SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Kaku


__ADS_3

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan


Semangat puasa nya yah❤️❤️❤️


Semua orang yang ada di situ tertawa keras saat mendengar perkataan Rania termasuk Rania sendiri. Tapi tidak bagi Revan yang hanya bisa melihat orang lain tertawa. Sungguh diri nya ingin seperti orang lain yang bisa tersenyum dan tertawa. Tapi masa lalu nya sudah sangat menyedihkan yang membuat nya tidak bisa tersenyum ataupun tertawa


"Kenapa bos kejam itu kaku banget muka nya kayak kanebo kering? semua nya pada ketawa tapi dia tetap biasa aja, lagi sariawan kali ya atau lagi kena bisul." batin Rania


"Menyedihkan sekali kau bro, belum bisa tersenyum lagi. Semoga aja Rania bisa menyembuhkan luka di hati mu itu." batin Vino


"Gila!!! kaku banget tuh muka nya pak Revan, kena bisul kah dia? atau sariawan? apa nggak merasa lucu gitu? senyum aja nggak." batin Lili


"Oh iya Ran, aku pamit pulang ya." ujar Lili


"Iya, kamu hati-hati ya Lolipop." ujar Rania


"Iya." ujar Lili


"Pak Revan, saya pamit." ujar Lili


"Iya." ujar Revan


"Ayo saya antar kau pulang." ujar Vino


"Nggak usah kak, aku bisa pulang sendiri kok." ujar Lili


"Tapi kau tadi datang dengan saya, jadi pulang pun harus saya yang antar." ujar Vino


"Baiklah! jika kakak memaksa." ujar Lili


Mendengar ucapan Lili membuat hati Vino menjadi sangat senang karena akhirnya bisa di mulai misi PDKT nya


"Modus sekali anda tuan Vino." bisik Revan


"Berisik! tolong jangan ganggu kebahagiaan ku tuan Revan yang terhormat." bisik Vino


"Baiklah! karena aku sahabat yang baik, jadi aku tidak akan mengganggu misi PDKT mu itu." bisik Revan.


"Cih! memuji diri sendiri!" ujar Vino langsung menggenggam tangan Lili sembari keluar dari ruangan itu


Vino langsung mengantar Lili ke rumah nya


Sementara di ruang rawat Rania, Revan kembali duduk di sebelah brankar sembari menatap Rania


"Sekarang sudah malam, sebaiknya kau istirahat supaya besok saat keluar dari rumah sakit kau sudah sembuh total." ujar Revan dengan lembut


"Iya kak! oh iya, kakak nggak pulang?" ujar Rania


"Tidak! saya akan menjaga dan menemani mu." ujar Revan santai

__ADS_1


"Tapi, kakak besok kan harus kerja." ujar Rania


"Besok saya berangkat ke kantor nya setelah mengantar mu ke apartemen." ujar Revan


"Memang besok nggak ada meeting penting kak?" ujar Rania. Jujur saja dia mencari alasan agar Revan tidak jadi menemani nya karena Rania masih sangat canggung


"Semua urusan kantor sudah saya serahkan ke Farhan, dia yang akan handle meeting untuk besok." ujar Revan


"Aduh!!! kenapa kak Farhan sangat mengabdi kepada bos kejam ini sih? nggak bisa apa sekali-kali menentang perintah bos kejam ini." batin Rania


Rania hanya bisa tersenyum kaku dan tidak lagi menjawab ucapan Revan


"Aku tahu sikap mu sudah kembali seperti dulu dan kau sangat kesal dengan ku dan aku tahu kau pasti tidak ingin aku menemani mu besok." batin Revan


"Kau istirahatlah, biar cepat sembuh." ujar Revan dengan lembut sembari mengusap rambut Rania


"Iya kak!" ujar Rania yang lebih memilih untuk memejamkan mata nya


Sementara Revan sedang mengelus rambut Rania penuh kasih sayang sampai lima belas menit kemudian Rania dan Revan sama-sama masuk ke dalam dunia mimpi nya


Revan meletakan kepala nya di brankar yang di tiduri Rania dengan satu tangan sebagai tumpuan sementara tangan yang satu menggenggam tangan Rania


 


Pagi hari nya, Rania tampak sudah mulai menggeliat dan membuka mata nya, gadis itu cukup terkejut saat melihat tangan kekar Revan yang menggenggam tangan nya dengan posisi yang masih tertidur pulas


"Nggak nyangka! bos kejam ini ternyata terlihat manis dan menggemaskan juga ketika sedang tertidur, sungguh seperti kucing." batin Rania


"Kenapa aku merasa kepo ya dengan kehidupan nya selama ini? sungguh jiwa kepo ku meronta-ronta." batin Rania


"Kenapa bos kejam ini nampak menyedihkan ya, disaat orang lain tertawa tapi dia tersenyum pun tidak. Ada masalah apa di balik wajah datar dan menyebalkan nya selama ini." batin Rania


Rania tampak larut dalam pikiran nya sembari menatap lekat wajah tampan Revan. Tanpa Rania sadari, tangan nya terulur menyentuh wajah Revan kemudian mengelus rambut Revan


"Apaan sih Ran! kamu ngapain pakai acara menyentuh dan mengelus rambut bos kejam itu." batin Rania


Tak berselang lama seorang dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan nya


"Bagaimana kondisi nya nona Rania? apa kepala nya masih sakit?" ujar dokter berbicara sedikit keras.


"Saya sudah lebih baik dok." ujar Rania


"Jangan keras-keras dok, dia lagi tidur." ujar Rania kepada dokter


"Oh ya, maaf." ujar dokter yang di balas anggukan kepala dari Rania


"Apa aku ini sedang bermimpi? tuan Revan Pratama yang terhormat dan di kenal kejam itu menemani gadis ini di rumah sakit sampai rela tidur dalam posisi duduk seperti itu!" batin dokter


"Apa hubungan tuan Revan dengan gadis ini? atau dia pacar nya? selera tuan Revan rendah banget sih, masa suka dengan gadis sederhana seperti nya. Mendingan juga sama aku yang berkelas ini." batin dokter

__ADS_1


"Ya ampun! aku nggak salah liat? itu tuan Revan kan? apa gadis ini pacar nya? seorang Revan Pratama berpacaran dengan gadis biasa seperti nya? nggak ada yang lebih cantik lagi apa? mendingan juga sama aku yang cantik dan berkelas ini." batin suster


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, dokter langsung memberitahukan kesehatan Rania


"Kondisi nona membaik dan anda bisa keluar hari ini." ujar dokter sinis


"Baik dok." ujar Rania


"Kalau begitu kita permisi dulu." ujar dokter


Dokter dan suster itu pun keluar dari ruangan Rania


Tak berselang lama setelah dokter itu pergi, Revan nampak menggeliat dan perlahan membuka mata nya, ada rasa bahagia saat melihat gadis pujaan nya yang tertidur di brankar


"Kakak udah bangun?" ujar Rania saat melihat Revan sudah duduk menatap nya


"Tidak! saya sedang bermimpi dan mengigau." ujar Revan


"Ya elah kak! bercanda nggak lucu kak, orang kakak saja udah keliatan bangun dan tidak mengigau alias sadar masih aja bercanda." ujar Rania terkekeh


"Kau saja yang aneh, jelas-jelas saya sudah bangun tidur masih saja di tanya." ujar Revan


"Ya kan basa basi dulu kak, biar nggak canggung." ujar Rania


"Kenapa tidak to the poin saja?" ujar Revan


"Nggak usah serius-serius gitu kali kak, biar awet muda." ujar Rania


"Apa kau berniat meledek saya awet tua?" ujar Revan


"Ya elah kak, nggak ada kali sejarah nya orang awet tua yang ada mah awet muda." ujar Rania


"Kau belum menjawab pertanyaan saya, apa kau bermaksud menyindir saya sudah tua?" ujar Revan


"Ya nggak lah kak. Kan kakak kalau di lihat usia nya palingan juga baru 28 tahun!" ujar Rania


"Kau tahu dari mana usia saya 28 tahun? apa kau peramal?" ujar Revan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2