
"LEPASKAN DAMIAN, JIKA KAU TERUS MEMUKULNYA KAU TIDAK BISA MENDAPATKAN INFORMASI DARINYA." teriak Charlotte yang akhirnya berhasil menjauhkan Damian dengan Aland.
Kondisi Aland saat ini sangat mengenaskan dengan wajah babak belur dan mulutnya sobek akibat pukulan keras Damian. Tetapi dia saja masih sempat menatap remeh Damian atau lebih tepatnya Charlotte.
Membuat Charlotte yang meliriknya langsung memberikan tatapan tajamnya.
" Hei apa kabarmu Puteri Slovenia atau bisa dibilang Puteri sampah." ucap Aland sambil mengejek Charlotte.
Damian yang tidak terima mendengar isterinya di ejek berusaha untuk memukulnya kembali. Jika saja Charlotte menekankan tangannya di balik punggung nya. Tetapi Charlotte berusaha tenang sebenarnya dalam hatinya dia ingin sekali menembak kepala pria bodoh di depannya.
Kemudian Charlotte membisikan sesuatu kepada Damian.
" Tenanglah Damian, Kita harus mendapatkan informasi nya terlebih dahulu. Setelah itu kau boleh menghabisinya sesuka hatimu." ucap Charlotte sambil terus melihat Aland.
__ADS_1
Damian yang mendengarnya menghembuskan nafasnya berusaha menenangkan diri. Sebelum akhirnya ia pun menggangguk. Akhirnya Charlotte melepaskan tangan Damian yang tadi ia kunci di balik punggungnya.
Charlotte berjalan mendekati Aland yang sedang duduk. Kemudian ia berjongkok di hadapannya.
" Hallo, Pangeran Aland atau aku bisa bilang Mr Al seorang buruan Agen MI6. Atas kasus penyerangan kepada Ratu Inggris 1 tahun yang lalu." ucap Charlotte sambil menyeringai melihat tubuh Aland yang tersentak.
Damian terkejut mendengar ucapan Charlotte. Dia ingat kejadian 1 tahun yang lalu membuat seluruh dunia gempar. Kejadian penyerangan sang Ratu Inggris sampai membuat nya masuk ke dalam rumah sakit. Ia sama sekali tidak menduga bahwa Aland yang melakukannya.
" Sungguh sampah." batin Damian sambil menatap tajam Aland.
" Tentu saja tidak jangan asal menunduh, jika tidak ada bukti. Bagaimana mungkin aku yang merupakan salah satu anggota kerajaan bisa melakukan hal keji seperti itu." ucap Aland yang membantah tuduhan Charlotte.
Tetapi Charlotte sama sekali tidak percaya dengan semua ucapan Aland. Kemudian dia mengeluarkan sebuah Bros dengan lambang harimau yang membuat Damian dan Aland terkejut.
__ADS_1
" Lihat ini, Bukannya Bros milik Mendiang Raja Arnold yang di berikan oleh anda. Jika aku duga pasti kau ingin membuat hubungan antara Perancis dan Inggris hancur seperti perang ratusan tahun silam. Sungguh tidak terduga seorang Pangeran yang di kenal baik karena merelakan tahtanya demi sang Adik. Bisa melakukan hal keji itu. Tunggu sebenarnya ada juga lagi ingin ku tanyakan. Apa kau juga yang menyerang Mendiang Raja saat aku dan Damian pergi ke Maldives?" tanya Charlotte dengan datar.
Aland yang mendengarnya kemudian tidak lama ia tertawa terbahak-bahak.
" HAHAHAHA....AKU YANG MELAKUKAN NYA, AKU MEMBUAT PENYERANGAN DI ISTANA MALAM ITU. SUPAYA ADIKKU TIDAK MENYADARI BAHWA AKU TELAH MEMBERIKAN MAKANANNYA RACUN. BEGITU JUGA SUNTIKAN DAN OBATNYA SUDAH KE BERI RACUN. SAMPAI AKHIRNYA DIA MENINGGAL HAHAHA...." teriak Aland sambil tertawa terbahak-bahak.
Charlotte yang mendengarnya bahwa pria di depannya membunuh mertua memejamkan matanya untuk mengurangi kadar emosinya. Sedangkan Damian yang sudah tidak bisa mengontrol marahnya lagi-lagi ia berusaha memukul nya. Jika Charlotte tidak menahannya sambil menggelengkan kepalanya.
Akhirnya Damian mengurungkan niatnya ia menghembuskan nafasnya untuk berusaha tenang.
" Jadi apa alasan mu melakukan semuanya Paman?" tanya Damian sambil memandang tajam Aland.
" APA KAU INGIN MENGETAHUI NYA RAJA?...
__ADS_1
Continue...