SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Merawatnya


__ADS_3

" Benarkah " ujar Rania


" Iya, bahkan saya sangat rindu dengan sikap manja mu " ujar Revan berusaha menahan tawa


" Jadi aku harus belajar bersikap manja lagi kepada mu " ujar Rania dengan wajah polos


" Iya, saya mau kau belajar bersikap manja seperti dulu lagi " ujar Revan


" Baiklah! akan aku coba dan akan aku usahakan " ujar Rania


" Kenapa perasaan ku sangat bahagia " batin Revan


...----------------...


Kini Rania sudah keluar dari rumah sakit dan berada di apartemen milik Revan, Revan semakin menunjukkan sikap over protective nya dan juga sikap romantis nya. Kini mereka berdua sedang duduk di balkon apartemen


" Baby, kau harus makan yang banyak supaya kau bertambah sehat " ujar Revan saat melihat gadis nya seperti tidak selera makan


" Tapi aku udah kenyang " ujar Rania dengan wajah cemberut


" Kau baru makan sedikit, nanti kalau kau sakit bagaimana? saya tidak tega melihat mu kesakitan " ujar Revan


" Kau makan sekali lagi " ujar Revan sambil menyendok kan makanan di depan mulut Rania


" Beneran ya, hanya ini saja " ujar Rania dan mendapat anggukan dari Revan


Rania perlahan membuka mulut nya dan menerima suapan dari kekasihnya itu


" Good girl " ujar Revan sambil mengacak-acak rambut Rania


" Ih!!! rambut ku jadi berantakan tau " ujar Rania kesal


" Hehe, maaf baby " ujar Revan terkekeh


" Eh! sayang, kamu kok nggak kerja " ujar Rania yang bingung Revan selalu menemani nya


" Saya akan menemani mu sampai kau sembuh, untuk masalah pekerjaan sudah saya serahkan ke asisten pribadi saya " ujar Revan penuh percaya diri


" Kenapa aku dulu bisa suka dengan pria arogan seperti nya ya! apa selera ku memang sangat unik " batin Rania


" Sayang, aku bosen di apartemen terus " ujar Rania dengan nada bicara yang sedikit manja


" Ternyata gadis cerewet ini bisa bersikap manja juga! sangat menggemaskan " batin Revan


" Bukankah kau baru keluar dari rumah sakit, kenapa sudah bosen lagi " ujar Revan


" Tapi kan aku bosen di sini cuma duduk nganggur, tidak melakukan pekerjaan apapun " ujar Rania kesal


" Baiklah! saya akan membuat mu merasa bahagia dan kau tidak bosan lagi " ujar Revan menyeringai


" Kita mau kemana? " tanya Rania


" Kita akan melakukan hal menyenangkan di sini tanpa harus keluar dari apartemen " ujar Revan


" Memang nya hal menyenangkan apa yang bisa kita lakukan disini? " ujar Rania dengan wajah bingung


Revan langsung mendekati Rania membuat gadis itu gugup, bahkan sekarang wajah kedua nya sudah sangat dekat. Revan menyeringai di depan wajah Rania, dan langsung mencium bibir Rania tanpa aba-aba


Cup

__ADS_1


Hal itu membuat sang empu terdiam dan sekarang kepala Rania terasa sangat sakit


" Baby, kau kenapa? apa kepala mu pusing? " tanya Revan khawatir


" Kenapa kepala ku sakit banget " ujar Rania meringis kesakitan


" Kalau begitu, kita periksa ke rumah sakit " ujar Revan


" Nggak perlu " ujar Rania menolak


" Tapi kau kesakitan seperti itu by " ujar Revan


" Udah mendingan kok, cuma seperti ada bayangan aneh tadi saat kepala ku sakit " ujar Rania


" Apa ingatan Rania mulai bermunculan saat aku mencium nya tadi " batin Revan


" Berarti setelah ingatan Rania kembali dia akan kembali ke rumah nya " batin Revan sedih


" Hei! kok kamu cemberut gitu sih " ujar Rania membuyarkan lamunan Revan


" Saya merasa sedih, apa setelah kau pulih sepenuhnya kau akan kembali ke rumah keluarga mu by " ujar Revan menatap Rania sendu


" Bagaimana mungkin aku akan kembali kepada mereka, secara mereka sudah menelantarkan ku " ujar Rania mengelus pipi Revan sembari tersenyum


" Kenapa kamu bertanya seperti itu, sayang " ujar Rania


" Saya takut setelah kau pulih sepenuhnya kau akan meninggalkan ku by " ujar Revan menatap Rania intens


" Nggak akan! bagaimana mungkin aku meninggalkan pacar ku yang sangat baik ini " ujar Rania tersenyum dan langsung mencium pipi Revan


Cup


" Apa kau sedang menggoda ku by " ujar Revan menyeringai


" Maksud nya apa? aku nggak pernah menggoda mu kok " ujar Rania


" Kau sudah mencium ku baby, itu tanda nya kau telah menggoda ku " ujar Revan


" Nggak kok " ujar Rania gugup


Cup


Revan mencium bibir Rania bahkan dia ******* nya dan semakin memperdalam ciuman nya dengan sangat lembut. Hal itu membuat Rania terbuai dan tanpa sadar membalas ciuman Revan


" Kenapa bibir mu sangat manis baby " goda Revan


" Apaan sih! mana ada bibir manis, lagi pula aku nggak makan manis kok " ujar Rania dengan pipi memerah karena blushing


" Saya tidak berbohong by. Bibir mu sangat manis dan lembut " ujar Revan


" Kenapa aku bisa suka dengan pria mesum seperti nya " batin Rania


" Udah ah, lupakan " ujar Rania kesal


" Oh iya by, kau ingin makan apa? " ujar Revan


" Terserah! apa aja boleh " ujar Rania


" Tapi kayaknya udang goreng tepung enak deh " ujar Rania

__ADS_1


" Baiklah sebentar biar saya membeli bahan makanan nya dulu " ujar Revan


" Baiklah! nanti biar aku yang memasak nya " ujar Rania


" Tidak boleh! " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Kenapa nggak boleh " ujar Rania tidak terima


" Kau tidak boleh terlalu kecapekan baby, jadi biar saya yang memasak " ujar Revan posesif


" Ih!!! kok gitu sih!!! emang kamu bisa masak? " ujar Rania


" Hei! kau jangan meremehkan calon suami mu ini baby, kau belum tau kalau Revan Pratama merupakan seorang chef profesional " ujar Revan dengan percaya diri nya


" Chef Jono aja kalah dengan masakan ku " ujar Revan membanggakan diri sendiri


" Chef Jono? siapa tuh? " ujar Rania bingung


" Itu juri MasterChef Indonesia " ujar Revan


" Itu chef Juna sayang " ujar Rania menggeleng kan kepala nya


" Jadi salah ya, apa chef Jono ganti nama jadi chef Juna " ujar Revan


" Ya nggak lah! dari dulu nama nya tuh chef Juna kamu aja yang aneh " ujar Rania tertawa keras


" Aku turut senang melihat mu tertawa seperti itu baby " batin Revan


" Ya sudah, saya ke supermarket dulu. Ingat kau jangan pergi kemanapun, di sini saja " ujar Revan dengan tegas


" Siap bos " ujar Rania dengan hormat


" Baiklah! saya pergi dulu baby " ujar Revan sembari mengecup kening Rania, membuat kedua pipi Rania merona


" Wassalamu'alaikum " ujar Revan


" Waalaikumsalam " ujar Rania


Revan keluar dari apartemen, pikiran nya teringat dengan Rania yang dulu. Seorang gadis cerewet yang sering membuat nya kesal yang pada akhirnya menaklukkan hati nya


" Saat dia menyebut kata bos, aku jadi teringat dengan nya yang dulu. Gadis cerewet yang sering membuat ku kesal dan dulu dia memanggil ku bos kejam " ujar Revan


" Sungguh menggemaskan, aku tidak akan membiarkan siapapun yang melukai mu hidup dengan tenang baby " ujar Revan dengan tatapan tajam


Kini Revan sudah berada di mobil nya dan segera melajukan mobil nya menuju supermarket terdekat


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2