
" Jika itu kau berarti ada urusan apa saat kau pergi ke London?" tanya Charlotte sambil memicingkan matanya curiga.
Damian yang mendengarnya sedikit menegang sebelum kembali rileks. Ia berdehem sebentar sebelum mulai menjawabnya.
" Baiklah sekitar enam tahun lalu aku mendengar bahwa sebuah kelompok penculikan dan perbudakan kepada anak-anak yang selama ini kami cari berada di London. Kami meminta agen Inggris untuk menangkap orang itu, dan aku tidak percaya bahwa kau adalah orang yang menangkap orang itu." ucap Damian sambil menyeringai melihat wajah pucat Charlotte. Walaupun wajah itu di sebagian ditutupi topeng tapi ia bisa mengenalinya dengan jelas. Lagipula saat ini mereka sudah menikah hampir lima tahun.
Charlotte yang mendengarnya terkejut mengetahui bahwa Damian sejak awal sudah mengenalinya. Berarti pertemuannya dengan Damian pikir Charlotte.
" Jangan bilang kau dengan sengaja menabrak mobil mewah ku saat itu." ucap Charlotte sambil menunjuk Damian dengan pandangan jengkel.
Damian tersenyum sambil berdiri dari kursinya melangkah menuju ke arahnya. Kemudian Damian mengangkat dagu Charlotte sambil saling menatap satu sama lain.
" Ia itu aku memang sengaja menabrak mobilmu. Aku awalnya sama sekali tidak menduga bahwa isteriku berubah sejak kembali ke masa lalu. Sampai aku memastikan sendiri ketika melihatmu saat itu menggunakan pakaian yang mengundang kecemburuan ku sayang." ucap Damian dengan datar.
Melihat wajah dingin Damian membuat Charlotte berusaha melepaskan dirinya. Karena ia tahu setelah ini pasti mendapatkan hukuman. Hukuman yang membuatnya tidak bisa bangun di pagi hari.
Dan benar saja tidak berapa lama kemudian Damian langsung mencium bibir Charlotte dengan rakus. Charlotte hanya bisa diam sambil sesekali membalas ciuman nya dirinya berusaha tetap mengimbanginya tapi sayangnya tenaganya tidak sekuat Damian.
__ADS_1
Damian mendorong pelan tubuh Charlotte ke dinding sambil terus menciuminya dan tangannya yang meremas kedua gunung kembarnya. Charlotte yang merasakannya mendesah pelan.
Ceklek...
" Tuan." ucap seseorang yang tiba-tiba saja memasuki ruangannya.
Membuat mereka berdua terkejut secara refleks melepaskan ciumannya. Charlotte mendorong tubuh Damian dan merapihkan penampilannya yang entah sejak kapan berantakan.
Damian melototi Orang yang menganggu aktivitas nya bersama Charlotte.
" Maafkan saya Tuan telah menganggu waktu anda. Saya cuma mau memberikan berkas ini untuk anda." ucap nya dengan badan gemetar dan tangannya menyerahkan berkas.
" Kau boleh pergi dan lain kali ketuk pintu dulu." ucap Damian ketus.
Mendengar itu langsung saja orang itu berlari meninggalkan ruangan karena ia tidak ingin membangunkan singa yang sedang tertidur.
Melihat itu Charlotte tertawa pelan sebelum pandangannya beralih ke Damian yang sudah kembali duduk dengan kertas di tangan nya.
__ADS_1
" Apa isi berkas itu Dami?" tanya Charlotte yang sepertinya penasaran dengan isi nya.
Damian yang sedang serius membacanya mengalihkan pandangannya menatap Charlotte dengan senyumannya.
" Apa kau penasaran ingin mengetahuinya Audrey?" ucap Damian yang kembali bertanya.
Membuat Charlotte yang mendengarnya mendengus kesal.
" Tidak, kalau begitu kita harus kembali sekarang sebentar lagi Pagi. Pasti anak-anak akan mencari aku nanti." ucap Charlotte yang memalingkan wajahnya sambil berjalan keluar ruangan.
Damian yang melihat Charlotte marah kepadanya hanya terkekeh pelan. Sebelum pandangannya tertuju kepada kertas yang di pegang nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
...****************...
" Mommy...Daddy kalian dari mana saja sejak tadi Celli mencari kalian?" ucap Celline sambil memandang orang tuanya dengan polos.
Membuat Charlotte dan Damian yang baru saja datang terkejut. Karena tidak biasanya Puteri mereka bangun sepagi ini. Mereka saling melirik satu sama lain.
__ADS_1
" Aku harus mengatakan apa?" batin Charlotte dan Damian secara bersamaan.
Countine...