
"Violet." gumam Raja Eduardo dengan pelan ia terkejut melihat wajah yang sudah tidak dirinya selama lebih 18 tahun.
Sedangkan Charlotte yang mendengar gumaman Raja Eduardo bersmirk. Walaupun gumaman tersebut terdengar pelan tetapi karena Charlotte sudah di latih pendengaran tajam supaya bisa mendengar suara dari jauh.
" Wah...ibu sepertinya pria itu tidak bisa melupakan dirimu. Mari kita lihat apa dia bisa melawan kepolosan ku." batin Charlotte.
Setelah itu Charlotte menampilkan raut wajah bingung sambil menyembunyikan tubuhnya di belakang Darius.
" Kakak mereka siapa dan kenapa dia sangat mirip dengan mu Kakak apa kalian kembar?" tanya Charlotte dengan polosnya sambil menunjuk ke arah Raja Eduardo.
Semua orang yang melihat ekspresi Charlotte diam-diam menahan hasratnya untuk mencubit pipi berisi milik nya.
Termasuk Raja Eduardo yang dalam hatinya merasa terkejut melihat keimutan dan kepolosan Charlotte. Ia tidak menduga setelah dulu membuangnya 18 tahun yang lalu. Sekarang dirinya bisa melihatnya secara langsung apalagi wajahnya yang duplikat dengan Isterinya.
Darius yang melihat kegugupan Charlotte dengan perlahan menyingkirkan tubuhnya agar semua orang bisa melihat Princess kecilnya.
Sedangkan Charlotte yang melihatnya langsung menundukkan kepalanya sambil memainkan jarinya. Darius yang melihat itu tersenyum menurutnya sekarang Princess kecilnya masih terasa canggung.
" Ayo angkat kepalamu, seorang Princess tidak pantas menundukkan kepalanya." ucap Darius.
__ADS_1
Charlotte mengangguk kepalanya pelan sebelum mengangkat kepalanya. Semua orang terkejut melihat wajah Charlotte yang jelas mirip dengan mendiang Ratu mereka.
Charlotte yang menjadi pusat perhatian tersenyum kikuk.
" Hallo, namaku Charlotte Audrey salam kenal semuanya." ucap Charlotte sambil melambaikan tangannya dengan polosnya.
" Salam kenal Puteri." kata mereka serempak sambil menundukkan kepalanya walaupun dalam hatinya rasanya ingin memeluk tubuh Puteri karena saking gemasnya.
Raja Eduardo yang mendengar suara Charlotte hanya diam mematung sampai Zeline berjalan menghampiri Charlotte.
" Hallo, adik namaku Zeline Rafesha Sephora aku adalah Puteri di sini salam kenal." ucap Zeline sambil ikutan tersenyum polos.
" Hallo juga Kakak cantik. Namaku Charlotte Audrey yang lebih cantik daripada Kakak." ucap Charlotte sambil tersenyum lebar.
Zeline diam-diam wajahnya memerah malu dalam hati ia merasa kesal karena gadis asing di depannya secara tidak langsung menghina nya.
Sedangkan Charlotte dalam hati tertawa bahagia melihat wajah malu Zeline sekaligus jijik karena berjabat tangan dengan nya.
" Aku mencuci tangan ku sebanyak 7 kali dengan bunga dan sepertinya juga mandi susu untuk menghilangkan aura jahat yang mengotori tubuhku." batin Charlotte jijik.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya Zeline melepaskan jabatan tangannya mereka. Ia kembali berjalan mendekati Raja Eduardo dan memeluk tangannya sambil memasang wajah polos. Tetapi Charlotte tahu bahwa saat ini ia sedang memasang wajah angkuhnya seolah ia anak kesayangan Ayahnya.
Charlotte yang melihatnya sama sekali tidak peduli ia langsung mengalihkan pandangannya ke Darius dan memeluknya dengan erat.
" Kakak Char pengen es krim." ucap Charlotte sambil menampilkan Puppy eyes nya.
Membuat mereka semua terpekik gemas melihatnya. Termasuk Darius yang wajahnya memerah.
" Tidak Princess kau harus makan terlebih dahulu." ucap Darius menolak keinginan adiknya.
Charlotte langsung menundukkan kepalanya sedih.
" Yah...Kakak." ucap Charlotte sambil menampilkan mata berkaca-kaca.
Raja Eduardo yang sedari tadi menyaksikan nya diam-diam tersenyum tipis. Ia berjalan menghampiri Charlotte.
" Apa kamu....
Continue...
__ADS_1