
"Hai, bagaimana kabarmu Audrey atau lebih tepatnya Isteriku." ucap Damian tepat di telinga Charlotte.
Deg....Deg....
Seketika jantung Charlotte berdegup sangat kencang ia langsung memandang Damian dengan syok. Sedangkan Damian yang melihatnya bersmirk melihat ekspresi terkejut Charlotte sudah ia duga bahwa wanita di hadapannya mengalami hal yang sama.
Charlotte yang tersadar dari rasa terkejut langsung mengangkat tangannya tinggi dan menampar wajah Damian.
PLAK....
Sekarang Damian yang di buat terkejut oleh Charlotte karena telah menamparnya dengan keras apalagi ia bisa melihat Charlotte memandangi nya dengan tatapan benci dan juga marah.
" Wah....tidak kuduga bahwa kau mengalami hal yang sama denganku. Yang Mulia." ucap Charlotte sambil tersenyum sarkas.
Damian yang mendengar ucapan Charlotte tersenyum sambil memandangi nya tajam.
__ADS_1
" Sepertinya kau juga sama Audrey. Pertemuan kedua kita saat kembali di masa lalu. Apa kabar sepertinya kau sudah banyak berubah Audrey?" tanya Damian secara beruntun.
Charlotte yang mendengarnya tampak marah bagaimana bisa pria di depannya tidak merasakan perasaan bersalah kepadanya. Bahkan Charlotte benci mendengar dia memanggil nama Audrey menurutnya tidak satupun boleh memanggil namanya selain dia pria yang berhasil memberikan hatinya kepadanya. Dengan perlahan Charlotte berjalan mendekati Damian dengan sorotan mata intimidasi.
Tetapi sayangnya Damian tidak berpengaruh sampai saat Charlotte sudah berada di hadapannya langsung saja ia tarik dan mencium bibirnya.
Cup....
Tiba-tiba bibir mereka saling menyentuh satu sama lain. Charlotte matanya seketika terbelalak terkejut. Sedangkan Damian yang melihatnya merasa ingin tertawa tapi ia akan menahan nya ia terus mencium bibir Charlotte dengan lembut.
Setelah terlepas dari ciuman Charlotte mengambil nafas dalam-dalam setelah bisa bernafas normal langsung saja ia meninju rahang Damian dengan keras sampai tersungkur di tanah.
Damian merasakan sakit pada pipi sebelah kirinya tapi ia tidak peduli karena hal itu tidak sebanding dengan rasa sakit Charlotte yang telah ia torehkan bahkan sampai mereka kehilangan calon anaknya.
Sedangkan Charlotte memandangi Damian dengan datar tanpa mempedulikan nya ia langsung berjalan melewati nya.
__ADS_1
" Cih....itu hadiah yang telah berani mencium ku dengan sembarang. Lagipula kita sudah tidak hubungan apapun benarkan." ucap Charlotte sambil bersmirk kepada Damian.
Damian berdiri tegak dan memandang Charlotte.
" Benarkah, tapi sepertinya kita akan berhubungan lagi." ucap Damian sambil berjalan mendekati dan mengambil rambut putih Charlotte sambil menghirup wanginya.
" Dan kita akan berhubungan sebagai suami istri lagi, dan kupastikan kau tidak akan bisa pergi dariku Audrey. Bahkan jika kamu sudah mencintai pria lain akan kupastikan kau tidak akan melihatnya lagi." ucap Damian sambil memandang cinta Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya tersentak tidak lama kemudian ia tersenyum.
" Kupastikan hal itu tidak akan terjadi. Mungkin di kehidupan sekarang aku tidak bisa menghindari pernikahan kita karena itu akan merusak semua rencana ku. Tetapi kau tidak bisa mendapatkan cinta ku lagi. Yang Mulia. Karena hati ini sudah mati untukmu." ucap Charlotte sambil menampilkan smirknya.
Setelah itu tidak ada yang berbicara lagi mereka saling menatap dengan pandangan berbeda, yang satu dengan tatapan cinta dan satunya pandangan benci. Tapi tidak lama kemudian Damian membuka pembicaraan yang membuat Charlotte sedikit geram kepadaku.
" Apa kamu menantang ku Audrey....
__ADS_1
Continue....