Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Damian CEO


__ADS_3

" Saya adalah Oliver Giroud merupakan asisten pribadi dari CEO DA Coperration dan saya juga mau memperkenalkan pria yang di sebelah saya adalah Pangeran Damian Kenneth Maxviel dari Perancis." ucap pria yang bernama Oliver.


Charlotte masih terdiam bergeming sampai akhirnya asistennya menyenggol bahunya membuat dirinya langsung tersadar.


" Senang bertemu dengan anda, You're highness." ucap Charlotte sambil membungkuk badannya sedikit.


Damian yang melihat reaksi Charlotte dalam hatinya ingin tertawa sebenarnya dirinya tidak menyangka bahwa pewaris dari perusahaan Hepburn adalah Charlotte. Ia sama sekali tidak tahu bahwa Charlotte di adopsi oleh pasangan Hepburn yang di kenal merupakan salah satu orang terkaya di Inggris.


" Senang juga bertemu dengan anda Mrs Hepburn." ucap Damian sambil tersenyum tipis.


Selama perjalanan rapat mereka melakukan nya sangat profesional. Damian di buat kagum oleh Charlotte yang sangat lancar memberikan materi dengan jelas dan mudah di pahami


Akhirnya selama hampir 2 jam rapat tersebut di akhiri dengan kesepakatan kerjasama di antara kedua perusahaan tersebut.


" Senang kerjasama dengan anda, Pangerang. Semoga proyek ini membuat Kentungan bagi dua perusahaan." ucap Charlotte yang tersenyum sambil tangan berjabatan dengan Damian.


" Saya juga senang bekerjasama dengan anda Mrs. Hepburn." ucap Damian sambil membalas jabatan tangan Charlotte.

__ADS_1


Dalam hati Charlotte bernafas lega akhirnya rapat kali ini berjalan lancar. Ia juga tidak menduga bahwa pemilik perusahaan terbesar di Perancis merupakan tunangannya sendiri. Untung saja mereka bersikap profesional jika tidak ia tidak tahu sampai ada seseorang yang mengenal dirinya.


Charlotte terus berpikir sampai tidak menyadari bahwa ruangan sudah sepi tinggal Damian seorang yang sedang memperhatikan nya.


" Sampai kapan kamu terus melamun Audrey?" tanya Damian yang membuat Charlotte terkejut.


" Hah." respon Charlotte yang tersadar dari lamunannya.


Charlotte di buat terkejut ketika tidak melihat Sekretaris nya lagi.


" Tadi sudah ku suruh untuk meninggalkan mu duluan. Ayo kita harus berangkat ke Bandara sekarang penerbangan kita tinggal 3 jam lagi." ucap Damian sambil melihat jam tangan mewahnya yang menempel di tangan kirinya.


Charlotte yang mendengarnya menghembuskan nafasnya sebelum berdiri dari kursinya. Ia pun langsung keluar ruangan tanpa mempedulikan Damian yang berada di belakangnya.


Mereka berjalan memasuki lift saat masuk ke dalam mereka masih saling terdiam sampai tiba-tiba Damian membuka pembicaraan.


" Aku tidak menyangka bahwa dirimu sangat pintar dalam berbisnis." ucap Damian yang memuji Charlotte.

__ADS_1


" Memang itu sudah keharusan ku untuk mengantikan orang tua ku. Aku tidak ingin perusahaan yang di bangun Daddy hancur karena tidak ada yang bisa mengelolanya." ucap Charlotte dengan datar.


Setelah itu tidak ada lagi yang membuka pembicaraan mereka sama-sama canggung. Sampai pintu lift terbuka Charlotte keluar terlebih dahulu yang diikuti Damian yang menyusulnya. Ketika berada di sampingnya Damian memegang tangan Charlotte dan menggenggam nya dengan erat.


" Hei apa yang kau lakukan jangan membuat kita malu." ucap Charlotte yang risih melihat Orang-orang memperhatikannya.


" Tidak apa-apa lagipula kita ini akan menikah sudah sewajarnya kita bergandengan tangan. Lagipula kita sudah pernah lebih dari bergandengan tangan." ucap Damian yang membuat Charlotte memandangi nya tajam.


Charlotte berdecih sampai matanya melihat kehadiran seorang pria.


" Andrew." ucap Charlotte yang memanggil Andrew.


Damian langsung melotot ketika Charlotte memanggil seorang pria sambil tersenyum lebar.


Membuat perasaan nya memanas sampai ia tidak menyadari bahwa tangannya mengepal kuat.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2