
Cahaya dari sela-sela jendela membuat Michaela terganggu tidurnya hingga membuka matanya. Ia merasakan kenyamanan yang sudah lama dirinya tidak rasa kan apalagi kasur nya terasa empuk tidak seperti biasanya.
Ketika Michaela ingin bangun tiba-tiba pergerakannya tertahan melihat sepasang tangan kekar memeluk pinggangnya.
Saat membalikan badannya Michaela melihat wajah tampan Dominic yang sedang memejamkan matanya. Wajahnya merona melihat badan Dominic yang tidak mengenakan baju memperlihatkan dada nya yang kekar apalagi dengan perutnya yang memiliki delapan kotak.
Jika saja Michaela bisa menyentuhnya segera saja dia menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pemikiran kotor nya
Dominic yang baru saja bangun terlihat bingung melihat Michaela menggelengkan kepalanya.
" Sedang apa kau menggelengkan kepala?" tanya Dominic dengan datar tanpa menyadari penampilannya sekarang.
Mendengar suara berat seseorang langsung Michaela menghentikan kegiatannya dan matanya terbelalak lucu melihat Dominic yang sudah bangun.
" Tidak ada, bisa anda lepaskan pelukannya saya ingin ke kamar mandi." ucap Michaela yang meminta Dominic untuk melepaskan tangannya dari pinggangnya.
Dominic yang mengerti maksud Michaela langsung melepaskan tangannya dari pinggang wanita itu. Sepertinya semalam dirinya tidak menyadari bahwa dia memeluk Michaela.
__ADS_1
Michaela merasa kehilangan ketika tangan kekar itu tidak memeluk nya sebelum kemudian dirinya bangun dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Michaela dibuat kagum melihat keindahan dan kemewahan kamar mandi yang berada di istana.
" Wah...kamar mandinya sangat luas mungkin ini seukuran rumah ku." ucap Michaela sambil melihat ke arah cermin.
Pemikiran Michaela tentang Dominic membuatnya khawatir. Apa dirinya akan menikah dengan pria itu atau tidak. Dirinya sebenarnya tidak masalah jika Dominic tidak menikahi mengingat kasta mereka sangat jauh. Asalkan dirinya bisa bersama calon anaknya untuk selamanya itu lebih dari cukup.
" Michaela kau tidak perlu tergantung dengan seorang pria. Kau harus berjuang keras demi dirimu dan calon anak mu." ucap Michaela yang langsung berjalan ke bak mandi.
Setelah setengah jam berendam Michaela memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah berwarna putih yang sudah di sediakan.
Michaela dibuat terkejut melihat seorang pelayan membungkuk di hadapannya.
Michaela hanya tersenyum kikuk karena seumur hidupnya dirinya tidak pernah di layani yang ada dia melayani orang-orang di toko nya.
" Tentu jika itu tidak merepotkan." ucap Michaela.
...****************...
__ADS_1
Michaela berjalan di lorong dengan mengenakan dress berwarna hijau muda sepanjang lutut. Dia berusaha berjalan dengan anggun supaya tidak mempermalukan nya.
Ketika dia sudah mendekati ruang makan di sana dia bertemu dengan Dominic yang sudah rapi mengenakan setelah hitamnya seperti biasanya.
" Kau sudah datang." ucap Dominic yang menyambut Michaela.
" Iya, jadi apa kita harus bertemu dengan Raja dan Ratu?" tanya Michaela yang ragu bertanya.
Dominic yang mendengarnya hanya diam sebelum kemudian dia mendekatkan wajahnya ke Michaela. Melihat itu Michaela langsung memejamkan matanya menunggu jika Dominic akan mencium nya sampai beberapa saat kemudian dia tidak merasakan apapun.
Dominic yang melihatnya hanya tertawa pelan sebelum kemudian mencium kening Michaela.
" Aku akan mencium dirimu sampai dimana acara pernikahan kita dimulai. Mari kita bertemu dengan mereka kau jangan takut aku akan melindungi mu dan calon anak kita." ucap Dominic sambil mengarahkan tangannya ke perut Michaela.
Michaela yang mendengarnya merasa terharu sebelum kemudian menggangguk kepalanya.
" Aku percaya....
__ADS_1
Countine...