Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Penyesalan yang masih tersisa


__ADS_3

Selama di perjalanan menuju Slovenia Charlotte menikmatinya dengan membaca majalah Fashion. Ia sudah tertarik terhadap fashion sejak dirinya melahirkan kedua buah hatinya. Apalagi mengingat dirinya yang harus sering keluar untuk menjalankan tugas kerajaan pastinya ia harus mengenakan setelan yang sesuai.


Selesai membaca Charlotte melirik Damian dan kedua anaknya sedang menonton film kartun di televisi. Ia tersenyum melihat bagaimana Damian begitu menyayangi kedua anaknya. Setidaknya Damian sudah berusaha untuk merubah masa lalunya. Dirinya sudah cukup bahagia setelah pembalasan dendamnya dengan Zeline selesai. Ia juga sudah berdekatan dengan Darius dan hubungannya dengan keluarga Hepburn baik-baik saja. Tapi ada seseorang yang masih belum bisa dimaafkan olehnya. Orang yang sangat berperan penting dalam menyakiti hidupnya.


Charlotte tersibuk dengan lamunannya sampai tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang duduk di sampingnya.


" Apa kau masih berpikir tentang nya?" tanyanya sambil melihat Charlotte.


Charlotte langsung terkejut melihat Damian yang duduk di sampingnya.


" Dimana anak-anak?" tanya Charlotte tanpa menjawab pertanyaan Damian tadi.

__ADS_1


" Anak-anak sudah aku pindahan ke dalam kamarnya mungkin mereka kelelahan setelah bermain tadi." jeda Damian sebelum kedua tangannya memegang bahu Charlotte.


" Apa sampai sekarang kau belum bisa memaafkannya, Audrey. Ini sudah lima tahun berlalu sejak kejadian itu." ucap Damian.


Charlotte menghela nafasnya lelah sambil memandang sendu Damian.


" Mungkin jika dia tidak berkerja sama dengan Zeline. Aku bisa memaafkannya tapi sayangnya dia adalah seseorang yang menghancurkan kehidupan ku lebih dalam daripada dirimu Damian. Mungkin aku bisa memaafkan kamu dan kakak Darius mengingat kalian cuma terpengaruh oleh nya. Tapi untuk nya aku tidak bisa... aku tidak bisa memaafkan bagaimana dia menampar ku di kehidupan sebelumnya hiks...." ucap Charlotte sambil terisak pelan.


Setiap bangun Damian hanya bisa berharap bahwa anaknya yang sudah pergi tidak pernah membencinya meskipun ia yakin anaknya sudah memaafkannya. Tapi tetap saja lukanya sendiri belum sembuh melihat Charlotte yang menangis mengingatkannya.


Jadinya yang bisa dia lakukan hanya memeluk Charlotte memberikan ketenangan supaya merasa bahwa dia tidak sendiri masih ada dirinya yang senantiasa menjaganya.

__ADS_1


Charlotte terus menangis sampai ia kelelahan dan tertidur di pelukan Damian. Damian yang merasakan nafas tenang Charlotte dengan perlahan melepaskan pelukannya ia melihat Isterinya yang sudah tertidur pulas. Senyuman terbit di wajahnya dengan perlahan Damian mengangkat tubuh Charlotte ala bridal style masuk ke dalam kamarnya.


Ceklek....


Kemudian Damian meletakkan Charlotte di ranjang sambil menyelimutinya. Damian mengelus rambut putih bergelombang milik Charlotte sampai tidak terasa air matanya kembali menetes.


" Maafkan aku...maafkan aku..." ucap Damian dengan suara lirih supaya tidak membangunkan Charlotte.


" Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu, aku akan berusaha melindungi kalian meskipun taruhannya nyawaku sendiri. Sekali lagi maafkan aku." ucap Damian sambil menyatukan dahinya di dahi Charlotte memandangi mata abu-abu yang sedang tertutup rapat menyembunyikan manik indahnya.


Malam ini Damian kembali merasakan penyesalannya yang mungkin sampai kapanpun tidak pernah ia lupakan

__ADS_1


Countine...


__ADS_2