Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Racun


__ADS_3

" Yang Mulia." ucap Zeline dengan pandangan seolah-olah di terluka.


Tapi Damian tetap saja tidak sedikitpun peduli bahkan sekarang dia juga menondongkan senjata api di dahi Zeline.


" Inilah yang aku tunggu-tunggu selama ini yaitu membunuh mu." ucap Damian dengan dingin.


Tubuh Zeline bergemetar melihat senjata api berada di dahinya. Ia merasa menyesal karena memasukan dirinya ke kandang singa.


" Tolong, Yang Mulia. Jangan bunuh saya hiks...saat ini saya sedang hamil. Apa anda tega membunuh seorang ibu hamil? Apa ini yang anda inginkan dan tidak seharunya seorang Raja melakukannya." ucap Zeline yang berusaha mempengaruhi Damian.


Damian yang mendengarnya dengan perlahan menurunkan senjata apinya. Membuat Zeline merasa lega karena dirinya yakin bahwa Damian akan melepaskan nya. Tapi tidak lama kemudian ia bisa melihat senyuman miring Damian yang tampak menakutkan.


" Benarkah, sayangnya apa yang kau pikirkan semuanya salah. Anda sudah masuk ke dalam perangkap saya, dan sebentar lagi Anda tidak bisa melarikan diri kemanapun." ucap Damian sambil tersenyum sinis.


" Apa yang anda lakukan hueek...." ucap Zeline yang tiba-tiba saja batuk mengeluarkan darah.


Damian yang melihatnya merasa senang bagaimana musuhnya tidak berdaya di hadapannya.


Zeline terus mengeluarkan darah dari mulutnya sampai tiba-tiba saja tubuhnya merasa lemah. Bahkan untuk menggerakkan jarinya terasa susah.


" Apa yang kau masukan di dalam minum ku?" tanya Zeline sambil memandang tajam Damian.


Sebelum Damian menjawab ada seseorang yang datang.

__ADS_1


" Itulah racun pelumpuh." ucap nya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Raja Eduardo hanya bisa berbaring di ranjang rumah sakit. Selang-selang telah terpasang di seluruh tubuhnya.


Dokter yang selesai memeriksa Raja langsung menghampiri Asisten pribadi Raja untuk memberitahu kondisi beliau.


" Maaf, Raja anda harus di rawat di rumah sakit selama beberapa Minggu. Karena anda mendapatkan serangan lumpuh ringan dan jantung. Jadi saya harapkan anda tidak melakukan sesuatu yang membuatnya stress."ucap Sang Dokter sebelum pergi.


Asisten pribadi Raja pusing memikirkan keadaan istana dan negara sedang kacau.


" Saya harus memanggil Pangeran Darius untuk kembali dan mengurus kembali kerajaan." ucapnya.


...****************...


" Hei, apa kau bisa berkendara dengan baik, Char. Kau ingin membuat kita celaka. Ingat kau sedang mengandung." ucap Darius yang berpegang kepada dashboard.


Karena saat ini Charlotte berkendara sangat cepat bahkan sampai membuat pengendara yang lain marah-marah dan mengumpat.


" Hahahaha....ini menyenangkan sekali. Sudah lama aku tidak berkendara seperti ini." ucap Charlotte sambil tertawa.


Darius yang mendengarnya membelakak matanya.

__ADS_1


" Memang kau sudah gila." ucap Darius sambil terus berpegangan dan berdoa semoga mereka selamat sampai tujuan.


" Tenang saja. Sebentar lagi sampai." ucap Charlotte yang sudah dekat dengan istana.


Bahkan penjaga pintu gerbang istana spontan langsung membuka gerbangnya setelah melihat sebuah mobil sport melaju cepat.


BRAK....


Charlotte menabrak gerbang tersebut sebelum terbuka lebar. Tidak lama kemudian mobil itu berhenti Darius masih memejamkan matanya.


Membuat Charlotte yang melihatnya memutar bola matanya.


" Lemah." ucap Charlotte sebelum keluar dari mobil.


Selama perjalanan Charlotte tersenyum bahagia bagaimana rencananya berhasil. Membuat Zeline masuk ke perangkap. Apalagi yang membuatnya lebih senang adalah melihat Zeline sudah jatuh tidak berdaya.


Seperti ingatnya di masa lalu yang dia jatuh tidak berdaya di hadapan Zeline. Charlotte berjalan mendekat sambil mengepalkan tangannya.


" Apa yang kau masukan di dalam minum ku?"tanya Zeline.


Charlotte yang mendengar pertanyaan dari Zeline langsung menjawabnya dengan lantang.


" Itu racun pelumpuh, selamat Zeline anda masuk ke dalam perangkap Hahahaha....

__ADS_1


Continue...


__ADS_2