dari Daddy dan Mommy nya. Meskipun mereka bukan orang tua kandungnya. Tetapi mereka sangat menyayangi nya seperti anak sendiri.
Tidak berapa lama kemudian Damian melanjutkan lagi ucapannya.
" Sampai suatu hari aku melihat sebuah Villa di jual yang membuat diriku tertarik, dan memutuskan untuk membelinya. Setelah membeli Villa tersebut. Aku baru mengetahui bahwa Villa ini dulunya di bangun oleh Ayahanda khusus untuk ibunda beristirahat dan melakukan aktivitas seperti orang biasa." ucap Damian sebelum kembali membalikan badannya dan berjalan menuju Charlotte.
" Lebih baik sekarang makan siang terlebih dahulu. Sebelum menghabiskan waktu berdua karena sepertinya aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama Isteri dan Calon anak kita." ucap Damian sambil mencium kening Charlotte.
__ADS_1
Charlotte yang mendengarnya berusaha menutupi rasa malunya. Ia tidak tahu seperti apa perasaan ini.
" Ini seperti perasaan ku, jika bersama Justin." batin Charlotte.
...****************...
Setelah itu mereka berdua makan siang bersama di taman yang berada di dekat Villa. Charlotte menghirup udara segar bebas polusi.
Charlotte merasa bebas di sini bisa merilekskan tubuhnya setelah seminggu menghabiskan waktunya dalam memenuhi tugas sebagai Ratu. Damian yang melihatnya merasa senang bisa membuat Charlotte bahagia.
" Jadi apa kau sudah mengetahui tentang siapa Zeline sebenarnya?" tanya Damian yang tiba-tiba saja memulai pembicaraan.
Charlotte yang mendengarnya sedikit tersentak sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Damian.
Damian tertawa mendengar ucapan Charlotte yang seakan bisa menebak pikiran nya.
" Hahaha.... ternyata kau pintar juga, Audrey. Sampai aku tidak menyadari bahwa diriku pernah membuang sebuah berlian demi sebuah batu." ucap Damian dengan sendu.
Charlotte yang mendengarnya hanya tersenyum kecut.
" Lupakan masa lalu. Aku juga berusaha melupakannya meskipun dulu kau berperan dalam menghancurkan hidupku. Tetapi aku tahu kau cuma korban." ucap Charlotte sambil tersenyum.
__ADS_1
Damian yang mendengarnya membalas senyuman Charlotte sambil memandang cangkir teh yang berada di tangannya.
" Terima kasih. Aku pastikan mereka akan menyesal." ucap Damian yang terdengar seperti lirihan.
...****************...
" Tuan Puteri...Tuan Puteri..." ucap seorang Pelayan yang berlari menghampiri Zeline yang sedang berbincang-bincang dengan Anak-anak Menteri.
" Ada apa?" tanya Zeline dengan sarkas sambil memandang pelayan itu tajam.
Pelayan itu ketakutan dan langsung saja menyerahkan sebuah surat kepada Zeline.
" Ini ada surat dari Raja Perancis yang mengundang anda dalam acara makan malam di istana." ucap Pelayan tersebut yang memberikan informasi dari isi surat itu.
Zeline yang mendengarnya diam-diam tersenyum sinis. Mengingat dirinya yakin bisa mendapatkan perhatian Raja setelah mengirimkan sebuah video dan gambar.
" Sepertinya dia akan membalas perasaan cintaku." batin Zeline senang.
Senyuman Zeline terbit di wajahnya seakan rencana nya berhasil.
" Pelayan siapkan penerbangan ku Perancis besok. Sepertinya kawan ku butuh teman." ucap Zeline sambil tersenyum miring.
__ADS_1
Tanpa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.
Continue...