SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

" Sebenarnya saya pergi dari rumah karena saya kesal sama kedua orang tua saya, karena mereka seperti tidak menganggap kehadiran saya di kehidupan mereka. Saya dari kecil tidak pernah merasakan kehangatan keluarga, saya hanya dirawat oleh asisten rumah tangga dan sampai saya sudah besar mereka masih tidak menganggap kehadiran saya. Saya tau kalau laki-laki laki harus memiliki sikap yang tangguh tapi bukan berarti seorang laki-laki tidak membutuh kan kasih sayang kedua orang tua " ujar Revan panjang kali lebar


" Oh, jadi seperti itu kisah tuan selama ini. Semoga tuan menjadi orang yang lebih tangguh lagi supaya kedua orang tua tuan menyesal karena sudah menelantarkan tuan " ujar Farhan dengan melirik kaca spion mobil dengan tatapan sendu


" Amin, semoga saja seperti itu " ujar Revan sambil berusaha menghapus air mata nya yang susah berhenti


Farhan tidak menyangka tuan muda nya yang terkenal akan kekejaman nya ternyata bisa menangis juga. Dia bisa merasakan perasaan tuan muda nya


Selama ini Revan telah menganggap Farhan seperti saudara nya sendiri, tetapi Revan masih belum menceritakan seluruh kisah Lika liku kehidupan nya kepada Farhan


Suasana mobil kembali sunyi sampai tidak terasa mereka sudah sampai di pintu gerbang mansion perusahaan Pratama


" Di pintu gerbang Revan disambut oleh semua pengawal dan pelayan di mansion itu. Mereka semua berbaris menyambut kedatangan tuan muda nya


# Di Mansion keluarga Pratama


Revan sudah menuruni mobil nya . Dia segera memasuki mansion itu tanpa memperdulikan semua pengawal dan pelayan yang menunduk hormat sedangkan Farhan sudah diperintahkan oleh Revan untuk pulang. Sesampai nya di pintu masuk Revan pun masuk ke dalam mansion itu dan terlihat lah kedua orang tua nya


" Sayang gimana kabar mu nak ? " ujar Melinda Pratama mama dari Revan Pratama sambil memeluk putra nya itu


" Baik " ujar Revan singkat sambil melepas kan pelukan mama nya


" Maaf kan kami semua son, karena telah mengabaikan kamu selama ini " ujar Danu Pratama papa dari Revan sambil menepuk bahu putra nya


" Revan mau ke kamar dulu, Revan lelah " ujar Revan dengan wajah dingin dan datar nya sambil berlaku pergi meninggalkan orang tua nya


Sesampai nya di dalam kamar Revan langsung duduk di balkon kamar nya


" Gimana rasa nya tidak dianggap sakit bukan, tapi itu belum seberapa dibandingkan apa yang saya rasakan selama ini ma pa. Lihat saja nanti apa yang akan saya lakukan " ujar Revan sambil menyeringai


Tak lama kemudian terdengar lah suara ketukan pintu


" Tok.....tok.....tok " bunyi ketukan pintu


" Masuk " teriak Revan dengan kesal


" Permisi tuan, saya disini untuk membantu tuan membereskan perlengkapan pribadi tuan " ujar pelayan itu menunduk takut melihat tatapan tajam Revan

__ADS_1


" Bereskan semua pakaian saya dan apabila ada yang agak kusut setrika lagi. Saya tidak suka pakaian saya ada yang kusut mengerti!!! " bentak Revan kepada pelayan itu


Pelayan itu pun mengangguk mengerti dengan tubuh yang sudah bergetar hebat karena ketakutan


" Jika nanti saya lihat ada yang kusut walaupun sedikit kau akan tau akibat nya " ujar Revan penuh penekanan


" Sekarang kau keluar!!! " bentak Revan memenuhi kamar nya itu


" Ba- baik tu- tuan permisi" ujar pelayan itu langsung mengambil koper Revan dan menyetrika baju Revan


Revan memalingkan wajah nya tanpa menjawab ucapan pelayan nya itu


Suasana kamar Revan kembali sunyi. Saat ini Revan sedang memikirkan cara agar orang tua nya tunduk kepada nya ( woi anak macam apa kau, harus nya kau yang tunduk kepada orang tua mu 🙄 )


" Dari pada bosan seperti ini mending saya telfon Vino saja ngajak dia nongkrong " ujar Revan sambil mengambil ponsel nya di atas meja samping tempat tidur king size nya dan segera menelpon sahabat nya itu


📱: " Halo , assalamualaikum bro. Kau lagi sibuk atau tidak? " ujar Revan di telepon


📲 : " Waalaikumsalam, tidak bro. Aku lagi santai nih, emang nya kenapa " ujar Vino Mahesa sahabat dekat Revan Pratama sedari mereka kecil


📲 : " Boleh tuh, tapi tumben banget kau ngajak aku nongkrong " tanya Vino penasaran karena biasa nya dia yang ngajak Revan nongkrong


📱 : " Nanti aku ceritain, Tapi kita mau nongkrong dimana? kau ada ide lokasi yang bagus tidak bro? " ujar Revan


📲 : " Gimana kalau kita nongkrong di cafe XXXX yang dulu kita sering nongkrong itu ? " ujar Vino memberi ide lokasi nongkrong


📱 : " Boleh juga tuh, dah lama kita tidak nongkrong di situ " ujar Revan


📲 : " Kita mau berangkat bareng apa tidak nanti aku ke apartemen kau? " tanya Vino


📱 : Kalau kita mau bareng, kau ke mansion aku saja " ujar Revan


📲 : " Jadi kau sudah balik ke mansion keluarga kau bro ? " tanya Vino


📱 : " Iya, aku balik ke mansion ini lagi karena aku mau mereka sadar akan apa yang telah mereka lakukan ke aku " ujar Revan


📲 : " Oke, kalau begitu aku langsung menuju ke mansion kau. Nanti kau ceritakan rencana menyadarkan kedua orang tua kau ya bro " ujar Vino

__ADS_1


📱 : " Baiklah, nanti aku ceritakan semua nya pas nongkrong bro " ujar Revan


📲 : " Oke, kali gitu aku matiin telpon nya. wassalamu'alaikum" ujar Vino


📱 : " Waalaikumsalam " jawab Revan


Dan telepon pun di matikan oleh Vino, Revan segera bersiap untuk nongkrong bersama sahabat nya


Vino adalah orang yang paling dekat dengan Revan, mungkin hanya dia orang yang paling mengerti perasaan Revan begitu pun sebalik nya. Revan juga lebih dekat dengan keluarga vino di bandingkan dengan keluarga nya sendiri


Tak lama kemudian Revan pun sudah selesai bersiap dan melihat dari balkon bahwa mobil Vino sudah berada di depan mansion nya, Revan pun langsung turun


Revan sudah turun ke bawah dan melihat Vino sedang mengobrol bersama keluarga nya


Revan langsung menatap tajam ke arah Vino, Vino yang menyadari tatapan tajam sahabat nya itu langsung menyapa Revan dan mengabaikan tatapan tajam sahabat nya itu


" Hei bro, sudah siap " ujar Vino sambil tersenyum ke arah sahabat nya itu


" Udah, ayo kita berangkat sekarang " ajak Revan dengan wajah datar nya


" Kamu mau nongkrong di mana nak sama Vino? " ujar Melinda sambil menyentuh pundak putra nya itu


Revan hanya berlalu pergi keluar mansion tanpa menjawab pertanyaan mama nya dan akhir nya Vino yang menjawab ucapan mama dari sahabat nya itu


" Kita mau nongkrong di cafe XXXX tante, kalau begitu Vino berangkat dulu assalamualaikum " ujar Vino sambil menunduk hormat


" Iya Vino, kamu jagain Revan yah " ujar Melinda


" Siap Tante, permisi " ujar Vino sambil berlalu pergi menuju halaman mansion itu


...****************...


halo semuanya maaf sebelumnya kalau semisal karyaku kurang memuaskan/alur nya terlalu membingungkan karena aku baru belajar. Dan aku akan berusaha agar kalian puas baca nya


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys dan tunggu update nya yah karena nggak bisa update tiap hari soal nya aku tuh masih sekolah dan sekarang sudah mulai tatap muka jadi agak sibuk. Jadi curhat deh


oke kalau begitu , see you later 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2