Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Masa Lalu Dominic Part III


__ADS_3

Akhirnya Dominic mengetahui hubungannya dengan Damian merupakan saudara seayah. Sejak lahir Damian diasingkan sebab kelahirannya membuat Ratu meninggal. Raja Arnold tidak menyukai Damian akibat kelahiran nya membuat isterinya meninggal.


Dominic menatap iba ke arah Damian yang saat ini sedang memandang nya datar. Melihat Damian dirinya seperti sosok dirinya yang selalu kesepian.


Tetapi Dominic tidak berani untuk menyapa atau mendekati Damian. Karena menurutnya dirinya tidak pantas bersanding dengan anak sah Raja. Sampai di usianya yang ke 12 saat itu Dominic baru pulang dari sekolahnya.


Ia merasa aneh melihat jalur jalan yang dipilih berbeda dari biasanya.


" Siapa kau, mengapa kita melewati jalur ini. Ini bukan menuju istana bukan?" tanya Dominic yang terheran-heran.


Sopir yang mengendarai mobil langsung membuka topinya dan membalikan badannya. Dominic tampak terkejut melihat orang tersebut berbeda yang sering menjemputnya.


" Siapa kau?" tanya Dominic yang sudah panik melihat ke arah mobil yang mendekati jurang.


" Hahahaha....kau akan mati atau lebih tepatnya kita. Supaya tuanku bisa menyingkirkan Pangeran lemah itu dan Raja. Setelah itu Tuanku bisa menjadi Raja hahahaha...." ucapnya sambil tertawa seperti orang gila.

__ADS_1


Orang tersebut menaikkan kecepatan mobil dengan kecepatan tinggi mengarah ke jurang.


BRAK....


Boom...


Flashback off...


" Setelah itu aku di temukan oleh seorang Mafia dan merawat ku menjadi pewarisnya. Tetapi aku tidak akan melupakan luka yang di sebabkan oleh mereka." ucap Dominic sambil memegang luka di wajahnya.


Damian yang mendengarnya merenung memang dirinya merasa kesepian ketika kecil. Terkadang dirinya iri kepada Dominic yang mendapatkan perhatian dari Ayahnya keinginannya yang sampai sekarang belum tercapai. Tapi ia sekarang sudah mengerti bahwa dirinya dan Dominic adalah korban dari keegoisan ayahnya.


Dominic terkekeh geli meskipun sudah tidak bertemu selama bertahun-tahun terkadang ia bisa melihat sisi adiknya ketika masih kecil pemalu.


" Baiklah sepertinya aku ingin kita bekerjasama lagipula aku ingin sekali memusnahkan mereka semuanya. Terakhir aku pernah mendengar kau pernah menyingkirkan salah satu dari mereka dan membuat Puteri angkat dari kerajaan Slovenia mati." ucap Dominic sambil menyeringai.

__ADS_1


Damian yang mendengarnya juga tersenyum miring. Ia mengingat bagaimana liciknya dirinya menyingkirkan Zeline dengan dalih pengasingan. Sebenarnya Damian menyuruh seseorang untuk menyiksanya perlahan-lahan sampai dia meminta kematiannya sendiri. Rasanya sangat puas bisa membalas dendamnya di kehidupan masa lalunya.


" Tentu aku tidak akan membiarkan seekor ular masuk ke dalam kandang ku. Aku suka menyingkirkan nya dengan manis." ucap Damian sambil meminum minumannya.


Dominic yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak dengan sikap licik Damian.


" Aku yakin kau berbeda dengan Ayah yang memiliki sifat naif terlalu percaya kepada orang lain sampai mudah di jebak orang." ucap Dominic mencibir mendiang ayahnya.


" Dan hasil kesalahan itu melahirkan dirimu, Jadi apa kau dimana ibumu. Bukannya sudah lama kau tidak pernah mengunjungi nya?" tanya Damian.


Dominic tersenyum miris mengingat bagaimana kejamnya ibunya menjualnya.


" Aku tidak peduli, Terakhir aku mendapatkan informasi nya beliau sudah menikah lagi dan tinggal di sekitar Florida. Itu saja yang aku tahu bahkan diriku sama sekali tidak sudi untuk menemui wanita itu." ucap Dominic sambil mencengkram gelas yang ada di genggamnya.


Damian yang mendengarnya menggangguk kepalanya sebelum berdiri dari kursinya.

__ADS_1


" Aku tidak tahu apa yang kau alami ketika bersama ibumu, dan itu bukan urusanku. Sekarang aku harus pergi dan....


Countine...


__ADS_2