Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Cemburu


__ADS_3

" Musuh ku akhirnya kita bertemu." ucap Charlotte sambil bersmirk.


Charlotte turun dari ranjangnya berjalan menuju jendela yang ada di kamarnya. Menurutnya kamarnya saat sedikit berubah karena banyaknya boneka. Entah sejak kapan Charlotte sangat menyukai boneka apalagi orang tuannya sering membelikan nya boneka setiap mereka keluar kota.


Padahal kehidupan nya yang sebelumnya dirinya bahkan tidak pernah mendapatkan sebuah boneka. Mengingat itu tangannya langsung mengepal erat sambil menatap sebuah objek yang membuat hidupnya hancur.


" Giliran dirimu yang harus hancur agar kamu merasakan bagaimana rasa sakitnya yang namanya kehilangan." ucap Charlotte sambil tersenyum atau lebih tepatnya sebuah seringai.


Charlotte mengambil handphone nya yang berada di saku gaunnya dan menghubungi seseorang.


" Kamu cari informasi tentang Zeline Rafesha Sephora dan carilah kelemahannya." ucap Charlotte dengan datar.


" Baiklah Mrs, saya akan mencarikannya dan suruh mata-mata untuk mengikutinya kemana pun."


" Bagus, Tapi kamu harus pastikan jangan sampai ada yang mengetahuinya." ucap Charlotte.


" Baik, Tapi bagaimana dengan wanita itu dan perusahaan anda?"


" Hancurkan kehidupannya sampai dia tidak akan mendapatkan kerja di manapun dan tentang urusan perusahaan saya akan menitipkan sementara denganmu tapi jangan sampai ada penghianat. Kamu tahu bukan apa yang akan saya lakukan." ucap Charlotte sambil bersmirk.


" Baiklah saya berjanji tidak akan pernah mengkhianati anda, Mrs Hepburn."

__ADS_1


Setelah mendengar itu Charlotte mematikan handphone nya dan pandangan nya menghadap jendela dengan tatapan kosong.


...****************...


Saat ini Charlotte sedang bersiap-siap menuju ke ruang makan bahkan saat ini dia di hias oleh para pelayan istana. Sebenarnya dirinya tidak nyaman tubuhnya di sentuh orang lain. Tapi ia harus menjaga sikapnya sebagai gadis polos.


Charlotte sudah menggunakan gaun berwarna pink dengan rambutnya di hiasi oleh jepitan bermotif beruang. Tampilan Charlotte seperti anak usia 10 tahun.


Bahkan para pelayan yang menghiasinya tadi langsung terpekik gemas. Charlotte yang melihat tampilannya di depan cermin tersenyum sendiri sambil menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


" Terima kasih telah mendandani Char seperti seorang Puteri di dalam buku cerita hihihi...." ucap Charlotte sambil tersenyum lebar.


Tuan Puteri Charlotte imut sekali....


Lain kali aku lebih baik mendandani Puteri Charlotte daripada Puteri Zeline....


Mendengar ucapan terakhir pelayan tadi dalam hati Charlotte langsung bersmirk.


" hahahaha.... akhirnya mereka terpikat oleh keimutan ku. Latihan ku selama 3 tahu di kelas akting tidak sia-sia." batin Charlotte.


Setelah itu Charlotte di antar menuju ruang makan oleh para pelayan. Ketika mereka sampai di depan pintu Charlotte langsung membukanya dengan keras membuat orang yang berada di dalam terkejut di buatnya.

__ADS_1


BRAK....


" Kakak....Char sudah sampai." ucap Charlotte sambil tersenyum manis.


Darius yang melihat kedatangan adiknya langsung menggendong nya dan mendudukkan di atas pangkuannya.


Raja Eduardo yang melihatnya diam-diam merasakan kesal tapi ia langsung tepis perasaan tersebut.


" Silahkan di makan hidangnyan malam ini." ucap Raja Eduardo.


Akhirnya mereka makan setelah Raja Eduardo mengucapkan hal tadi. Charlotte dan Darius makan saling menyuapi satu sama lain membuat orang di seberang merasa cemburu.


Zeline yang melihatnya merasa kesal melihat kedekatan Kakaknya dengan wanita baru tersebut. Tetapi ia tidak bisa melakukan apapun karena dia masih sayang akan nyawanya.


...****************...


Selesai makan malam Charlotte memutuskan untuk kembali ke kamarnya tapi ketika di perjalanan ia melihat sebuah pintu berwarna putih.


" Perasaan Char ...


Continue...

__ADS_1


__ADS_2