Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Berdansa Bersama dan Nama Panggilan


__ADS_3

"Mari berdansa dengan saya Tuan Puteri Charlotte." ucap Damian yang mengajak Charlotte berdansa sambil mengulurkan tangannya.


Charlotte yang melihatnya mengangkat sebelah alisnya bingung. Seingatnya sifat Damian sangat ketus kepadanya tetapi kenapa sekarang sifatnya berbeda. Tetapi Charlotte tidak ingin mengambil pusing hal itu ia akhirnya menerima ajakan dansa dari Damian. Tidak mungkin bukan jika Charlotte yang memiliki sifat polos dan baik hati menolak ajakan dansa dari seorang Pangeran Mahkota.


Damian yang mengetahui bahwa Charlotte tidak menolaknya merasa senang ia mengajak Charlotte menuju ke tengah pesta untuk melakukan dansa bersama.


Tidak berapa musik pun di mulai Charlotte dengan perlahan-lahan melakukan gerakan dansa dan Damian yang melihatnya dalam tertawa geli melihat Charlotte yang terkesan sangat berhati-hati. Seketika dirinya mengingat ketika pertama kali berdansa bersama Charlotte yang di hari pernikahan mereka ia melihat Charlotte terkesan Kikuk dalam melakukan gerakan dansa dan dirinya sedikit menyesal ketika dia memarahi Charlotte hanya karena menginjak kakinya. Ia juga melihat setitik air mata Charlotte ketika dirinya meninggalkan pesta perayaan pernikahan mereka pasti waktu itu ia di gunjing oleh para tamu.


Sedangkan Charlotte yang mengingat dansa nya bersama Damian ketika itu sangat malu ketika dirinya tidak bisa melakukan apapun mendengar para tamu menghinanya hanya karena Damian meninggalkan pesta terlebih dahulu. Dalam hati nya ia menyesal bisa melakukan hal bodoh itu hanya demi cinta.


Damian yang melihat tatapan terluka Charlotte merasakan hatinya sakit. Ia tahu bahwa Charlotte yang di depannya sangat berbeda dengan Charlotte yang dulu bahkan ia baru tahu bahwa Charlotte tidak ingin di panggil Audrey lagi.


" Audrey." ucap Damian yang memanggil Charlotte.

__ADS_1


Mendengar panggilan Damian seketika mata Charlotte terbelakak saking terkejutnya ia hampir terjatuh jika tidak pinggangnya di pegang Damian.


Semua tamu yang melihat keromantisan Charlotte dan Damian merasa terpukau.


Setelah Charlotte mengembalikan kesadaran nya kembali ia langsung mendorong Damian untuk menjauh darinya, dan Charlotte meninggalkan pesta begitu juga tanpa mempedulikan ucapan semua orang yang membicarakannya menurutnya hal itu sudah biasa di kehidupan sebelumnya.


Damian berdiri terpaku melihat tubuh Charlotte yang sudah menjauh darinya. Darius yang melihatnya terkejut langsung menghampirinya dan menepuk bahunya dengan pelan.


" Mungkin dia tidak suka denganmu Dami." ucap Darius yang menyindir Damian.


Seketika Damian terkejut melihat isi kalung tersebut.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan Charlotte berjalan menuju sebuah taman yang terdapat sebuah kolam air mancur di tengahnya. Ia mendudukkan dirinya di pinggiran kolam sambil memperhatikan pantulan dirinya.


Seketika pikirannya mengingat kejadian tadi ketika Damian memanggil nama panggilan nya di masa lalu. Sudah lama sekali Charlotte mengingat panggilan tersebut setelah terakhir seseorang yang memanggil namanya dengan lembut 3 tahun lalu.


Charlotte tertawa miris dirinya sama sekali tidak bisa melupakan pria yang pernah mengisi hati kosongnya selain Damian.


" J disana bagaimana kabar mu? Apa kau baik-baik saja? Aku sangat merindukanmu." ucap Charlotte sambil memandangi langit malam.


Tiba-tiba Charlotte merasakan sebuah benda yang menyelimuti bahunya yang terbuka ia langsung mengalihkan pandangannya. Ia melihat Damian yang sudah berdiri di hadapannya.


Sedangkan Damian hanya memandang Charlotte dengan datar sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Charlotte dan membisikkan sesuatu.


" Hai, bagaimana kabarmu Audrey atau lebih tepatnya Isteriku....

__ADS_1


Deg....Deg....


Continue....


__ADS_2