Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Menyimpan Banyak Kesedihan


__ADS_3

"Setelah itu apa yang akan kamu lakukan kepada mereka. Audrey?" tanya Damian sambil menatap manik abu-abu Charlotte.


Charlotte menghembuskan nafasnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah laut. Memperlihatkan matahari yang mulai terbenam.


" Aku ingin menghancurkan Zeline, sehancur-hancurnya sampai ia merasakan apa aku rasakan di caci, di hina, bahkan di tuduh pembunuh." ucap Charlotte dengan matanya menajam.


Deg....Deg....


Sudah lama Damian tidak melihat kebencian di Charlotte. Setelah terakhir acara pesta pertunangan mereka. Ada perasaan sakit di hatinya melihat bagaimana hidup Charlotte yang hancur akibat kehadiran gadis ular itu. Bahkan ia juga ikut ambil dalam masalah sakit hati Charlotte. Tetapi ada satu hal yang ingin Damian pastikan kepada Charlotte, dan inilah adalah saatnya.


" Jadi apa kamu membenci ku, Audrey?" tanya Damian sambil menatap Charlotte dengan tatapan berharap.


Charlotte yang mendengarnya terkekeh pelan sebelum pandangannya menghadap Damian. Ia menatap tajam Damian.


" Mungkin, aku akan membenci mu. Bahkan aku pernah bersumpah bahwa diriku tidak akan mencintai orang bodoh seperti mu lagi." ucap Charlotte dengan tegas.


Kemudian setelah itu Charlotte pergi meninggalkan Damian yang memandang kepergian dengan sedih.

__ADS_1


Setelah melihat Charlotte meninggalkan nya Damian mengepal kan tangannya sambil melihat laut dengan sorotan tajam.


" Aku bersumpah akan benar-benar menghancurkan mu Zeline, aku pastikan kau akan merasakan apa yang di rasakan Audrey. Tetapi untukmu Audrey walaupun kau membenciku. Aku akan selalu berusaha mendapatkan mu. Meskipun dengan cara licik sekalipun itu." ucap Damian sambil tersenyum atau seringai.


...****************...


Saat kembali ke Villa Charlotte langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Setelah perjalanan panjangnya.


Air membasahi tubuh Charlotte yang putih bersih seperti salju. Apalagi dengan rambutnya yang putih panjang bergelombang membuat nya mirip seorang putri salju.


Tetapi sayangnya kehidupannya tidak seindah ia kira. Meskipun dia sudah melatih dirinya menjadi kuat tetap saja ia hanya seorang gadis rapuh yang menangis ketika kehilangan sesuatu.


Bertapa bodohnya dulu dirinya yang percaya bahwa Zeline merupakan seorang gadis yang baik hati. Mengingat bagaimana dia merasa di bantu ketika semua orang menggunjingnya sebagai pembunuh. Seketika mengingat itu Charlotte memukul dinding kamar mandi matanya yang tadinya memancarkan aura sendu menjadi penuh sorot mata kebencian.


" Aku akan hancurkan kalian semuanya. Termasuk kau Ayah dan Zeline. Aku akan membalas semua perbuatan kalian kepadaku hahaha...." ucap Charlotte sambil tertawa.


Ketika Charlotte keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi, dan handuk kecil yang ia gosokan di kepalanya. Ia mengalihkan pandangannya ke Damian yang sedang terbaring tidur di ranjang dengan pakaian yang sudah di ganti dengan piyamanya berwarna abu-abu.

__ADS_1


Charlotte mengangkat bahunya acuh sambil berjalan ke koper yang sudah ia siapkan semalam.


Ketika Charlotte membuka koper nya ia di buat terkejut melihat isi pakaiannya yang cukup seksi. Apalagi ia melihat sebuah note yang berada di koper milik nya.


Hei keponakan ku sayang....


Aunty sudah menyuruh pelayan istana untuk mengganti semua isi koper mu.


Jangan mengucapkan terima kasih kepada Aunty mu ini.


Karena Aunty ingin kamu memberikan cucu.


^^^Salam Aunty....^^^


Charlotte meremas kertas itu seakan ia sedang memukul wajah Aunty nya.


Setelah itu Charlotte mengangkat sebuah pakaian tidur yang seksi.

__ADS_1


" Apa aku harus menggunakan ini....


Continue....


__ADS_2