Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Berpamitan Yang Penuh Drama


__ADS_3

Setelah keputusan Raja Eduardo yang tidak bisa di bantah akhirnya Charlotte dengan terpaksa harus ke London bersama Damian. Saat ini ia sudah bersiap-siap di depan pintu istana sambil menunggu kedatangan Damian yang sedari tadi belum menunjukkan wajahnya.


" Dimana sih dia. aku sampai membuang-buang waktu untuk menunggunya." ucap Charlotte sambil berdecak sebal.


" Mungkin ia tidak mau bertemu dengan mu Charlotte." ucap seseorang dengan nada mengejek.


Charlotte yang mendengar suara seseorang langsung membalikan badannya dan seketika mood nya semakin buruk melihat ke datangan Zeline yang sedang tersenyum atau lebih tepatnya senyuman ejekan.


" Cih." decihan Charlotte sambil memalingkan wajahnya mengarah sebaliknya ia tidak mau berurusan dengan Zeline hari ini.


Sedangkan Zeline merasa kesal saat Charlotte mengacuhkan dirinya sampai ia melihat kehadiran Raja Eduardo beserta Damian dan Darius membuat nya seringai licik muncul di wajah polosnya.


Tiba-tiba Zeline terjatuh di depan Charlotte, ia pun mengeluarkan air matanya.


" Aku tahu hiks.... bahwa Char tidak menyukai ku tapi kau tidak harus hiks mendorong aku juga bukan hiks...." ucap Zeline sambil terisak.


Charlotte yang awalnya bingung langsung mengerti ketika matanya melihat kehadiran Raja Eduardo beserta Damian dan Darius. Ia pun memutar bola matanya malas.


" Dasar akting...tenang Zeline aku akan menunjukkan akting sesungguhnya untukmu." batin Charlotte sambil seringai licik.


Kemudian Charlotte membantu Zeline bangun sampai akhirnya ia berpura-pura ikut terjatuh karena tidak sanggup menarik tubuh Zeline.


" Hiks....maafkan aku Zeline hiks....karena telah membuat mu jatuh hiks....hukum aku saja HUAAA...." ucap Charlotte sambil menangis kencang.

__ADS_1


Damian yang melihat Charlotte menangis langsung berlari menghampirinya.


" Hei sudahlah jangan menangis seperti anak kecil saja." ucap Damian yang sekaligus mengejek Charlotte.


Charlotte yang mendengarnya mengepalkan tangannya jika bukan karena akting tidak mungkin ia menangis cuma karena terjatuh itu bisa melukai harga dirinya.


" Hem...." Charlotte sambil mengangguk kepalanya dan menghapus jejak air mata nya dengan lengannya.


Damian yang melihatnya langsung mengambil sapu tangan dan menghapus jejak air mata Charlotte dengan lembut. Hal itu membuat Charlotte tertengun ia pernah merasakan seperti ini. Damian yang melihatnya langsung memandang Charlotte.


Zeline yang melihat mereka saling bermesraan mengepalkan tangannya diam-diam ia merasa tidak suka bahwa Damian yang merupakan sahabatnya berhubungan dengan Charlotte orang yang di bencinya.


" Awas kau Charlotte." batin Zeline.


Damian mengulurkan tangannya kepada Charlotte yang di sambut baik oleh sang empu. Setelah Charlotte berdiri ia bisa melihat pandangan Zeline yang menajam ke arahnya.


" Charlotte ingat jangan membuat nama kerajaan rusak karena sifat kekanak-kanakan mu." ucap Raja Eduardo dengan tegas.


Darius yang mendengarnya merasa marah ia tidak menduga bahwa Ayahnya berani mengatakan yang membuat perasaan princess nya sakit begitu juga dengan Damian diam-diam yang menatap tajam Raja Eduardo.


Tetapi sayangnya perkataan Raja Eduardo sama sekali tidak mempengaruhi Charlotte ia malah bersikap tenang.


" Baiklah Char tidak akan bersikap seperti anak- anak lagi dan tenang saja nama baik anda tidak akan tercoreng karena anak seperti ku yang hanya di besarkan di panti asuhan. Benarkah Yang Mulia." ucap Charlotte sambil tersenyum.

__ADS_1


Deg...Deg...


Entah apa yang membuat perkataan Charlotte menusuk hati Raja Eduardo ia pun langsung mengalihkan pandangannya.


" Baguslah kalau begitu." ucap Raja Eduardo.


Setelah itu mereka langsung berangkat menuju bandara dengan menggunakan mobil hitam mewah.


Charlotte dari tadi merasa risih karena Dania yang memandangnya intens.


" Bisa tidak kau jangan menatap ku seperti itu?" tanya Charlotte sambil memandang tajam Damian.


" Tidak, aku sangat senang karena bisa melihat wajah cantikmu dari dekat." ucap Damian sambil tersenyum.


Charlotte yang mendengar jawaban dari Damian bergidik ngeri ia pun langsung mengalihkan pandangannya.


Damian yang melihatnya tertawa pelan tetapi ada sebagian ingatan nya mengenai Charlotte.


Flashback...


Pagi sekali Damian sudah terlihat rapi dengan mengenakan kemeja berwarna putih saat ia akan menggunakan dasinya Handphonenya berbunyi. Ia pun mengambil Handphonenya yang berada di atas ranjangnya di sana terdapat sebuah pesan. Damian pun mengambilnya dan membacanya.


Seketika....

__ADS_1


Continue...


__ADS_2