
Michaela merasa gugup melihat wajah Dominic dari dekat. Meskipun wajahnya sebagian memiliki luka tapi hal itu sama sekali tidak membuat Michaela takut. Malah itu membuat Dominic semakin tampan.
" Permisi Pangeran." ucap Michaela yang memanggil Dominic.
Dominic yang sedang mengetik sesuatu di layar laptopnya mengangkat kepalanya memandang Michaela bingung.
" Siapa kau panggil Pangeran?" tanya Dominic dengan datar.
" Heh... bukannya anda kakak baginda raja jadi otomatis anda adalah seorang Pangeran." ucap Michaela menjawab dengan memiringkan kepalanya.
Membuat Dominic mengangkat sebelah alisnya.
" Tidak, mungkin kau benar aku adalah kakak seorang Raja. Tetapi aku bukanlah pangeran karena gelar itu sudah lama hilang dari hidupku. Lebih baik kau duduk saja karena sebentar lagi Dokter akan datang." ucap Dominic tegas tidak mau di bantah.
Ceklek...
" Selamat malam nama ku Claudia saya adalah dokter yang akan memeriksa Nona Michaela." ucap Dokter yang tersenyum ramah terhadap Dominic.
__ADS_1
" Jangan buat kesalahan." ucap Dominic sambil keluar dari kamar membiarkan Dokter memeriksa ke seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi isteri nya.
Dominic berjalan-jalan malam di istana tempat tinggal nya selama 5 tahun. Istana ini tidak terlalu banyak berubah mungkin Damian merasa itu tidak perlu untuk merenovasi istana lagi.
Dominic melihat sebuah kursi yang berada di taman tempatnya duduk ketika selesai belajar dulu. Di sini dimana tempatnya ia melihat Damian dari kejauhan. Dominic memandang bulan sambil menghela nafasnya sepertinya kembali ke istana membuat emosional nya mempengaruhinya.
Tiba-tiba saja Dominic merasakan seseorang yang duduk di sampingnya dan ketika melihat ada Damian yang duduk di sampingnya.
" Apa kau merindukannya?" tanya Damian melihat tatapan sendu Dominic.
" HN...aku tidak tahu tapi sepertinya aku sedikit merindukan tempat ini. Jadi buat apa kau berada di sini bukan nya seharusnya kau berada bersama Ratu." ucap Dominic yang mengangkat sebelah alisnya.
" Iya, Audrey mengerti bahwa aku butuh menghabiskan waktu bersama kakak ku. Jadi dia mengizinkan ku untuk menghabiskan waktu bersama mu." ucap Damian menjawab.
" Aku senang kau bahagia. Sepertinya aku harus kembali karena kemungkinan Dokter itu sudah selesai memeriksa Michaela." ucap Dominic berdiri sebelum berjalan pergi dari taman. Tapi langkahnya terhenti mendengar ucapan Damian.
" Semoga kau senang dengan calon anak mu dan jangan menyakiti wanita itu aku yakin dia adalah orang yang baik tidak seperti maaf ibu kandung mu." ucap Damian menasehati Dominic.
__ADS_1
" Tentu saja, lagipula aku sama sekali tidak menginginkan wanita seperti ibu kandung ku itu." ucap Dominic yang benar-benar pergi.
Damian hanya memandang punggung Dominic yang perlahan menjauh dengan tatapan sendu.
" Jangan sampai kau melakukan kesalahan seperti diriku membunuh anak kandung ku sendiri." ucap Damian yang mengingatkan sifatnya di masa lalu.
Sedangkan Dominic kembali ke kamar dan melihat Dokter telah selesai memeriksa Michaela.
" Jadi bagaimana dengan keadaan nya apa semuanya baik-baik saja?" tanya Dominic sambil melirik ke arah Michaela yang tampaknya sudah tertidur.
Dokter Claudia yang sedang membereskan peralatan dokter nya langsung membalikkan badannya.
" Tentu saja Nona Michaela dan calon bayi nya dalam keadaan sehat. Saat ini beliau sudah mengandung sekitar 7 Minggu. Jadi saya sarankan anda untuk menjaganya baik-baik mengingat usia kandungannya yang sekarang mudah keguguran. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan." ucap Dokter Claudia yang keluar.
Dominic duduk di samping Michaela yang tertidur memandangi wajahnya yang cantik dan memberikannya kecupan di keningnya.
" Semoga kau tidak menyesalinya...
__ADS_1
Countine...